Pos

ICRP Peduli Kembali Salurkan 1.500 Paket Sembako

Awal Agustus 2020 menjadi waktu yang baik bagi Indonesian Conference on Religion and Peace. Melalui program ICRP Peduli kembali menyalurkan 1.500 paket sembako donasi dari Foodcycle Indonesia.

Ini merupakan donasi keenam yang diterima ICRP dari Foodcycle Indonesia. Ke-1500 paket sembako ini didistribusikan ke area Jabodetabek. Dalam pendistribusiannya ICRP bekerjasama dengan mitra jaringan seperti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Harmoni Mitra Madania (Jakarta Selatan), Forum Bineka Nusantara (Bekasi), dan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Sidang Johanes Depok, Jawa Barat.

“Alhamdulillah kami masih diberi kepercayaan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Food Cycle Indonesia. Dengan ini kembali banyak orang terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ungkap deputy direktur ICRP, Ahmad Nurcholish.

Menurutnya, setelah lima bulan pandemic Covid-19 ini mendera kita, banyak orang yang semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karenanya kata dia, inilah saatnya merubah tradisi dialog antar-umat beragama dalam kancah nyata, yakni dialog kemanusiaan dengan membantu pada sesama.

Dalam acara serah terima bantuan yang dihelat KGPM Depkok (5/8), ketua Satgas Covid-19 PGI Jawa Barat Mangaranap Sinaga mejelaskan bahwa dari 200 paket sembako yang ia terima dari ICRP Kembali didistribusikan bagi masyarakat lintas-agama di Depok.

“Kami salurkan kepada komunitas Kristen, Katolik, Hindu, Khonghucu dan Muslim sebagai bentuk kebersamaan dan solisaritas kemanusiaan,” tuturnya di hadapan para pendeta dan masyarakat lintas agama di Depok, awal (5/8) Agustus kemarin.

Ia juga berharap Covid-19 ini segera berkurang agar masyarakat bisa menghidupi dirinya dan dapat Kembali menjalani hidup sebagaimana layaknya.

Ketua Umum PGIS Pdt. Bebalasi Zega beserta Sekretaris FKUB Depok H. Lthfianto menyampaikan terimakasih kepada ICRP dan Foodcycle Indonesia beserta Panin Asset Management yang telah berbagi kasih kepada sesame.

“Ini sangat membantu kami dan semoga menjadi berkah bagi segenap pimpinan dan staf Lembaga atau instansi-instansi tersebut yang telah memberikan bantuan kemanusiaan ini,” harap H. Luthfianto. [ ] AN

FoodCycle Indonesia Berbagi – ICRP Peduli, Menyambung Kehidupan Warga

[dropcap]S[/dropcap]emenjak pandemi Covid-19 mulai mengemuka dan pemberlakuan physical distancing untuk mencegah penularan secara masif dilakukan, kesulitan ekonomi terutama pada kelompok yang mengandalkan penghasilan harian menyeruak. Saya mengetahui beberapa orang yang mulai mengeluhkan kesulitan itu, baik dalam pembicaraan saya pribadi atau bersama pihak-pihak lain.

Ema Mukarramah Relawan ICRP Peduli

Antara lain, di sekitar kantor ICRP ada orang-orang yang mencari nafkah dengan membuka jasa percetakan. Dengan adanya pelarangan resepsi perkawinan yang mengumpulkan orang banyak, order cetak surat undangan pun menghilang. Demikian pula dengan order lain yang berskala besar. Seorang ibu yang berprofesi sebagai juru rias pun mengeluh karena mata pencaharian satu-satunya, yakni merias tidak dapat lagi diandalkan. “Padahal bu, saya kan tetap butuh makan,” katanya.

