Agenda

Sekolah Agama: Gereja Mormon, Sejarah, Ajaran dan Karyanya

Joseph Smith (Sumber: //id.wikipedia.org)

Pengantar

Gereja Mormon atau Gereja Yesus Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir didirikan oleh Joseph Smith di Amerika Serikat pada  6 April 1830. Joseph Smith dianggap sebagai nabi baru yang memulihkan Injil dan Imamat di bumi. Ketika berumur 14 tahun Bapa Surgawi dan Yesus Kristus menampakan diri padanya saat sedang berdoa memohon hikmat tentang gereja mana yang paling benar. Joseph Smith mendapat amanat untuk mendirikan gereja yang baru ini. Pada masa itu semangat keagamaan sedang melanda bagian sebelah barat New York. Dalam penglihatannya itu ketika dia sedang berdoa tampak 2 orang yakni Allah Bapa dan putranya Yesus Kristus. Menurut Joseph Smith kedua orang ini menyarankan agar ia tidak mengikuti salah satu pun dari gereja dan agama yang ada disekitarnya karena semua perhimpunan itu mempercayai ajaran yang keliru. Hal inilah yang mendorongnya untuk membuat agama baru, agama mormon.

Menurut gereja Mormon Allah Bapa dan Yesus Kristus keduanya ada dalam bentuk dan sosok tubuh manusia yang sempurna tetapi dipenuhi kemuliaan yang sangat besar. Sebelum manusia tinggal di dalam dunia mereka tinggal bersama Allah dan Anak-Nya Yesus Kristus. Manusia pada mulanya juga bersama dengan Allah, akal budi atau terang kebenaran. Manusia tidak diciptakan atau dibuat, sebagaimana Allah pada mulanya, demikian pula kita sekarang, bahwa manusia bisa menjadi Allah, sama dengan “Allah-allah” lainnya.

Saat ini pengikut Mormon sudah tersebar di 160 negara dengan jumlah pengikut sekitar 10 juta. Yang menarik adalah misi Mormon kebanyakan dilakukan oleh angkatan muda (tiga perempat aktivis mormon). Pelayanan dilakukan oleh kaum awam dengan biaya sendiri dimulai dari usia 12 tahun. Mereka menyerahkan dua tahun hidup mereka melayani sebagai utusan misi. Misi Mormon luar biasa, saat ini disebut telah memiliki 56 ribu lebih utusan misi yang bekerja di lebih dari 160 negara termasuk Indonesia. Gereja Mormon memiliki 15 pusat pelatihan misi, dan yang terbesar bertempat di ‘Provo’. Mereka juga memiliki Brigham Young University dengan 29.000 mahasiswa yang merupakan universitas swasta terbesar di Amerika Serikat. Salah satu dosen BYU dan pusat pelatihan di Provo adalah Stephen Covey yang terkenal dengan bukunya ‘The 7 Habits of Highly Effective People.’

 

Gus Dur dan Stephen Covey

Di Indonesia memang aliran Mormon sudah lama masuk dan mendirikan gereja pula, namun perkembangannya yang mencolok terjadi setelah kunjungan Gus Dur ke Salt Lake City, Utah, USA untuk berobat mata telah membuka kemungkinan perkembangan aliran ini di Indonesia mendapat dukungan politis. Daya dorong lainnya adalah penyebaran pelatihan pengembangan diri ‘The 7 Habits of Highly Effective People’ yang bernafaskan doktrin Mormon yang ditulis oleh Stephen Covey, seorang penatua/pengajar di Provo, Utah, pusat pelatihan misi Mormon.

Tidak dapat disangkal bahwa salah satu alasan perkembangan pesat Mormon juga didorong populernya ajaran Mormon yang senafas dengan ‘New Age’ yang dipopulerkan melalui sistem pelatihan bisnis ’7 Habits’ yang bernafas ajaran Mormon yang populer di seluruh dunia. Dalam ajaran ’7 Habits’ yang disebut ‘Prinsip’ tidak lain adalah ‘kemandirian’ manusia yang bebas dari dosa (paradigma lama yang harus dihilangkan), dan yang disebut sebagai ‘Pro-Aktif’ adalah tindakan manusia mandiri yang dengan ‘kehendak bebas’nya memilih ‘lingkaran pengaruh’ atau ‘lingkaran kepedulian’ dan menjadikannya sebagai ‘manusia berhasil’ (ibarat ilah-ilah yang kekal).

 

Sekolah Agama ICRP

Dengan demikian, maka membuka tahun 2012,  Sekolah Agama ICRP ingin mengangkat tema: Gereja Mormon, Sejarah, Ajaran dan Karyanya. Mengingat agama Mormon walau sudah cukup lama namun belum banyak diketahui oleh sebagian besar masyarakat kita, maka diharapkan utusan dari Gereja Mormon adalah seorang yang kompeten mengetahui asal-usul gereja Mormon. Kami berharap semoga kehadiran utusan Gereja Mormon ke ICRP dalam Diskusi Sekolah Agama akan lebih meningkatakan hubungan bukan hanya antara ICRP dengan Gereja Mormon tetapi juga antara Gereja Mormon dengan masyarakat luas dalam mewujudkan hubungan beragama yang rukun, harmonis dan pluralis

Seri                     :  Gereja Mormon, Sejarah, Ajaran dan Karyanya

Hari/Tanggal   : Jum’at, 3 Februari 2012

Waktu                 :  Pukul 19.00-selesai

Pembicara        :  Bpk Subandrio

Tempat               :  Sekretariat ICRP.  Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34 Jakarta Pusat.

 

Semoga teman sekalian berkenan hadir

Salam keberagaman!

 

Show More

Related Articles

2 Comments

  1. Bagus sekali programnya. Saya rasa bukan hanya mormon, tetapi juga bisa gereja-gereja lainnya, yang cenderung diangap sesat dan didiskriminasi tanpa berpikir terlebih dahulu. Padahal, gereja umumnya bersikap kasih, sekalipun itu musuhnya. Saya bukan mendukung supaya banyaknya aliran di dunia ini, yang saya tekankan adalah sikap saling menghormati di antara umat berkeyakinan entah apa pun itu keyakinannya. Kalau mmg kita yg kita yakini benar mari kita tunjukkan dalam kehidupan, jgn melalui perkataan yg merendahkan org lain, sebab Firman di dalam Alkitab mengatakan jgn katakan kamu mengasihi aku, sedangakn kamu membenci sesamamu manusia (maaf kalau tidak persis seperti di Alkitab). salam..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close