Berita JaringanNews ArchivesUncategorized

Mendukung, Mengawal, dan Memastikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan mencatat bahwa pada tahun 2020 terdapat 431.471 kasus kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan. Namun perlu diketahui bahwa kasus kekerasan seksual dapat terjadi kepada siapa saja tanpa memandang gender, etnis, agama, latarbelakang sosial, dan tingkat pendidikan.

Kasus pelecehan seksual yang merupakan bagian dari kekerasan seksual belakangan banyak terungkap, salah satunya yang belum lama ramai diperbincangkan oleh warganet di twitter yaitu kasus fetish kain jarik.

Semakin meningkatnya kasus membuktikan bahwa situasi ini berada pada tahap yang darurat, oleh karena itu diperlukan peraturan yang tegas serta berpihak pada korban kekerasan seksual. Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) harus segera disahkan yang diharapkan peraturan itu dapat memberikan perannya dengan memberikan perlindungan kepada korban.

Kelompok Aliansi Akademisi melakukan survey untuk menjaring pandangan masyarakat terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) dengan harapan survey ini mampu memberikan masukan kepada para pengambil kebijakan untuk segera mensahkan RUU P-KS ini sebagai sebuah bentuk perlindungan nyata kepada korban. Kelompok ini mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama mengawal & memastikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia.

Mari menjadi “bagian” dari gerakan mendukung, mengawal, dan memastikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, berikut link surveynya : https://bit.ly/SurveyPungkas

Info lebih lanjut :

Tim Akademisi Indonesia

Narahubung:
1. Dr Ina Hunga, Email: akademisi.hapusks@gmail.com; ina.hunga@uksw.edu
2. Hani Yulindrasari, PhD, Email: haniyulindra@upi.edu
3. Sri Wiyanti Eddyono, PhD; Email: sriwiyanti.eddyono@ugm.ac.id.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close