Ahmad Nurcholish

Rumah Ibadah sebagai Rumah Kemanusiaan

Saat pandemi Corona mulai merebak himbauan untuk tidak beribadah di rumah ibadah mulai diterapkan. Lantas apakah kita mesti menutup semua ruimah ibadah untuk layanan keumatan? Saya berpikir justru  dengan menunda salat jumat, salat berjamaah, kebaktian minggu, dan sebagainya, bukan berarti rumah-rumah ibadah berhenti beraktivitas. Ritual ibadah boleh ditunda, tapi rumah ibadah seharusnya tetap memerankan fungsinya sebagai pusat pelayan umat.

Bayangkan jika sebagian rumah ibadah tersebut dijadikan sebagai Posko Penanganan Corona, maka masyarakat sekitar pun mendapatkan kemudahan dalam menerima informasi yang akurat, pengecekan dan penanganan kesehatan serta memberikan bantuan sosial yang dapat dihimpun dari warga lain yang memiliki kemampuan lebih.

Dengan demikian, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh rumah ibadah, adalah seperti berikut:

Pertama, menjadi pusat informasi dan konsultasi bagi masyarakat sekitar terkait persoalan pandemi corona dan dampaknya. Takmir atau pengurus rumah ibadah bisa melakujkan pendataan warga jemaatnya. Siapa warga jemaahnya yang sehat, mengalami gejala sakit, dansebagainya. Ini bisa bekerjasama dengan pengurus RT/RW atau kelurahan.

Kedua, pusat pengecekan dan penanganan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan sehingga tidak perlu pergi ke Rumah Sakit yang jaraknya jauh. Ini bisa bekerjasama dengan puskesmas/klinik atau pusat layanan kesehatan terdekat atau menghimpun relawan kesehatan yang mau mengabdikan diri untuk itu.

Ketiga, menjadi pusat penggalangan bantuan (entah berupa uang, sembako, masker, hand sanitizer, dll) lalu menyalurkannya kembali bagi mereka yg membutuhkan.

Keempat, menjadi pusat penguatan dan pengembangan ekonomi warga terdampak pandemi corona ini. Tiap-tiap wilayah (RT/RW/Kel) pasti punya sumberdaya manusia (SDM) dengan latar belakang skill dan pengalaman yang beragam. Semasa pandemi ini mereka lebih banyak di rumah karena tidak ke kantor. Lewat skill dan pengalaman yang mereka punya kita bisa merumuskan hal-hal apa yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat terdekat karena dampak corona ini.

 

Dengan demikian, ibadah ritual kita boleh tak lagi berpusat pada rumah ibadah, tapi rumah ibadah bisa kita jadikan sebagai sarana untuk ibadah sosial.

Bagaimana menurut saudara semua?

  • Penulis: Ahmad Nurcholish (Dosen Religious Studies, Intelektual Muslim)
Tags
Show More

Kris Hidayat

Bidang Filantropi dan Pengembangan Masyarakat ~ ICRP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close