Seorang kawan yang belum lama memilih jalan perceraian atas peristiwa KDRT yang dialaminya juga mencemaskan ketidaksiapannya untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dua orang anaknya. Selama perkawinan, ia dilarang bekerja oleh suami karena harus mengasuh anak, walaupun ia juga sempat berjualan demi menutupi kebutuhan keluarga. Setelah berpisah, ia kembali mencoba berjualan makanan kecil yang dijual melalui beberapa warung di sekitarnya. Penghasilan yang sekedarnya itupun harus terhenti saat memasuki bulan puasa karena sepi pembeli.

Saya sendiri bukan seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membantu kebutuhan mereka, sekalipun saya tahu mereka sangat membutuhkan bantuan. Dan saya pun tidak menduga, akhirnya jalan untuk membantu mereka pun menjadi terbuka melalui bantuan FoodCycle  Indonesia dan ICRP.

Dari Pak Pendeta Frangky Tampubolon, Direktur ICRP, saya memperoleh informasi bahwa ICRP sedang menyelenggarakan kegiatan penyaluran paket sembako. Di antaranya, yang didonasikan oleh FoodCycle Indonesia yang bekerja sama dengan Panin Asset Management. Selanjutnya saya pun terlibat sebagai relawan dalam penyaluran bantuan ini. Pertama kali, saya menyalurkan 30 paket bantuan FoodCycle pada pertengahan Mei 2020, yang merupakan bantuan Tahap III di ICRP. Bantuan ini saya salurkan kepada warga di lokasi sekitar saya tinggal. Lingkungan sekitar saya merupakan daerah padat penduduk, yang cukup bersih dan tidak ada kesan kumuh. Namun, kemiskinan di sekitar saya tampak nyata. Suatu rumah berukuran 3×4 meter persegi, misalnya, dapat dihuni oleh 2 sampai 3 Kepala Keluarga. Bagi anggota keluarga yang sedikit beruntung, mereka kemudian memilih tinggal di rumah kost walaupun tetap tidak mampu kalau harus mengontrak rumah.

Saat melakukan pendataan, sekaligus saya menjelaskan kepada mereka, bahwa bantuan dari FoodCycle ini dilakukan bekerjasama dengan ICRP, sebuah organisasi yang bergerak dalam dialog lintas iman dan mendorong penghormatan dan toleransi antarumat beragama. Saat itulah sekaligus saya dapat melihat tanggapan warga di sekitar saya, bahwa merekatidak bersikap antipati terhadap perbedaan agama.

Saat pendistribusian bantuan, raut wajah lega dan ungkapan terima kasih mendalam tetap terpancar, sekalipun mereka menggunakan masker. Benar kata orang, body language itu tidak bisa ditutupi. Beberapa di antaranya tak henti mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar dilancarkan rejeki.

Pada tahap IV bantuan FoodCycle Indonesia, ICRP kembali mempercayakan kepada saya untuk menyalurkan bantuan sebanyak 100 paket bantuan. Saya membaginya ke dua lokasi, pertama, di wilayah Parungpanjang Bogor, dan kedua, di RW 05 Cempaka Putih Barat dan sekitarnya.

Di Parungpanjang Bogor adalah wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang. Di daerah yang sangat terpencil dari pusat kabupaten ini, belum pernah ada bantuan turun, baik dari pemerintah maupun swasta. Sebanyak 40 paket bantuan yang didistribusikan di daerah ini disambut dengan sukacita oleh warga yang sudah didata sebelumnya. Di antara mereka ada guru ngaji yang sudah tidak lagi beraktivitas karena pengajian libur panjang, ada penerima bantuan orang tua tunggal yang berdagang keliling namun pendapatan menurun karena sepi pembeli. Lalu ada tukang ojek yang makin tak menentu menunggu penumpang, beberapa warga usia lanjut dan disabilitas yang bergantung kepada belas kasihan anak atau keluarga yang juga punya tanggungan, merekalah orang-orang yang menjadi penerima bantuan.  

