Esai

Chris Poerba: Pendidikan Multikultur dan Pluralitas Budaya

 

Suatu ketika ada seorang yang dengan bangga mengatakan “Saya orang Indonesia!” maka pendapat ini tak sepenuhnya benar namun juga tak sepenuhnya salah. Tergantung bagaimana kita melihatnya.

Saya orang Dayak

Mengingat Indonesia sendiri terdiri beragam suku bangsa atau kesukubangsaan, maka penggunaan “Saya orang Dayak” akan lebih memungkinkan bila dibanding dengan sebutan: Saya orang Indonesia”.  Sebutan “Saya orang Indonesia”, sebenarnya sah-sah juga, namun kalau ditelisik maka hal tersebut masuk dalam pemaknaan kata Ika (dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika). Sehingga Ika merupakan negara Indonesia yang merupakan payung besar dari beribu-ribu suku bangsa yang ada di negara ini. Ika adalah Indonesia yang memayungi kita bersama. Penekanan terhadap ke-Ika-an, atau ke-Indonesia-an ini, sudahlah sangat jelas dan gamblang. Hal ini bukan hanya semakin banyak orang yang mengatakan “Saya orang Indonesia” namun karena telah di dukung oleh kurikulum pendidikan yang sifatnya lebih sentralistis (baca: terpusat).

 

lebih lengkap silahkan mengunduh:

http://www.ziddu.com/download/19794686/100_7642.JPG.html

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close