Opini

Mendewa-dewakan Manusia adalah Bentuk Perbudakan Spiritual

Melihat cuitan akun twitter milik @serambibuya yaitu milik Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah mengatakan,

Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual. Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini.” Di cuit pada 21 November 2020.

Saya mencoba menerka cuitan ini ditujukan kepada siapa.

Melihat berita yang belakangan ramai yaitu tentang kedatangan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, dimana ia mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.

Menurut opini saya, cuitan tersebut cocok ditujukan kepada Habib Rizieq, melihat bagaimana para pendukungnya gila-gilaan memberikan dukungannya namun kadang bentuk dukungannya itu menyusahkan orang lain.

Rizieq mendapat sambutan yang luar biasa saat ia sampai di Indonesia pada 10 November 2020 lalu. Sambutan para pendukungnya itu mengakibatkan para penumpang lain terpaksa berjalan kaki menenteng koper-koper mereka menuju bandara dikarenakan jalanan macet, mobil-mobil tak bisa bergerak ulah para pendukung Rizieq yang tumpah ruah di jalanan.

Seperti enggan absen dalam pemberitaan media massa, Rizieq menggelar beberapa acara yang mendatangkan kerumunan dan dalam semua kegiatan itu protokol kesehatan Covid-19 diabaikan. Tak satu pejabat pun yang mencoba untuk membubarkan atau mengantisipasi keramaian tersebut. Secara terpisah bahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hadir di rumah Rizieq Shihab.

Saya bertanya-tanya, begitu dipuja Habib Rizieq sehingga masyarakat sampai pemerintah pun tidak ada yang bisa menghentikannya, terlebih jika melihat ulah dan isi ceramahnya yang selalu mengujar kebencian dan mengusik kedamaian bangsa ini.

Ternyata ada pihak-pihak yang meragukan bahwa Habib Rizieq adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, anehnya puja dan puji tetap penuh untuk Habib Rizieq.

Siapa sesungguhnya Habib Rizieq ini?

Sekalipun ia betul keturunan Nabi, kembali kepada yang disampaikan oleh Ahmad Syafii Maarif. Biarlah hanya Tuhan Yang Maha Kuasa yang terus di puja dan puji.

-Admin

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close