Di wilayah RW 05 Cempaka Putih Barat, keadaan tidak jauh berbeda dari wilayah-wilayah di atas.  Saya melihat suasana suka cita pada waktu pembagian bantuan dilaksanakan. Misalnya, seorang bapak yang rambutnya sudah memutih, saat diminta membubuhkan tandatangan penerimaan bantuan terlihat sangat bersuka cita. Ia makin tidak dapat menutupi rasa bahagianya setelah menerima paket sembako beserta 1 tray telur. “Wah, banyak banget ya telurnya,” katanya. Ia pun berulangkali mengucapkan terima kasih dan berucap syukur, “Alhamdulillah…”

Terima kasih kepada Panin Asset Management dan FoodCycle Indonesia, yang melalui ICRP telah memberi secercah harapan kepada warga yang terdampak pandemi untuk kembali menyambung kehidupan.

 

 

Gugus Tugas Covid-19 GKP dan ICRP Peduli Jangkau Masyarakat Pedesaan

[dropcap]P[/dropcap]endeta Sains Pieter Surlia dan Pendeta Hary Kurniawan Dani berkunjung ke Posko ICRP Peduli, menindaklanjuti kerjasama kemitraan untuk menyalurkan bantuan sembako ke wilayah pelayanan Gereja Kristen Pasundan (GKP) di pedesaan. Sebanyak 500 paket disiapkan untuk disalurkan kepada sejumlah keluarga yang terdampak dan membutuhkan bantuan di daerah pelayanan GKP di wilayah Klasis Bogor, Priangan, Purwakarta dan Klasis Cirebon.

Dalam keterangannya, kerjasama Gugus Tugas penanganan dampak pandemi Covid GKP dan ICRP sangat tepat, dan sangat membantu orang-orang yang membutuhkan, secara khusus Pdt. Sains Peter merasa beruntung berada dalam jaringan yang dapat menerima akses bantuan dari donatur, melalui ICRP Peduli.

Pelayanan GKP hadir dari perkotaan hingga pedesaan, dari Rangkas Bitung, sampai ke Indramayu. Kontesk gereja hadir di daerah-daerah yang memiliki kerentanannya dalam kondisi pandemi sekarang ini. Harapan besar disampaikan Pendeta Sains Pieter, bahwa dengan adanya kerjasama dengan ICRP dan Foodcyle yang bisa membantu masyarkat melalui Gugus Tugas GKP dan jejaring pelayanan GKP di derah pedesaan dan pelosok.

Refleksi Kepedulian Gugus Tugas Covid-19 GKP

Memaparkan apa yang mendasari keterlibatan dan kepedulian dalam kerja kemanusiaan Gugus Tugas ini Pendeta Sains Pieter mengatakan, “Gereja tidak boleh hanya berada dalam level untuk mencukupkan kebutuhan internal saja. Gereja terpanggil untuk beraksi keluar. Tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, jelas ini menjadi hal yang penting bagi kami untuk memastikan panggilan tersebut, yakni berbagi dengan sesama.”

Dengan bekerjasama dengan ICRP dan kegiatan tanggap bencana lintas iman, ini adalah cara yang sangat membantu, dan sekaligus menegaskan kembali bahwa gereja hadir untuk sesama. “Harapan kami bahwa gereja hadir untuk semua berbagi untuk semua lini dan semua kalangan,” demikian kata Pendeta Sains Pieter.

 

Doa Mohon Kekuatan Atasi Pandemi Korona

Dengan duat tangan terlipat, hamba memohon kepada-Mu
Penuhilah permohonan ini, jikalau permohonan ini sesuai dengan kehendak-Mu.
Engkau Maha Tahu, Engkau yang menciptakan semua dan Engkau pula yang memeberkati kami.
Oleh karena itu, kami berdiri di hadapan-Mu dan hanya memohon kepada-Mu.
Tuhan, dihadapan-Mu hamba memohon.

Selamatkanlah semua makhluk dan manusia dari wabah Korona ini,
Sesuai yang Engkau firmankan.
Limpahkanlah kasih-Mu dan jagalah setiap ciptaan-Mu,
Wahai Sang Penguasa lindungilah semua makhluk.
Berkatilah semua tenaga medis yang saat ini tengah berperang melawan wabah ini.
Berikanlah mereka kekuatan dan rahmatilah mereka dengan kesehatan.

