Harian

[:id]Sejuk Berikan Diversity Award Untuk Jurnalis yang Pro Keragaman[:]

[:id]Jakarta, ICRP – Serikat Jurnalis Keberagaman (Sejuk) memberikan penghargaan kepada wartawan pro keragaman yang tidak hanya mengabarkan berita tetapi juga membawa misi perdamaian. ┬áSelain memberikan penghargaan terhadap para jurnalis, pada tahun 2016 ini sejuk juga memberikan beasiswa pendidikan untuk jurnalis-jurnalis muda yang mengembangkan bakat jurnalistik perdamaian.

“Bagaimanapun, intoleransi dan kekerasan atas nama gama masih menjadi tantangan panjang demokrasi bangsa ini. Agresivitas kelompok-kelompok intoleran di masyarakat dan maraknya aturan atau kebijakan pemerintah yang diskriminatif menjadi penyebab terus terlanggarnya hak dan kebebasan warga negara. Sehingga sebagai pilar demokrasi keempat, kesetiaan menginformasikan dalam kerangka mengedukasi masyarakat untuk mempromosikan kebebasan beragama dan berkeyakinan menjadi pertaruhan media massa supaya kewarasan publik terjaga” demikian tulis Sejuk.

Dari penelitian dari Wahid Institute dan Setara Institute menunjukkan kasus pelanggaran kebebasan beragama mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Karena itu pula, penting bagi media atau jurnalis untuk teguh mengamalkan peran watchdog agar negara dan aparaturnya bertanggung jawab menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak dan kebebasan dasar warga untuk beragama, berkeyakinan, beribadah, berpendapat dan bereskpresi sesuai iman dan hati nurani, dengan keragamannya masing-masing,” keterangan Sejuk.

Diversity Award 2016 diberikan kepada wartawan yang menghasilkan karya-karya jurnalistik yang kuat dan mendalam menyuarakan isu toleransi beragama dengan berkeyakinan yang berbeda. Total hadiah Diversity Award 2016 senilai Rp. 50.000.000 yang diberikan kepada lima pemenang dari lima kategori.

Berikut ini pemenang-pemenang Diversity Award 2016:

  1. Kategori media cetak: Furqan Ulya Himawan dari Media Indonesia dengan karya Toleransi Memudar di Kota Pelajar
  2. Kategori media online: Heyder Affan dari BBC Indonesia dengan karya Wahabi dan Islam Moderat di Indonesia
  3. Kategori Fotografi Jurnalistik: Jessica Helena Wuysang, dari LKBN Antara dengan karya Pengusiran Warga eks-Gafatar
  4. Kategori media radio: Margi Ernawati, dari radio Elshinta Semarang dengan karya al-Kautsar Bukanlah Pemicu Gusar

Selamat, semoga menjadi inspirasi untuk memberitakan keberagaman dan perdamaian di Indonesia[:]

Tags
Show More

Related Articles

One Comment

  1. Pro keragaman?

    penghargaan yang ambigu kalau menurut kami, seolah-olah yang lain adalah tidak pro kepada keberagaman, sebelumnnya kami mau tanya dulu definisi keberagaman yang dimaksud diata apa, pluralitas atau pluralisme?

    kalau pluralitas ok ok saja, namun kalau pluralisme maka wajib di tolak.!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close