Harian

Survei LSI: Intoleransi Meningkat

Sikap intoleransi masyarakat Indonesia terhadap perbedaan identitas semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, berdasarkan rilis terbarus hasil survei yayasan Denny JA dan Lingkaran Survey Indonesia  (LSI) Community menyatakan 15-80 persen publik Indonesia tidak nyaman jika hidup berdampingan atau bertetangga dengan orang berbeda identitas. Hal itu disampaikan dalam jumpa pers di kantor LSI, Jl Pemuda No 70, Jakarta Timur, Minggu (21/10/2012).

Survei ini dilakukan pada 1-8 Oktober 2012 dengan jumlah responden sebanyak 1.200 dan margin error sebesar 2,9 persen. Survei ini merupakan survei nasional dari semua provinsi di seluruh Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun jenis tetangga yang berbeda identitas yang ditanyakan adalah Ahmadiyah, Syiah, dan homoseksual.

Hasil survei tersebut menggambarkan sebesar 41,8 persen publik Indonesia merasa tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang Syiah. Sebesar 46,6 persen publik merasa tidak nyaman berdampingan dengan orang Ahmadiyah dan sebesar 80,6 persen publik merasa tidak nyaman berdampingan dengan orang yang memiliki hubungan sesama jenis (homoseksual). Sedangkan mereka yang mengaku hidup tidak nyaman hidup berdampingan dengan tetangga yang berbeda agama sebesar 15,1 persen.

“Artinya bahwa mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam lebih menerima hidup bertetangga dengan orang yang beda agama daripada hidup bertetangga dengan orang Islam yang berbeda paham seperti Syiah dan Ahmadiyah,” ujar peneliti LSI Community Ardian Sopa seperti dikutip detik.com Minggu (21/10/2012).

Ardian menambahkan peningkatan intoleransi baik terhadap syiah, Ahmadiyah, beda agama dan homoseks jelas terlihat naik sekitar 6 sampai 20 persen disetiap segmennya dibanding tahun 2005. Bahkan 20 persen koresponden setuju menggunakan kekerasan dalam menegakkan prinsip agama.

“Angka ini meningkat dari tahun 2005 yang hanya di bawah 10 persen mereka yang setuju dengan penggunaan kekerasan,” ungkapnya.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close