Tuhan seperti yang Engkau firmankan di dalam ayat suci,
Lindungilah tubuh hamba, kepala serta tangan.
lindungi jiwa, kebaikan serta hati hamba,
Wahai Tuhan Maha pelindung yang penuh kasih, lenyapkalah duka dan ketakutan hamba,
Sabada Guru Nanak, melalui rakhmat Naam, semoga semua selalu berjaya dan mohon kebaikan bagi semua.

Prem Singh

Doa Memohon Belas Kasih Tuhan Atasi Wabah Korona

Tuhan Yang Maha Esa,
 
Terangilah jiwa kami oleh Cahaya Suci-Mu, agar kami sebagai bangsa dapat meneguhkan solidaritas dan mampu bekerja dan berkarya, sehingga hidup kami berguna bagi sesama. Saling membantu, saling menolong, saling menghargai dan menghormati, hidup rukun manuggal dalam wujud Tuhan Yang Maha Esa.
 
Tuhan Yang Maha Belas dan Kasih, berkatilah dan limpahkanlah kemakmuran, sebagai anugerah tempat kami berpijak. Jauhkanlah dari berbagai bencana dan marabahaya, agar hidup kami tenang, tentram dan damai dalam menata dan mengolah dan melestarikan warisan.
 
Tuhan Yang Maha Esa, lindungi dan kuatkanlah jiwa kami, agar seluruh rakyat dan pemimpin bersatu, bekerja saling membahu mendermakan diri untuk bangsa, serta menyelamatkan negeri dari wabah yang menimpa.
 
Tuhan Yang Maha Agung, hanya kepada-Mu kami berdoa, hanya kepada-Mu kami percaya. Egkau maha Tahu dan Maha Mendengar. Selamatlah bangsaku, bangkitlah bangsaku, jayalah negeriku. Rahayu-rahayu-rahayu.
 
Engkus Ruswana, Majelis Luhur Kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa Indonesia  

Munajad Bumi

 

Pencipta: Rahmat Hidayatullah Penyanyi: Eva Fitri Penata Musik: Taufik Adam Penata Suara: Deris Yakin Penata Kamera dan Video: Rizki Ahmad Gojali ©2020 Rahmat Hidayatullah Please Subscribe Our Channel on YouTube Kitchen Show

Jaduk, Glenn, Didi Pemusik Patriot

Selang waktu nyaris beruntun
Kalian bertiga satu per satu pergi untuk kembali
Ke haribaan damai sejati
Kesanalah sang khalik merindu

Karya bukan sekadar kerja
Senandung bukan sekadar menghibur
Lirik bukan sekadar percik kata
Tarian bukan sekadar aliran rasa
Ada belarasa
Ada perjuangan
Ada kegerakan
Ada spirit pembebasan
Di setiap relung bebunyian nada
Di setiap hembusan baris syair
Di setiap penghayatan makna

Kalian bertiga patriot pejuang musik bangsa
Jaduk dengan sinten remen Satire nya
Glenn dengan belarasa Timur nya
Didi dengan Ambyar nya
Sungguh surga akan makin ceria

Bumi yang sedang berduka
Mengantar kalian dengan kedalaman jiwa
Serasa dinamika lara bertara
Akhirnya berakhir jua

Masa demi masa
Lalu, kini dan yang akan tiba
Terus berjingkat merambat keramat
Kalian bertiga kini bersama
Dan kamipun menatap Mega
Seolah jadi saksi kenaikanNya ke Sorga

Komitmen, kesetiaan, ketekunan, kejujuran
Menjadi pilihan insan terpilih
Bukti nyata jiwa terus membara
Kalian adalah legenda
Kalian adalah pejuang
Kalian adalah teladan
Bermusik tidak lain adalah jiwa raga

Kalian telah tiada
Warna kalian terus kan ada
Menggores kalbu dan nurani pecinta
Baik sungguh bila kalian mementaskan suka
Jauh dari pandemi corona.


