Harian

Menjalin Persaudaraan Sejati

“Untuk menciptakan suasana yang rukun perlu dua syarat yakni: komunikasi dan berani menghargai perbedaan” demikian ungkap Pastor Johanes N. Hariyanto, Sekretaris Umum ICRP, dalam menyampaikan materi Talkshow dalam rangka lustrum VII ke-VII Paroki St. Stefanus Cilandak Sabtu (8/9/2012). Menurutnya urusan agama adalah urusan sederhana, yang penting adalah bagaimana pengalaman hidup bersama, bagaimana berkomunikasi dan bekerjasama.

Meskipun begitu, bapak yang akrab dipanggil Romo Hari ini menegaskan bahwa meskipun lingkungan kita sudah hidup rukun dan aman, jangan terlena dengan kenyamanan tersebut lalu kita lalai. Lalai dengan kepekaan, lalai dengan diskriminasi dan ketidak adilan yang terjadi di luar sana.

Narasumber lain yang datang dalam Talkshow bertajuk “Meningkatkan kerukunan dan keharmonisan dengan menjalin persaudaraan sejati antar umat yg saling berbeda agama dan kepercayaan” adalah Nur Kafid, M.A (Direktur Eksekutif ICRP), Drs. H. Abdul Mufti ketua FKUB (Ketua FKUB Jakarta Selatan), dan Drs. H.A.Dahlan ‎(Sekretaris FKUB Jakarta Selatan dan Ketua FKUB Tangsel).

Abdul Mufti menegaskan bahwa kerukunan yang terjadi di daerah Jakarta Selatan sudah terjadi cukup baik. Hubungan masyarakat antar agama juga terjalin dengan harmonis. Menurutnya perbedaan yang muncul dimasyarakat bukan lagi menjadi problema yang harus dipertentangkan. “Perbedaan adalah sunnatullah, keniscayaan, realitas, perbedaan juga suatu kebutuhan” tegasnya.

Dahlan juga mengungkapkan hal yang senada. Menurut dahlan FKUB mempunyai peran dalam menjaga kerukunan dimasyarakat. FKUB anggotanya adalah perwakilan dari masing-masing agama yang menjalin komunikasi dengan intens terkait hubungan antar agama dimasyarakat.

Sementara itu Nur Kafid dalam paparannya menegaskan bahwa kebanyakan kasus-kasus keberagamaan yang terjadi diakibatkan sebagian orang yang melampaui kekuasaan Tuhan untuk menjustifikasi kesesatan orang lain. Padahal menurutnya dalam sejarah indonesia para foundhing fathers telah memberikan contoh bagaimana menyikapi perbedaan. “Sidang BPUPKI dalam menentukan dasar negara adalah contoh bagaimana menghargai perbedaan dengan arif dan bijaksana” ungkapnya.

Dalam forum yang singkat tersebut, para pembicara dan peserta sepakat bahwa untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama harus lebih banyak proses perjumpaan antara umat satu dengan umat yang lain. [Mukhlisin]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close