Kliping Berita

Puluhan Santri Perempuan Jadi Korban Kekerasan Seksual

Sebanyak 85 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren di Jawa Tengah mulai 2009 hingga 2012. Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah Fatkhurozi menyatakan lembaganya menemukan tujuh kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok. “Kekerasannya berupa sodomi, perkawinan paksa, pelecehan seksual, dan perkosaan,” kata Fatkhurozi di Semarang kemarin.
Dia menjelaskan, di Jawa Tengah ditemukan kecenderungan meningkatnya kasus kekerasan seksual kepada perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan pesantren atau lembaga pendidikan nonformal berbasis agama. Menurut Fatkhurozi, kekerasan seksual itu terjadi di pondok pesantren di Kota Semarang, Wonogiri, Ungaran, Klaten, dan Jepara.
Fatkhurozi memperkirakan jumlah kasus dan korban kekerasan di lingkungan pondok pesantren bisa terus bertambah. Sering kali kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pondok pesantren tak terungkap. Sebab, biasanya korban takut melapor. “Pengelola pondok pesantren kadang menggunakan dalil agama sebagai legitimasi melakukan tindak kekerasan,” kata dia.
Agama dipakai sebagai modus untuk melakukan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. “Dengan kedok agama atau pondok pesantren, pelaku bisa bebas melakukan kekerasan seksual karena dianggap aman dan nyaman,” katanya.
Menurut dia, meski pelaksanaan hak asasi perempuan di Indonesia dianggap lebih maju daripada negara muslim lain, banyak ditemukan kasus kekerasan terhadap perempuan yang berakar dari pemahaman keislaman. Misalnya kasus kawin siri, kawin paksa, poligami, sunat perempuan, dan kekerasan dalam rumah tangga.
Menurut Fatkhurozi, kebijakan dan budaya di negara muslim yang dianggap tidak mendukung pelaksanaan hak asasi perempuan menjadi perhatian Komisi HAM Organisasi Konferensi Islam pada pertemuan di Jakarta pada tahun ini. Hari ini, 8 maret, diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. ROFIUDDIN
Sumber: Tempo.co

Show More

Related Articles

2 Comments

  1. pak ini jg kasus yg ada di lingkungan kami, pelecehan seksual thd anak2 laki2 di pesantren.sudah di laporkan ke pihak yg berwajib namun hasilnya smpai sekarang msh menggantung, minta solusi? trima kasih

  2. celaka dan dosa besar bagi pelakunya…. Tahu agama buat melampiaskan hawa nafsu….mendingan jadi gembel sekalian……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close