Harian

Nyepi Tak Boleh Politis

Ketua Forum Kerukunan Antarumat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, IB Gede Wiyana mengimbau kepada seluruh warga Bali agar perayaan nyepi yang akan berlangsung tidak boleh menyinggung unsur SARA dan politis. Hal tersebut diungkapkan setelah sebelumnya pernah terdapat kreasi ogoh-ogoh yang menyerupai Gayus Tambunan yang tidak lain adalah terpidana kasus korupsi pajak.

“Kami sama sekali tidak menginginkan jika ogoh-ogoh yang penuh dengan simbol agama Hindu disalahgunakan untuk hal-hal yang bisa menimbulkan konflik bernuansa SARA di Bali,” ujar Wiyana di Denpasar, Senin 5 Maret 2012 seperti diberitakan vivanews.com.

Hal seperti itu harus dicegah sedini mungkin guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Bisa saja terjadi salah tafsir dan salah persepsi terhadap perayaan nyepi yang berdampak pada pergeseran sosial baik antar umat beragama maupun antar suku di Bali.

Karena pada perayaan sebelumnya banyak terdapat kreatifitas ogoh-ogoh yang dibikin masyarakat menyerupai figur artis, tokoh politik, bahkan terdapat ogoh-ogoh yang menyinggung agama tertentu.

“Kreatifitas itu boleh-boleh saja, tapi harus tetap memperhatikan makna dari semua simbol-simbol tersebut. Apakah sudah sesuai dengan simbol agama atau tidak,” ucap Wiyana dalam vivanews.com.

Sementara itu Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Barat, I Made Widiada Gunakarya menegaskan bahwa Hari Raya Nyepi ini perlu dijadikan momentum untuk memperbaiki kerukunan, kedamaian, dan kesejahteraan. Hal tersebut sesuai dengan tema Nyepi mendatang yaitu “Dilandasi Nilai Nyepi Saka Warsa 1934 dan Trikaya Parisudha, Kita Tingkatkan Kerukunan, Kedamaian, dan Kesejahteraan”. [Mukhlisin]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close