BukuPerpustakaan

Musdah Mulia: Buku KBMM Refleksi Pengalaman Penulisnya

.. refleksi Penulis berinteraksi dengan penganut agama berbeda, khususnya penganut agama Kristen

Prof. Musdah Mulia mengapresiasi buku karya Ahmad Nurcholish, “Kristen Bertanya Muslim Menjawab” disingkat KBMM. Sebagai Muslimah, ia meyakini bahwa agama Kristen adalah paling dekat dengan keyakinan Islam. Jika diumpamakan keluarga, Kristen adalah kakak kandung Islam.

Alqur’an, menurut Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace ini mewajibkan umat Islam untuk mengimani semua Nabi dan Rasul Allah swt serta kitab suci yang diturunkan kepada mereka. Umat Islam diwajibkan mengimani Nabi Isa a.s. dan Injil, seperti mengimani Nabi Muhammad saw dan Alqur’an. Figur sentral dalam agama Kristen, terutama Ibunda Maryam dan puteranya, Isa al-Masih diposisikan sangat mulia dalam Alqur’an. Mereka disebut sebagai orang-orang suci yang patut diteladani semua manusia.

Letak penting buku ini menurut Musdah adalah menjelaskan ajaran Islam yang benar dan kompatibel dengan nilai-nilai kemanusiaan universal sehingga selaras dengan prinsip demokrasi dan pluralisme beragama, serta juga selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi ideologi bangsa Indonesia.

“Buku ini membuka wawasan kita tentang kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat. Masyarakat Muslim sering salah memahami ajaran Kristen, sebaliknya umat Kristen pun tidak sedikit yang salah faham terhadap Islam seperti terbaca dalam sejumlah pertanyaan dalam buku ini. Kesalahfahaman tersebut perlu diakhiri atau paling sedikit dikurangi sehingga ketegangan dalam relasi Islam-Kristen bisa diurai dan diluruskan. Berharap ke depan nanti, umat Islam dan umat Kristen dapat duduk bersama, berdialog secara santai dan bahagia membincangkan ajaran masing-masing tanpa ketakutan dengan tuduhan penistaan agama,” terang guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini.

Ahmad Nurcholish, penulis buku ini adalah Wakil Direktur ICRP, sebuah organisasi lintas iman yang menekuni pembelaan terhadap kelompok minoritas agama dan kepercayaan serta mengkampanyekan prinsip kebebasan beragama yang bertanggung jawab.

“Tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan refleksi pengalaman penulis dalam berinteraksi dengan penganut agama berbeda, khususnya penganut agama Kristen,” tandas penulis buku Ensiklopedia Muslimah Reformis ini.

Dalam konteks membangun Indonesia, Musdah menyaksikan kehadiran agama Kristen di Indonesia telah berkontribusi memberikan pencerahan dan melakukan upaya-upaya transformasi ke arah bangsa yang berkeadaban. Ajaran Kristen yang mengutamakan cinta kasih kepada sesama manusia menjadi modal utama pembangunan bangsa demi merajut perdamaian dan kehidupan bersama yang harmoni.

Para tokoh utama Kristen: Protestan dan Katolik, menurut Musdah, juga berkontribusi dalam upaya merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Mereka telah gigih berjuang bersama dengan tokoh-tokoh Islam, Buddha, Hindu, Konghucu, Baha’i dan beragam kepercayaan lainnya demi mewujudkan Indonesia merdeka dengan mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila. Para tokoh agama sepakat menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi dan menjadi rumah bersama di mana mereka dapat saling membantu untuk kemajuan Indonesia.

“Seluruh anak bangsa yang berbeda agama dan kepercayaan hendaknya selalu meneladani sikap demokratis dan pluralis dari para pendiri bangsa tersebut. Hanya dengan cara itulah kita dapat mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, demokratis dan berkeadaban,” pungkasnya. 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close