Frangky TampubolonVideo

Pelajaran Berbagi dari Realitas Pandemi Covid-19

Kesaksian Relawan Tanggap Bencana ICRP Peduli

Nama saya Frangky Tampubolon, saya tinggal di Bekasi dan saya aktivis perdamaian lintas agama. Saya ingin bercerita sesuatu yang membuat hati saya tersentuh beberapa waktu ini, khususnya beberapa bulan ini. Ada seorang ibu yang saya jumpai, ia menyampaikan bahwa ia telah kehilangan mata pencahariannya dan hari itu memberi kabar bahwa dia sudah tidak punya beras. Dan saya cukup kaget bagaimana pandemi covid-19 ini membuat dia sangat kesulitan.

Saya langsung memberikan apa yang ada di rumah kami, kebetulan saya baru membeli beras 5 kg. Lalu saya bagi beras itu untuknya, saya kirimkan dengan tambahan bumbu dapur dan lainya, itu membuat saya terkejut dengan realitas saat ini tentang pandemi covid ini. Kemudian saya berjumpa lagi dengan seorang ibu yang mengatakan saya demikian waktu saya memberikan telor, “Pak saya ini mungkin tidak akan mati karena covid,tetapi bisa saja saya mati karena kelaparan.”

Tetapi lain hal yang membuat saya lebih terkejut lagi, ketika saya bertemu lagi dengannya dan dia berkata, “Pak saya menerima bantuan telor, dan ternyata di sekitar saya banyak orang yang perlu bantuan, sehingga bantuan bapak saya bagi per seperempat kilo telor, supaya orang bisa ikut makan.”

 

Realitas tentang pandemi Covid-19 ini, sungguh-sungguh membuat saya tidak bisa diam tidak bisa tidur. Saya bersama teman membangun kepedulian, melalui lembaga yang kebetulan saya nahkodai, yakni ICRP. Kami membangun sebuah kebersamaan dengan teman-teman relawan, ICRP Peduli. Ini semua membuat saya sampai pada hal, apapun yang bisa kita lakukan, sekecil apapun yang kita lakukan mengatasi pandemi Covid ini sangat berarti.

Teman-teman ada yang memberikan bantuan kecil, ada yang memberikan bantuan sedikit demi sedikit. Dari semua ini, anda tidak perlu menunggu menjadi orang kaya atau memiliki segala hal baru bisa memberi kepada orang lain. Saya sendiri sangat tergerak ketika ada orang yang mengatakan dia tidak beruntung, tetapi dia juga mengatakan bahwa masih banyak orang lain yang tidak beruntung. Dan karena itu, kebersamaan yang dibutuhkan saat ini adalah kebersamaan yang sungguh-sungguh ingin membangun kehidupan solidaritas, kehidupan yang ingin memperhatikan satu dengan yang lain.

Kalau anda merasa tidak beruntung, lalu melihat orang lain lagi yang juga tidak beruntung, maka disitulah sebenarnya nilai-nilai kebersamaan itu ada, gotong royong itu ada.

Sampai kapan kita harus menerima realitas ini? Saya yakin kita semua pasti bisa melewati badai yang sangat besar ini. Dan ini mungkin peristiwa yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan terjadi, dimana dunia mengalami pergolakan yang sangat besar.

Kunci dari keberhasilan kita bersama melewati semua ini adalah, lihatlah disekeliling anda, perhatikanlah dan jangan merasa kita tidak pernah menjadi bagian dari sekeliling kita itu. Tuhan memberkati kita semua, dan saya yakin Covid-19 akan bisa kita atasi bersama.

Tags
Show More

Kris Hidayat

Bidang Filantropi dan Pengembangan Masyarakat ~ ICRP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close