Harian

Ogoh-ogoh: Antara Seni, Agama, dan Kritik Sosial

Menjelang perayaan Nyepi 23 maret 2012, warga Bali mulai beramai-ramai membuat ogoh-ogoh. Karya seni berbentuk patung ini dalam kebudayaan Bali menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.

Selain berbentuk raksasa, ogoh-ogoh juga sering digambarkan dalam bentuk Mayapada, Syurga dan Neraka, seperti: naga, gajah, garuda, Widyadari, bahkan dewa. Tetapi akhir-akhir ini kita melihat sesuatu yang berbeda. Ogoh-ogoh muncul dengan rupa “Tikus Kantor” dan “Miss Wisma”, sebelum itu juga muncul Amrozy, Inul Daratista, Gayus Tambunan dalam balutan seniman-seniman Bali.

“Pembuatan ogoh-ogoh ini selain sebagai kritik sosial, juga sebagai bentuk kekecewaan masyarakat tentang perilaku koruptor,” kata pembuat ogoh-ogoh, Nyoman Tenaya dalam detik.com, di rumahnya Jl Kapten Sujana, Denpasar, Kamis (8/3/2012).

Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran.

Seiring dengan berjalannya roda kehidupan, ritus-ritus keagamaan yang tadinya dianggap sakral ini berimprovisasi dengan sentuhan seni menjadi sebuah krtitik sosial atas ketidakadilan, keserakahan, dan kemunafikan.

Sebelumnya Ketua Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Bali IB Gede Wiyana menghimbau untuk tidak membuat kreasi ogoh-ogoh yang bertentangan dengan agama hindu, tetapi hal tersebut tidak menyulutkan niat kreatifitas, kritik sosial, dan juga ritual menyambut Nyepi warga Bali. [Mukhlisin/dari berbagai sumber]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close