Siaran Pers

Pernyataan Sikap Warga Jawa Timur dan Surabaya Terhadap Kedatangan Rizieq Shihab

Pada tanggal 22 November 2020, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Aliansi Cinta NKRI menolak kedatangan Habib Rizieq ke Jawa Timur.

Lalu dilanjut pada tanggal 23 November 2020, sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Front Pembela Bangsa Peduli Covid-19 membakar spanduk Habib RIzieq sebagai bentuk penolakan kedatangannya di Bandung, Jawa Barat.

Kemudian hari ini, 24 November 2020 dikeluarkan sebuah pernyataan sikap dan press rilis yang mengatasnamakan seluruh warga Jawa Timur dan Surabaya, sebagai berikut:

PERNYATAAN SIKAP DAN PRESS RILIS

Assalamualaikum wr wb,

Kami atas nama Seluruh Warga Jawa Timur dan Surabaya khususnya..

Menindak lanjuti berita yang beredar di media massa tentang kepulangan Rizieq Shihab yang mengaku diri sebagai Imam Besar yang selalu membuat kegaduhan atas kesatuan dan persatuan bangsa kita serta membuat kerumunan dengan jumlah skala besar yang menimbulkan klaster baru penyebaran Virus COVID19, dengan ini kami warga Jawa timur umumnya dan khusunya warga surabaya membuat pernyataan sikap :

  1. Surabaya adalah kota yg damai dan guyub dengan segala keberagaman latar belakang identitas warganya
  2. Warga surabaya menolak dengan keras segala bentuk tindakan intoleransi dan ekstrimisme yg rawan mengundang konflik horisontal dan membuat kecemasan kelompok lainnya
  3. Warga surabaya mendukung penuh sikap tegas TNI dan kepolisian kepada kelompok / organisasi yg selalu menebar narasi kebencian dan tak membangun kesetaraan sesama warga bangsa dalam hal ini khususnya kepada FPI yang di komandani oleh HRS
  4. Warga surabaya menolak keras kehadiran FPI dan organisasi atau kelompok sejenis yang berpotensi merusak persatuan warga khususnya warga kota Surabaya.
  5. Bahwa rencana Rizieq Shihab yang akan berkeliling di kota-kota di Indonesia dan mengancam pihak-pihak yang akan menghalangi, kami warga kota Surabaya dan Jawa Timur dengan tegas menolak kedatangan tersebut dan akan kami hadapi jika coba-coba memaksa!
  6. Pernyataan “jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya dipenggal di jalan”, bahwa hal itu bukan cerminan umat beragama di Surabaya dan Jawa Timur yang Plural dan Multikultural menjaga kedamaian dan kerukunan. Kami warga kota Surabaya dan Jawa Timur menyatakan Rizieq Shihab bukanlah Ulama!
  7. Kami juga tidak membutuhkan organisasi-organisasi ekstrimis yang didirikan Rizieq Shihab semacam FPI yang jelas-jelas mengancam kerukunan, perdamaian, dan keselamatan warga Surabaya dan Jawa Timur.
  8. Kami mendukung penuh semua aparatur negara termasuk POLRI dan TNI menindak tegas Rizieq Shihab dan antek-anteknya atas ancaman terhadap Pancasila dan UUD 1945.
  9. Bagi kami, Rizieq Shihab adalah simbol perpecahan / SARA. Bagi semua kelompok dan golongan warga masyarakat Surabaya dan Jawa Timur, mari kita semua berperan aktif menjaga kerukunan dan perdamaian serta menolak kedatangan Rizieq Shihab.

Demikian pernyataan sikap kami .

Surabaya 24, November 2020

 

Sumber ilustrasi: https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/aliansi-cinta-nkri-menolak-rencana-kedatangan-habib-rizieq-shihab-ke-jatim/

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close