Agenda

Sekolah Agama ICRP: Pemutaran Film Dokumenter ”Mencari Kartika” dan Diskusi “Agama, Kekerasan dan Pendidikan” (11 Mei 2012)

A.    Latar Belakang

Akhir-akhir ini, agama kembali menjadi perhatian penting kita semua. Berbagai kejadian mutakhir menunjukkan bagaimana agama sudah tidak lagi sebatas menganjurkan kedamaian dan pencarian kehidupan setelah kematian; agama bahkan sudah menjadi penganjur kekerasan. Yang paling mutakhir tentu saja yaitu penghalangan pendirian tempat ibadah maupun peribadatan umat kristen GKI Yasmin Bogor dan Gereja HKBP Philadelphia Bekasi, juga Gua Maria Giri Wening di Gunung Kidul Yogyakarta. Selain itu, pembubaran diskusi yang menghadirkan Irshad Mandji -seorang reformis Islam dari Kanada- yang diadakan di Solo dan Jakarta juga menjadi peristiwa yang memiriskan hati; kekerasan sudah juga diperhadapkan pada pikiran.

Hal kekerasan atas nama agama memang bukanlah barang baru. ICRP sendiri didirikan salah satunya untuk menolak kekerasan atas nama agama yang selama ini terjadi. Salah satu hal yang mendorong kekerasan atas nama agama adalah adanya klaim kebenaran agama yang dipercaya memberikan amanat kepada manusia untuk melakukan hal-hal yang diperlukan untuk membentuk masyarakat yang dicita-citakan. Dalam kasus ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an, ayat-ayat mengenai hudud dan hukuman yang hampir semua menekankan pada hukuman fisik menjadi alat legitimasi, yang bahkan diterjemahkan dan diadopsi menjadi hukum negara. Maka jenis hukuman seperti hukuman cambuk, rajam, dan hukuman gantung pun diberlakukan dan dalam pelaksanaannya dipertontonkan kepada khalayak umum.

Hal ini yang kemudian coba untuk dipotret dalam film ”Mencari Kartika; a documentary film by Norhayati Kaprawi”. Dalam film yang mendokumentasikan penghukuman Kartika Sari Dewi Shukarno di Malaysia, sehubungan dengan minum minuman keras yang dilarang oleh hukum syariah. Film ini memuat komentar-komentar dari berbagai kalangan mengenai pendapat mereka tentang penghukuman itu. Yang lebih penting pula, film ini memperlihatkan bagaimana pengaruh tayangan publik hukuman cambuk terhadap prilaku anak-anak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berbagai contoh penampilan kekerasan, walaupun atas nama agama, telah membuat seolah kekerasan itu merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.

Film ini mendorong kami untuk menarik fakta-fakta yang ada ke dalam konteks ke-Indonesia-an kita. Jika kita melihat banyaknya aksi kekerasan atas nama agama yang juga diikuti dengan kekerasan-kekerasan siswa yang makin mengkhawatirkan, kami berprasangka bahwa kekerasan atas nama agama ini juga telah turut membudayakan jalan kekerasan dalam menangani masalah apa pun dalam kehidupan masyarakat. Atau mungkin saja pendidikan agama di sekolah sudah sejak awal menerima kekerasan sebagai sebuah hal yang lumrah. Jika hal ini benar terjadi, maka pelajaran agama bukan saja telah gagal dalam menanggulangi budaya kekerasan siswa; tapi pelajaran agama telah memicu dan melanggengkan perpektif kekerasan dalam pemikiran siswa.

 

B.     Pertanyaan-Pertanyaan Penting

Dari fakta-fakta dan persangkaan diatas, beberapa hal yang menjadi pertanyaan bersama tentang masalah ini antara lain:

  1. Apakah perilaku kekerasan berdasarkan agama dapat memicu terjadinya budaya kekerasan dalam masyarakat dan pada giliranyya membiasakan kekerasan sebagai solusi dalam kehidupan bermasyarakat?
  2. Apakah pemahaman kekerasan berdasarkan agama telah masuk ke dalam pendidikan agama di sekolah sehingga agama tidak saja gagal menanggulangi kekerasan, tapi juga berkontribusi dalam melanggengkan budaya kekerasan?
  3. Jika pun bisa, adakah cara untuk mengurai kekerasan, agama, dan pendidikan dalam kehidupan masyarakat kita?

C.    Tujuan

Adapun tujuan kami menyelenggarakan Sekolah Agama ICRP seri ”Agama, Kekerasan, dan Pendidikan” ini adalah:

  1. Mengetahui fakta dan persepsi masyarakat Malaysia tentang penerapan syariat Islam, sebagai sebuah negara dengan kondisi geografis dan antropologis yang dekat dengan Indonesia.
  2. Mencoba mengurai silang-sengkarut budaya kekerasan yang terjadi di Indonesia.

D.   Nama Kegiatan

Pemutaran Film ”Mencari Kartika” dan Sekolah Agama ICRP seri ”Agama, Kekerasan, dan Pendidikan”

Hari/ Tanggal   : Jum’at, 11 Mei 2012

Waktu                  : Pukul 19.00 WIB

Tempat               :  Sekretariat ICRP, Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34 Jakarta Pusat

Narasumber   :

  • Norhayati Kaprawi (Pembuat Film, Aktivis Perempuan Muslim Malaysia)
  • Mohammad Monib (Koordinator Divisi Pendidikan ICRP)

 

 

Selamat datang dan berdiskusi

Salam

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close