Kliping Berita

Perdamaian Dunia, Tugas Bersama

Jurnalperempuan.com-Jakarta. Sabtu (10/4) bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, konferensi bertajuk Global Peace Leadership (GPL) digelar. Konferensi ini melibatkan lebih dari 150 stakeholder dari kalangan birokrat, akademisi, pengusaha, masyarakat sipil, dan LSM dari hampir seluruh negara di Asia Tenggara digelar. Penyelenggara konferensi, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan Global Peace Festival Foundation (GPFF) menyebut bahwa konferensi dengan tema “Peace Building for the 21st Century : Interfaith, Family and Service” tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk membangun sebuah kerjasama kepemimpinan untuk perdamaian di seluruh dunia, dengan berpegang pada satu prinsip yang universal, saling berbagi pengalaman dan nilai-nilai perjuangan. Konferensi Global Peace Leadership 2010 dibuka oleh Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, selaku ketua penyelenggara GPLC di Indonesia.

Dalam salah satu sesi pembahasan, Jim Flynn, Senior Vice President Global Peace Festival Foundation dengan makalahnya “Peacebuilding 2010 : Interfaith-Family-Service” menawarkan konsep kesatuan umat manusia di bawah Tuhan dan relasi keluarga untuk mewujudkan perdamaian. Flynn mengungkapkan bahwa sejatinya kita semua adalah sama-sama umat Tuhan dengan segala perbedaan, sehingga tidak ada alasan untuk menodai perdamaian di muka bumi. Flynn juga menyampaikan bahwa peran keluarga dalam mewujudkan perdamaian antar ras, suku dan agama, sangat penting, terutama karena adanya peran ibu di sana. Konsep ini dibangun berdasarkan asumsi bahwa keluarga inti adalah pondasi bagi pengetahuan tentang perdamaian.

Menanggapi uraian tersebut, seorang peserta mengingatkan bahwa sejatinya konsep kesatuan umat manusia di bawah Tuhan hampir mirip dengan konsep negara kita, Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-Beda tetapi Tetap Satu Jua. Keberagaman yang dimiliki oleh Nusantara adalah niscaya. Dan Peminggiran terhadap budaya asli, termasuk agama-agama kepercayaan yang masih banyak dianut oleh beberapa daerah adalah bentuk penodaan terhadap perdamaian. Peserta berharap, GPFF mampu menjawab tantangan tersebut, yaitu ketika budaya dan kepercayaan asli penduduk, nyaris tersingkir karena derasnya arus budaya yang masuk dari luar. Peserta dalam konferensi juga berharap bahwa untuk mengajarkan perdamaian sejak dini pada anak tidak hanya dibebankan pada perempuan saja, dalam hal ini si ibu. Dialog dan penguatan juga harus melibatkan pihak laki-laki.

Konferensi tersebut diadakan dalam rangka pembukaan Global Peace Festival 2010 yang rencananya akan diselenggarakan secara serempak pada 29-30 Oktober 2010 oleh beberapa negara di seluruh dunia, dan Indonesia menjadi wakil bagi negara-negara di Asia Tenggara. Global Peace Festival sendiri sudah pernah diadakan di beberapa negara, seperti Kenya dan Malaysia. Dengan mengangkat persamaan isu penting bagi semua negara, antar budaya dan kepercayaan, festival tersebut nantinya diharapkan dapat mewujudkan kerjasama yang kuat untuk mencapai perdamaian di seluruh dunia.

Show More

Related Articles

One Comment

  1. Kami sekelompok anak muda yang tergabung dalam sebuah Group band yang bernama Dupa band dari kota Kediri Jawa Timur sangat prihatin dengan kondisi Umat yang selalu di warnai Kekerasan,amuk massa, dan peperangan. Sebagai wujud kepedulian, Kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh umat untuk mencintai perdamaian lewat sebuah karya lagu yang kami ciptakan berjudul “Cinta Damai” dan “Peace Love”. Kami juga membentuk komunitas di Facebook dengan akun “Gerakan Damailah Negeriku” agar semua Umat bisa mendengarkan lagu perdamaian kami di akun tersebut. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar kedamaian bisa terwujud. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close