Harian

Mengenang 1000 Hari Gus Dur

Gus Dur bukan sekedar kyai, tapi beliau juga politisi, negarawan, tokoh pluralis, budayawan, mantan presiden dan pembela kaum marjinal. Jasa dan kiprah Gus Dur dalam membangun sebuah bangsa, negara, dan masyarakat yang majemuk, adil, tanpa diskriminasi sudah tak terhitung jumlahnya. Keberanian Gus Dur pasang badan melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan menjadikan beliau dikagumi dan disegani hingga kini. Masa dimana 1000 hari beliau berpulang ke rahmatullah.

Dalam peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur yang jatuh pada 27 September 2012 kemarin, sejumlah seniman, budayawan, tokoh lintas, dan para pengagum Gus Dur agama mengadakan acara bertajuk “Ziarah Budaya” yang dilaksanakan Jum’at (28 September 2012) di Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat. Acara ini menampilkan sejumlah kesenian seperti Barongsai, Paduan Suara GKI Yasmin, Marawis, Gamelan, dll.

Nampak ratusan orang berdatangan memenuhi pelataran Taman Ismail Marzuki malam itu. Terlihat para hadirin yang datang tersebut beragam latar belakang. Diantaranya hadir KH Musthofa Bisri, Budayawan Mohammad Sobary, sastrawan dan budayawan asal Madura Zawawi Imron, para politikus, santri atau sekedar penggemar Gus Dur.

Acara dibuka dengan pementasan kesenian marawis dan dilanjutkan dengan pertunjukan Barongsai yang begitu meriah. Suasana kemudian berubah menjadi khusyu ketika do’a lintas agama mendoakan sang Guru Bangsa. Doa tersebut diimami oleh perwakilan dari masing-masing agama yang ada di Indonesia.

Menurut salah satu anak Gus Dur, Inayah, menyatakan bahwa acara ziarah budaya ini menampilkan kesenian lintas suku dan agama. Hal ini sesuai dengan keteladanan Gus Dur yang notabene berasal dari keluarga Islam dan pemimpin ormas Islam terbesar NU, namun Gus Dur tak ragu membela kelampok marginan dan minoritas.

“Kami ingin membawa pesan mengingtakan dan meneladani nilai-nilai Gus Dur yang mencintai manusia. Semangatnya adalah kesetaraan, persamaan dan kebersamaan,” ujar Nay, panggilan akrab Inayah dalam rilisnya di Jakarta. [Mukhlisin]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close