Harian

Mengarungi Sufisme Gus Dur

Dalam rangka memperingati 1000 hari Gus Dur yang jatuh pada 27 September nanti, KH Husein Muhammad, sahabat sekaligus murid Gus Dur meluncurkan sebuah buku berjudul Sang Zahid; Mengarungi Sufisme Gus Dur. Buku tersebut diluncurkan dan dibedah di Wahid Institute Selasa (25/09/2012) kemarin, sebagai pembukaan peringatan acara 1000 hari mantan Presiden RI ke-4 tersebut.

Kedekatan KH Husein Muhammad selama 15 tahun bersama Gus Dur tersebut membuat ketertarikan Kyai asal Cirebon ini untuk “mengarungi” lebih jauh sisi sufistiknya Gus Dur. Menurut Kyai Husein banyak dari kalangan ulama-ulama besar di dunia ini pada titik puncaknya menemukan wahdatul wujud. Dan menurut Kyai Husein, Gus Dur telah mencapai titik tersebut.

Di sisi lain, dunia dengan berbagai macam godaannya seperti harta, dan kekuasaan menjadi umpan menggiurkan bagi kebanyakan orang. Umpan-umpan seperti itu sangat manjur menjerumuskan manusia kedalam kehinaan dan menjauhkan manusia dari Tuhan.

“Tetapi Gus Dur adalah salah satu pengecualian dari orang kebanyakan. Gus Dur adalah jenis manusia yang tidak cinta dunia,” kata KH M. Luqman Hakim, pimpinan majalah Cahaya Sufi saat menjadi narasumber dalam bedah buku tersebut.

KH M. Luqman Hakim menambahkan Gus Dur merupakan sosok yang mampu mengendalikan unsur duniawi. Dalam prinsipnya Gus Dur selalu menerima dengan ikhlas apa yang diberikan Tuhan. Keikhlasan seperti ini membuat Gus Dur terbebas dari belenggu-belenggu dunia sehingga ada harta atau tidak, ada jabatan atau tidak, tidak menjadi persoalan bagi Gus Dur.

Sementara itu, Jaya Suprana mengangumi Gus Dur atas keberanian dalam menghargai perbedaan. Menurutnya Gus Dur mempunyai kemampuan dan kemauan yang besar dalam menghargai setiap perbedaan dimanapun.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close