Kliping Berita

Teror Bom Ganggu Iklim Investasi

Kalangan pengusaha merasa cemas terhadap maraknya aksi teror dalam beberapa hari terakhir. Rasa aman di Ibu Kota pun terkoyak. Jika gangguan keamanan ini tak segera dihentikan, bakal berdampak serius terhadap kelangsungan investasi karena Jakarta mendapat stempel tidak aman.

Menurut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Haryadi Sukamdani, teror bom secara langsung atau tidak langsung berdampak pada investasi. “Yang paling terpengaruh mungkin ke ritel. Masyarakat jadi takut pergi ke pusat perbelanjaan karena takut ada bom,” katanya, kemarin.

Dia mengatakan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif rasa aman sangat penting. Investor membutuhkan penegakan hukum yang jelas dan pasti. Karena itu, kasus terror bom harus ditangani sampai tuntas sehingga tidak terjadi berulang-ulang.

“Kami yakin Densus atau Polri bisa menanganinya, karena jaringan teroris yang beraksi masih itu-itu juga,” kata Haryadi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto sependapat, teror bom bisa mengganggu investasi, tetapi tergantung intensitasnya. “Kalau jarang dan langsung ditangani dengan tepat, tidak begitu berpengaruh besar,” jelasnya.

Djimanto mengungkapkan pengusaha merasa terganggu jika situasi keamanan sudah tidak terkendali. Tetapi, dia yakin, sejauh ini pemerintah sudah cukup baik dalam mengatasi kasus bom. Dalam penanganan teror bom, kata dia, Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara lain.

“Tak hanya terorisme, konflik horizontal di dalam masyarakat juga berpotensi mengganggu kenyamanan berbisnis di Indonesia. Makanya, harus banyak ciptakan lapangan kerja untuk mengurangi ketimpangan sosial,” ujarnya. [wan]

Sumber: Kontan, Kompas

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close