Khusus

Press release Majelis Jemaat GKI Yasmin (1 Januari 2012)

MAJELIS JEMAAT GEREJA KRISTEN INDONESIA

Mendukung dan Menanti Kewenangan Presiden Republik Indonesia
Diwujudnyatakan di Kota Bogor

Satu hari setelah Ibadah Natal GKI Bapos Taman Yasmin 2011 yang terusir 25 Desember 2011 , media massa mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Kepresidenan, yang menyatakan ketidaksukaan Presiden atas kondisi diskriminasi pada GKI Bapos Taman Yasmin yang tidak juga selesai, dimana putusan Mahkamah Agung terus saja diabaikan oleh Wali Kota Bogor Diani Budiarto. Presiden menyatakan telah menugaskan para menteri terkait untuk memastikan tegaknya hukum secara tegas dalam kasus GKI Bapos Taman Yasmin.

Namun hari ini,  Minggu 1 Januari 2012, ternyata Wali Kota Bogor Diani Budiarto terus saja mengunci dan menyegel gereja GKI Bapos Taman Yasmin yang sah sesuai putusan Mahkamah Agung dan Rekomendasi Wajib Ombudsman Republik Indonesia.  Wali Kota juga patut diduga terus saja secara sengaja membiarkan kelompok radikal intoleran yang untuk kesekian kalinya mengintimidasi dan mengusir jemaat GKI Bapos Taman Yasmin.  Lagi dan lagi, ibadah jemaat akhirnya kembali terusir di depan mata aparat kepolisian dan satpol PP tanpa ada upaya tegas untuk menegakkan putusan Mahkamah Agung dan Rekomendasi Wajib Ombudsman Republik Indonesia.

Peristiwa hari ini memperlihatkan secara terbuka bahwa Wali Kota Bogor Diani Budiarto ternyata terus saja membangkang pada putusan hukum dan institusi negara/lembaga negara.  Dimulai dari pengabaian dan pembangkangan terhadap Mahkamah Agung, pengabaian dan pembangkangan terhadap Ombudsman Republik Indonesia, pengabaian dan pembangkangan terhadap anggota-anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mengecam pembangkangan hukum Wali Kota Bogor dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi 3, kini, lembaga negara selanjutnya yang secara terbuka diabaikan dan dilecehkan Wali Kota Bogor adalah lembaga kepresidenan Republik Indonesia, langsung terhadap diri dan pernyataan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebagai bagian dari warga negara yang taat pada hukum dan konstitusi, jemaat GKI Bapos Taman Yasmin akan terus mencoba mempertahankan hak kami untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaan kami di gereja kami yang sah sesuai putusan Mahkamah Agung dan Ombudsman Republik Indonesia.  Kami secara tegas mendukung sikap dan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat memprioritaskan penegakkan hukum, kami mendukung Presiden untuk menggunakan kewenangannya sesuai UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang ada, untuk memastikan tegaknya hukum dan konstitusi di negara kita.  Kami sangat mendukung Presiden Republik Indonesia yang pernyataannya adalah untuk memastikan bahwa tidak ada pejabat publik manapun, termasuk Wali Kota Bogor Diani Budiarto, yang akan dibiarkan melawan hukum dan konstitusi negara dan yang patut diduga membiarkan diri dan jabatannya terlalu dekat dengan kelompok-kelompok radikal anti-Pancasila, UUD 1945 dan NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika.

Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih  atas segala dukungan LINTAS IMAN yang konstans kami terima untuk tegaknya hukum pada kasus GKI Bapos Taman Yasmin.  Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran IFDAL KASIM (Ketua Komnas HAM) dan INDAH KURNIA (Anggota DPR RI) yang memantau langsung peribadatan GKI Bapos Taman Yasmin di 1 Januari ini. Bersama-sama, marilah terus kita berdoa dan berjuang untuk mempertahankan Indonesia sebagai rumah bersama bagi semua.

Semoga Tuhan memberkati Indonesia ditahun yang baru ini:  “Selamat Tahun Baru, semoga Tuhan beserta kita selamanya”.

Bogor,  1 Januari 2012
Hormat kami,

Majelis Gereja Kristen Indonesia,
Jl. Pengadilan 35 Bogor

Pdt. Ujang Tanusaputra
Ketua Umum

Pnt. Diah Renata Anggraeni
Wk. Sekretaris Umum

Show More

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close