Agenda

Sekolah Agama: ‘Peran Agama-Agama Lokal dalam Membangun Indonesia’ (15 Juni 2012)

 

Pendahuluan 

Sepanjang sejarah, agama telah berperan penting bagi peradaban dunia. Agama di satu sisi telah memberikan sumbangan yang besar dan positif bagi perkembangan kehidupan sosial dan juga ilmu pengetahuan serta teknologi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa agama di sisi lain juga terlibat dalam berbagai kerusakan moral hidup orang banyak. Tak jarang karena persoalan teologis, ekonomi, pendidikan, kesenjangan sosial dan kecemburuan sosial, manusia berani mengatasnamakan agama yang dianutnya, untuk menghakimi dan mendiskriminasikan sesamanya yang menganut agama yang berbeda, dengan menggunakan kekerasan baik yang secara pribadi maupun struktural.

Salah satu agama yang paling sering mengalami diskriminasi dari kelompok mayoritas adalah agama-agama lokal. Agama-agama lokal sering mendapatkan diskriminasi, hanya karena nilai-nilai luhurnya dituduh tidak mengandung konsep filsafat dan teologis yang kuat, sehingga dianggap primitif dan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman dan modernitas, termasuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi beserta konsep-konsep sekularisme, liberalisme, demokrasi dan teokrasi. Hal tersebut juga menimpa agama-agama lokal yang ada di Indonesia. Di Indonesia, banyak agama-agama lokal yang identitasnya tidak diakui baik oleh pemerintah pusat maupun oleh masyarakat setempat, sementara pencantuman identitas keagamaan pada kartu tanda penduduk di Indonesia adalah sebuah kewajiban. Ini menyebabkan banyaknya penganut agama-agama lokal yang tidak bisa membuat akte kelahiran, akte pernikahan dan banyak penduduk Indonesia yang sama sekali tidak tahu tentang agama nenek moyangnya atau leluhurnya.

Meski demikian adalah mustahil jika agama-agama lokal sama sekali tidak memiliki peran dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka dari itu pengetahuan tentang agama-agama lokal di Indonesia sangatlah penting, apalagi menyangkut kontribusinya terhadap peradaban Indonesia. Maka dari itu demi menghapus diskriminasi terhadap agama-agama lokal di Indonesia, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) merasa perlu untuk menyebarkan pengetahuan tentang agama-agama lokal Indonesia, terutama kontribusinya pada pembangunan Indonesia, melalui kegiatan diskusi Sekolah Agama dengan tema ‘Peran Agama-Agama Lokal dalam Membangun Indonesia’

 

Tujuan

Adapun tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  1. Membahas sejarah, nilai, peran agama lokal terhadap bangsa dan Negara Indonesia
  2. Membahas persoalan-persoalan yang dihadapi kelompok agama lokal
  3. Mencari solusi atas persoalan penganut agama lokal


Waktu dan Tempat

Adapun pelaksanaan acara akan diselenggarakan pada:

Hari/ Tanggal  : Jum’at, 15 Juni 2012

Waktu             :  Pukul 19.00 – 21.00 WIB

Narasumber     : Bapak Gendro Nurhadi (Direktur Pembinaan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi)

Tempat           :  Sekretariat ICRP, Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34 Jakarta Pusat

 
Pertanyaan-pertanyaan penting

Adapun materi-materi yang secara garis besar akan didiskusikan, terangkum dalam beberapa pertanyaan penting berikut ini:

1.) Apa saja nilai-nilai luhur dalam agama-agama lokal di Indonesia yang telah mempengaruhi kebudayaan dan peradaban Indonesia?

2.) Apakah ada tokoh-tokoh pahlawan Indonesia yang menganut agama-agama lokal?

3.) Apakah benar bahwa identitas agama-agama lokal di nusantara lebih diakui pada zaman penjajahan ketimbang pada zaman kemerdekaan?

4.) Bagaimana perkembangan kondisi identitas agama-agama lokal sepanjang sejarah Indonesia?

 

Penutup

Demikian kiranya Terms of Reference (TOR) Sekolah Agama ini kami buat. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dalam memajukan perkembangan kemajemukan dan kebhinekaan Indonesia demi persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

 

 

Show More

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close