Harian

Sampang Semakin Memprihatinkan

Konflik yang membuncah terhadap masyarakat Syiah di Sampang Madura semakin memprihatinkan. Masyarakat Syiah yang dijadikan objek kerusuhan massa beberapa waktu lalu harus mendekam dipengungsian dengan perlakuan yang memprihatinkan. Seperti dilaporkan oleh Ading Segaf salah seorang relawan yang terjun langsung dilapangan Senin (09/01/2012) kemarin via email.

Ading segaf menceritakan bagaimana upaya-upaya yang dilakukan aparat untuk membatasi fasilitas yang dibutuhkan oleh para pengungsi. Seperti yang diceritakan Ust. Tajul Muluk (tokoh yang dijadikan target utama oleh pelaku kerusuhan dan provokator) kepada Ading Segaf. Bantuan yang telah tersedia dibiarkan menumpuk begitu saja sedangkan para pengungsi yang berjumlah sekitar 300-400 jiwa tersebut sangat membutuhkan bantuan.

Para relawan yang siap sedia membantu para pengungsi tidak dibiarkan membantu para korban. Jika itu tejadi, relawan tersebut harus melewati pemeriksaan ketat aparat. Ading Segaf menceritakan keadaan pengungsi yang berada di Gedung Olah Raga (GOR) tidak seperti pengungsi-pengungsi korban bencana yang mendapat bantuan seperti semestinya, melainkan seperti korban pengungsian perang yang dijaga ketat segala aktifitasnya dan dibatasi semua fasilitasnya . Tetapi siapakah yang perlu diamankan. Apakah para pengungsi atau sebaliknya para pelaku teror yang masih bebas berkeliaran. Karena sebenarnya menurut  Ading Segaf aparat telah mengantongi identitas para pelaku teror lengkap dengan bukti-bukti kejadian, tetapi sampai kini aparat tidak melakukan penangkapan.

Ading Segaf melalui tulisannya membeberkan kelambatan aparat dan pemerintah setempat dalam menangani konflik sampang. Para pelaku dibiarkan bebas berkeliaran sedangkan para korban harus tinggal dipengungsian yang minim fasilitas dan bantuan dengan kondisi fisik dan mental yang tertekan.

baca laporan lengkap disini

Laporan Terkini Pengungsi Tragedi Sampang

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close