AgendaKegiatan Kami

Pengantar Kajian Ketigabelas Seksualitas dan Keluarga

Setelah pada kajian yang lalu kita membahas gender, kali ini kita akan mengangkat tema seksualitas dan keluarga. Ketika kita membahas gender, kita berbicara soal konstruksi sosial yang mengikuti kelamin dan seksualitas. Sedangkan seksualitas itu sendiri lebih banyak membahas tentang seks secara biologis dan orientasi seksual.

Ketika kita berbicara tentang seksualitas, tak luput juga kita berbicara mengenai kesehatan reproduksi yang merupakan elemen penting dalam seksualitas. Banyak wacana seputar pendidikan kesehatan reproduksi, baik untuk laki-laki dan perempuan, dianggap sebagai hal yang tabu, bahkan dilabeli haram karena dianggap mempromosikan seks bebas. Produk dari kesehatan reproduksi, seperti konsep KB dan turunannya banyak diharamkan dan dianggap sebagai bagian dari konspirasi yang ingin menghancurkan generasi Islam. Belum lagi kalau berbicara mengenai pendidikan seks yang lebih luas lagi, mencakup pembahasan otoritas tubuh, relasi kuasa dalam hubungan pacaran dan rumah tangga, dan seks sebagai kegiatan rekreasi. Bagaimana sebenarnya Islam memandang hal-hal ini? Memang, seksualitas sangat erat berkaitan dengan harkat dan martabat manusia.

Di dalam Islam, pemahaman yang umum mengenai keluarga yaitu keluarga merupakan salah satu elemen terpenting masyarakat, jika bukan yang terpenting. Keluarga tradisional inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak dianggap sebagai fondasi umat Islam, dan pendidikan serta pengasuhan anak-anak oleh orangtua diharapkan membentuk generasi Islam yang berkualitas di masa yang akan datang. Ada pengaturan peran yang saklek pula dalam gambaran keluarga ini: ia terdiri oleh ayah (laki-laki), ibu (perempuan), dan anak-anak; ayah bertugas menafkahi, mengayomi, sekaligus aktif berperan di kehidupan sosial, sedangkan ibu mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anak. Pola pendidikan dan pengasuhan yang dipercaya sebagai yang terbaik adalah pola yang dianggap ‘Islami’, yaitu melakukan ritual ibadah, menghafal Al-Quran (kadang tanpa memaknai), dan konsep dosa-pahala, Islam-kafir, surga-neraka.

Dalam kajian ini kita akan membahas apa itu keluarga dalam Islam, bagaimana posisi dan peran keluarga dalam umat, bagaimana sebenarnya pola pendidikan yang ‘Islami’ itu? Bagaimana pandangan Islam tentangan hubungan seksualitas di dalam dan di luar pernikahan? Tentang kesehatan reproduksi? Benarkah istri tidak diperkenankan menolak berhubungan badan dengan suami? Bagaimana kita menanggapi wacana kebencian tentang LGBT yang banyak beredar belakangan ini? Mengapa perempuan mendapat bagian warisan lebih kecil daripada laki-laki? Mengapa untuk menikah perempuan mesti diwakilkan oleh wali laki-laki—benarkah harus seperti itu? Bagaimana juga pandangan-pandangam Islam tentang mengangkat anak? Apakah betul tidak boleh mengangkat anak perempuan karena khawatir nanti pernikahannya tidak sah? Bisakah kita sebagai Muslim merombak bentuk-bentuk dan eksprektasi-ekspektasi pakem tentang keluarga dan seksualitas untuk menjadi lebih baik?

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close