Harian

Musdah Mulia: Pemaksaan Agama Inkonstitusional

Sekitar 2000 warga Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat tengah menghadapi masalah yang serius. Pasalnya, 2000 warga Kabupaten Landak ini dianggap tidak layak jadi warga Negara Indonesia karena tidak menganut 6 agama resmi pemerintah. “Kalau tidak ada agama, mereka tidak layak jadi warga negara Indonesia,” ungkap nggota  Komisi D DPRD Kalbar, Miftah, seperti dikutip pontianakpost.com minggu (08/01/2012) kemarin.

Hal senada juga dilayangkan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Landak, Mudjazie Bermawie yang menginstruksikan kepada pembina dan penyuluh agama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha dan  Konghucu untuk mengajak 2000 warga tersebut masuk salah satu “agama pemerintah”.

Mengenai hal tersebut, Musdah Mulia, Ketua Umum ICRP berpendapat perlakuan pejabat lokal terkait 2000 warga Landak yg memilih hidup tanpa agama menunjukkan betapa terbatasnya pengetahuan mereka soal Pancasila dan Konstitusi. “Perilaku mereka dapat dinilai sebagai anti-Pancasila dan inkonstitusional” tegas Musdah Mulia.

Lanjutnya, suatu keyakinan keagamaan tidak harus dilembagakan dalam bentuk formal atau dilembagakan dalam bentuk organisasi apa pun. “Warga tersebut memang mengaku tidak beragama, dalam arti tidak menganut salah satu dari 6 agama yg ditetapkan pemerintah, tapi pada dasarnya mereka menganut agama lokal yang mereka warisi dari leluhur mereka.” Ungkap Guru Besar UIN Jakarta ini.

Pandangan para pejabat saat ini memang jauh dari apa yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Tidak sedikit pejabat yang mempunyai perspektif keagamaan yang justru bertolak belakang dengan intisari dasar Negara Indonesia. “Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila tidak hanya merujuk pada 5 agama formal (menjadi 6 sejak diakuinya Konghucu tahun 2006), seperti dipahami oleh banyak pejabat. Sila pertama itu merupakan intisari dari semua ajaran agama dan keyakinan kepada zat yg dianggap Tuhan atau Yang Maha Esa.” Oleh sebab itu, perlu adanya reinterpretasi arah dan tujuan bangsa seperti yang wariskan para pendiri bangsa “Mari membaca ulang pandangan para pendiri negara yg begitu arif dan bijaksana sehingga kita memahami betul kemana arah tujuan negara ini didirikan.” Simpul intellektual muslimah ini. [M. Mukhlisin]

Show More

Related Articles

7 Comments

  1. Sila pertama itu merupakan intisari dari semua ajran agama dan keyakinan kepada zat ATAU NON ZAT (Roh) yang dianggap Tuhan atau Yang Maha Esa.

  2. Siti Musdah Mulia adalah seorang perempuan yang sangat bijaksana. Dia selalu mendukung keadilan dan kesetaraan bagi semua manusia.

  3. Bukan pemaksaan agama, akan tetapi pengetahuan dan kearifan lokal menjadikan masyarakat tersebut lebih memiliki kekuatan kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan agama yang lainnya. Tidak mengenal atau memahami Pancasila bukan berarti masyarakatnya yang harus disalahkan, pemerintah harus sadar diri bukan mengadu domba, apa bedanya msyarakat Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat tengah, dengan orang rimba yang ada dijambi dan orang-orang terpencil yang ada di Papua???

  4. Trus Kafir kah mereka???

    Klu mereka minta merdeka karena keyakinannya tidak di akui Indonesia bagai mana??
    trus indonesia akan sebut mereka GPK???

    Hak azasi Cuy..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close