AgendaBukuHarianKegiatan Kami

Menuju Indonesia Maju dan Bebas Radikalisme

Kuliah Umum di Aula Kampus President University, Cikarang Jawa Barat

Prof. Siti Musdah Mulia memberikan Kuliah Umum dengan tema, “Menuju Indonesia Maju dan Bebas Radikalisme” di Aula Kampus President University, Cikarang Jawa Barat (5/1).
Hadir di kegiatan tersebut rektor dan civitas akademia President University, khususnya mahasiswa dan pengajar dari Fak. Humaniora.

Radikalisme merupakan musuh besar yang sering tidak disadari keberadaannya, terutama radikalisme yang bersembunyi dibalik jubah agama.

Mengapa radikalisme berbahaya? Paling tidak, karena dalam radikalisme diajarkan kebencian terhadap demokrasi, pluralisme, feminisme, nasionalisme dan Pancasila.

Dengan menggunakan topeng agama yang selalu terkesan suci, para radikalis ini menyebarkan virus kebencian dan permusuhan kepada yang berbeda dan tidak sejalan dengan ideologi mereka. Mudah sekali mereka menuduh orang lain yang berbeda dengan tuduhan sesat, murtad dan kafir.

  1. Perempuan seringkali menjadi sasaran dan target utama dalam gerakan radikalisme. Sebab bagi mereka, upaya permunian agama harus dimulai dengan mensucikan perempuan. Perempuan disucikan dengan busana yang tertutup, jika perlu seluruh tubuhnya, termasuk mata pun harus ditutup. Disucikan dengan mengontrol pikiran agar perempuan tidak lagi menggunakan akal sehatnya sebagai manusia utuh. Disucikan dengan menjadikan tubuh perempuan sebagai mesin reproduksi agar melahirkan anak sebanyak mungkin untuk menyiapkan jundullah, tentara Tuhan. Kelompok radikalis aktif mengampanyekan haram Keluarga Berencana (KB), menganjurkan perkawinan anak, wajib poligami, menerapkan sunat perempuan dan hal lain yang merusak tatanan sosial masyarakat.

Negara, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dengan kuat membendung arus radikalisme yang sudah menyeruak ke seluruh sendi kehidupan bangsa dan negara. Yang pasti, radikalisme merupakan hambatan nyata bagi kemajuan Indonesia.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close