[dropcap]S[/dropcap]igit Triyono ingin memberikan apresiasi dan hormat tinggi kepada tiga orang seniman ini (Jaduk Ferianto, Glenn Fredly, dan Didi Kempot) yang sudah berkarya untuk sesama dan semesta. Mereka tidak berkarya untuk dirinya. Tapi sungguh untuk kebaikan bersama. Mereka pecinta kehidupan yang layak mendapatkan penghargaan dari semua warga bangsa. Dan semangat mereka sungguh layak kita teladani. Rukun dan damailah di Sorga.

Dr. Sigit Triyono, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Alkitab Indonesia, sebuah lembaga yang menyediakan Alkitab bagi umat kristen dan katholik di Indonesia.

 

Doa Bagi Bangsa

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus,

Sahabat Alkitab, mari bersama meluangkan waktu sejenak untuk bertelut di hadapan Tuhan bagi pergumulan bangsa kita dalam menghadapi pandemi covid 19 melalui voice note Doa Bagi Bangsa ke 59.

Form layanan doa, link podcast, dan informasi di seputar layanan LAI dapat dilihat : https://linktr.ee/alkitab

Terima kasih
Tuhan Yesus memberkati
LEMBAGA ALKITAB INDONESIA

Tembang dan Doa untuk Pahlawan Inspirasi Kemanusiaan

[dropcap]dr[/dropcap] Rahmi Nur Alam, melantunkan sepotong doa, di Sekretariat JIC, dalam kesempatan bertemu para tokoh agama. Doa Kesatuan dipilih untuk mengemas pertemuan yg juga sekaligus menandai penyerahan bantuan masker medis dari ICRP kepada para pemuka agama. Hadir dalam kesempatan ini Romo Hariyanto, Sekretaris Jendral ICRP yang menyerahkan secara simbolis 100.000 masker medis kepada dr. Rahmi Nur  Alam dari Bahai, Bapak Peter Lesmana Sekretaris Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, dan Bapak Astono Chandra Dana dari Parisada Hindu Dharma Indonesia yang mewakili penerima bantuan lintas agama (9/5). Rumah Perdamaian – Kantor ICRP, saat ini juga menjadi Sekretariat Jaringan Lintas Iman Tanggap Bencana Covid-19 (JIC).

Dalam kesempatan ini dilantunkan doa kesatuan, sebagai bentuk penghormatan dan juga mengenang jasa penyanyi Didi Kempot yang telah berpulang pada tanggal 5 Mei 2020. Ibu dr. Rahmi dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kesempatan ini sangat baik, kesempatan bersama untuk menghayati kesatuan umat antar agama dan menaikkan doa permohonan tidak saja bagi almarhum Didi Kempot, tetapi juga bagi kita yang ditinggalkan agar dapat menghayati spirit kemanusiaan yang telah diteladankan oleh Didi Kempot.

 

Dr. Rahmi mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Didi Kempot, “Hari ini sangat bagus, JIC dengan segala upaya almarhum Didi Kempot, hari ini kita bersatu menyelaraskan segala doa dan upaya kita, untuk bersama-sama memberhentikan mata rantai covid-19.” 

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bekerjsa bersama-sama. Kita bagaikan jari-jari di tangan berguna ketika bersatu, mengenggam dan mendirikan persatuan umat manusia. Ikaatan lintas iman ini sangat bagus, karena kita tidak lagi bertanya apa bangsamu, apa agamamu, tetapi kita bersatu untuk tolong menolong bagi teman-teman yang membutuhkan, kita ada bantuan masker dan sembako, dan lain-lain. Kita sangat terinspirasi oleh pahlawan inspirasi kemanusiaan yang baru saja berpulang, mas Didi Kempot. Semoga teman-teman bergerak, tetaplah berbuatlah baik menolong sekitar, tiap kebaikan membawa pada kebaikan yang lebih besar,” demikian jelas dr. Rahmi.

