Uncategorized

Meneropong Indonesia Dari Gereja

Catatan hari pertama Peace Train 6 Malang

Malang – Kegiatan traveling perdamaian dengan menggunakan kereta api yang kini memasuki gelaran ke 6 memilih kota dingin Malang sebagai destinasinya. Puluhan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia diajak untuk mengunjungi tempat-tempat ibadah agama dan kepercayaan yang ada di Malang. Tujuannya adalah untuk mengenalkan dan membuka dialog dengan umat dari agama yang berbeda-beda.

Dikatakan oleh Khoirul Anam, salah satu panitia program, Peace Train  dimaksudkan sebagai wadah yang menyediakan ruang-ruang pertemuan antara orang-orang dengan latar belakang agama dan suku yang berbeda-beda.

“Dengan berjumpa langsung, para peserta tak hanya dapat mempelajari, tetapi juga mengalami makna toleransi,” jelanya.

Dua destinasi pertama yang dikunjungi peserta Peace Train  6 adalah Gereja Katolik Paroki St. Albertus de Trapani dan GKJW Jemaat Sukun. Di dua gereja ini, para peserta belajar tentang kekristenan langsung dari jemaatnya. Yakni mereka yang mengimani dan mengalami iman kekristenan.

Menggali informasi agama melalui perjumpaan langsung dengan penganutnya memiliki nilai otentisias yang tinggi. Sehingga informasi yang didapat akan jauh dari sentiment dan stigma negatif.

Berkunjung ke Gereja rupanya juga menjadi pengalaman yang begitu mengesankan bagi peserta. Banyak dari peserta yang mengaku belum pernah berkunjung ke gereja sebelumnya. Karenanya, kesempatan ini mereka gunakan untuk benar-benar menggali informasi seputar gereja dan kekristenan langsung dari penganutnya.

Dari dalam gereja, peserta diajak untuk meneropong rupa Indonesia yang menawan lantaran beragam. Gereja, sebagaimana banyak rumah ibadah lainnya, menyajikan cuilan-cuilan Indonesia dalam berbagai rupa karya dan kesenian. Hal ini membei pesan kuat bahwa di atas segala perbedaan agama yang ada, kita semua adalah Indonesia.

Peace Train  6 di Malang difasilitasi oleh berbagai jaringan yang dimiliki tim Peace Train  Indonesia, salah satunya adalah jaringan Gusdurian di Malang.

Kini, usai mengunjungi dua gereja, para peserta diajak untuk berkunjung ke Pondok Pesantren al Hidayah di Malang.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close