Siaran Pers

Pers Release Maraknya Aksi Kekerasan dan Penolakan Diskusi Irshad Manji

Press Release

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

Penyerangan dan pembubaran paksa oleh kelompok ORMAS keagamaan pada diskusi buku Irshad Manji di Balai Soedjatmoko Solo (Kamis, 3 Mei 2012), Galeri Salihara Pasar Minggu Jakarta (Jum’at, 4 Mei 2012), Kantor Penerbit LKIS Yogyakarta (Rabu, 9 Mei 2012) serta pelarangan diskusi di CRCS Pascasarja UGM Yogyakarta merupakan bentuk pelanggaran kebebasan berfikir dan berekspresi yang telah jelas dijamin oleh konstitusi.

Dilain pihak, maraknya kekerasan atas nama agama serta “gamangnya” aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap warganya. Kasus pemukulan aktifis SEJUK Tanthowi Anwari (Thowik) yang sedang memantau pelaksanaan ibadah HKBP Filadelfia Bekasi (Minggu, 6 Mei 2012), semakin menunjukkan terancamnya jaminan kebebasan beribadah dan berkeyakinan, serta kegagalan penegakan hukum dan HAM di Indonesia.

Untuk itu, ICRP menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Pemerintah telah memasung kebebasan intelektual dan berfikir dengan melarang diskusi dan berkembangnya ide kemanusiaan.
  2. Sebagai institusi pendidikan Rektor UGM seharusnya tidak melarang diskusi CRCS Pascasarja UGM Yogyakarta dengan Irshad Manji.
  3. Mengutuk keras aparat berwenang yang melakukan pembiaran tindak kekerasan dan malah terkesan membiarkan pelaku kekerasan melakukan kebrutalan.
  4. Mendesak Presiden dan jajarannya untuk meninjau ulang seluruh kebijakan dan seluruh kementrian terkait yang memungkinkan terjadinya perluasan prasangka dan kebencian.
  1. Polisi (kapolsek pasar minggu) telah melakukan pembohongan publik dan menebar ancaman serta tidak menangkap atau menghalau massa yang masuk dan mencoba mengganggu diskusi, justru  tindakan yang diambil polisi adalah mengakomodir tuntutan massa dan meneruskan aspirasinya untuk membubarkan diskusi.
  2. Polisi melakukan pelanggaran dengan membiarkan para penyerang untuk memasuki wilayah privat (pekarangan) orang lain, mengeluarkan ancaman-ancaman maupun pernyataan kebencian, dan melakukan pengrusakan.
  3. Kapolsek Tambun dan Kapolresta Bekasi telah melanggar ketentuan hukum dengan tidak melakukan penangkapan terhadap pelaku pemukulan Tantowi Anwari melainkan hendak memeriksa dan melakukan BAP terhadap Tantowi Anwari.
  4. Kepolisian harus mengambil langkah hukum yang tegas terhadap para pelaku kekerasan yang merusak kantor LKIS Yogyakarta.

Kami pengurus ICRP merasa prihatin atas tindakan kekerasan atas nama agama tersebut. “Negara cenderung despotis dengan memasung kebebasan intelektual dan melanggar konstitusi dengan tidak melaksanakan konvenan internasional terkait kebebasan beragama. Sedangkan sikap penolakan diskusi dan ide-ide Irshad Manji adalah sikap kerdil. Irshad Manji adalah intelektual muslim yang menyadari betul inti-inti ajaran Islam melalui kajian-kajian panjang dan menghargai kemanusiaan”  demikian ungkap Musdah Mulia

Semoga misi perdamaian, misi suci agama-agama, masih menjadi spirit kita semua dalam menjalani kehidupan bernegara dan berbangsa yang plural ini.

Jakarta, 10 Mei 2012

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

 

 

Musdah Mulia                                                          M. Imdadun Rahmat

Ketua Umum                                                               Sekretaris Umum

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close