Didi Kempot berpulang pada hari yang bersamaan dengan dimulainya kerja-kerja jaringan untuk membagikan bantuan paket PeduliSobatAmbyar di 28 Posko di Jabodetabek. Mengingat hal ini, dr. Rahmi, melantunkan sebuah tembang yang mengingatkan siapakah sumber pengharapan ketika kita dilanda kesukaran. 

 

Pelajaran Berbagi dari Realitas Pandemi Covid-19

[dropcap]N[/dropcap]ama saya Frangky Tampubolon, saya tinggal di Bekasi dan saya aktivis perdamaian lintas agama. Saya ingin bercerita sesuatu yang membuat hati saya tersentuh beberapa waktu ini, khususnya beberapa bulan ini. Ada seorang ibu yang saya jumpai, ia menyampaikan bahwa ia telah kehilangan mata pencahariannya dan hari itu memberi kabar bahwa dia sudah tidak punya beras. Dan saya cukup kaget bagaimana pandemi covid-19 ini membuat dia sangat kesulitan.

Saya langsung memberikan apa yang ada di rumah kami, kebetulan saya baru membeli beras 5 kg. Lalu saya bagi beras itu untuknya, saya kirimkan dengan tambahan bumbu dapur dan lainya, itu membuat saya terkejut dengan realitas saat ini tentang pandemi covid ini. Kemudian saya berjumpa lagi dengan seorang ibu yang mengatakan saya demikian waktu saya memberikan telor, “Pak saya ini mungkin tidak akan mati karena covid,tetapi bisa saja saya mati karena kelaparan.”

Tetapi lain hal yang membuat saya lebih terkejut lagi, ketika saya bertemu lagi dengannya dan dia berkata, “Pak saya menerima bantuan telor, dan ternyata di sekitar saya banyak orang yang perlu bantuan, sehingga bantuan bapak saya bagi per seperempat kilo telor, supaya orang bisa ikut makan.”

 

Realitas tentang pandemi Covid-19 ini, sungguh-sungguh membuat saya tidak bisa diam tidak bisa tidur. Saya bersama teman membangun kepedulian, melalui lembaga yang kebetulan saya nahkodai, yakni ICRP. Kami membangun sebuah kebersamaan dengan teman-teman relawan, ICRP Peduli. Ini semua membuat saya sampai pada hal, apapun yang bisa kita lakukan, sekecil apapun yang kita lakukan mengatasi pandemi Covid ini sangat berarti.

Teman-teman ada yang memberikan bantuan kecil, ada yang memberikan bantuan sedikit demi sedikit. Dari semua ini, anda tidak perlu menunggu menjadi orang kaya atau memiliki segala hal baru bisa memberi kepada orang lain. Saya sendiri sangat tergerak ketika ada orang yang mengatakan dia tidak beruntung, tetapi dia juga mengatakan bahwa masih banyak orang lain yang tidak beruntung. Dan karena itu, kebersamaan yang dibutuhkan saat ini adalah kebersamaan yang sungguh-sungguh ingin membangun kehidupan solidaritas, kehidupan yang ingin memperhatikan satu dengan yang lain.

Kalau anda merasa tidak beruntung, lalu melihat orang lain lagi yang juga tidak beruntung, maka disitulah sebenarnya nilai-nilai kebersamaan itu ada, gotong royong itu ada.

Sampai kapan kita harus menerima realitas ini? Saya yakin kita semua pasti bisa melewati badai yang sangat besar ini. Dan ini mungkin peristiwa yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan terjadi, dimana dunia mengalami pergolakan yang sangat besar.

Kunci dari keberhasilan kita bersama melewati semua ini adalah, lihatlah disekeliling anda, perhatikanlah dan jangan merasa kita tidak pernah menjadi bagian dari sekeliling kita itu. Tuhan memberkati kita semua, dan saya yakin Covid-19 akan bisa kita atasi bersama.