Harian

Memperjuangkan HAM dengan Santun, Gus Mus Dianugerahi Yap Thiam Hien Award

Jakarta, ICRP – Untuk pertama kalinya Yap Thiam Hien Award, penghargaan untuk orang yang berdedikasasi dalam memperjuangkan HAM di Indonesia, memberikan penghargaan kepada Seorang Kyai. Kyai Musthofa Bisri atau Gus Mus, pengasuh pondok pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang, dinilai memiliki perhatian yang besar terhadap perjuangan dan tegaknya nilai-nilai hak asasi manusia.

Selama ini Gus Mus dikenal sebagai seorang Kyai Nahdlatul Ulama (NU), pimpinan pondok pesantren, dan budayawan. Tidak seperti para pejuang HAM lainnya yang sering turun ke jalan seperti Munir, Gus Dur,  atau Yap Thiam Hien sendiri.

“Namun buat saya, Gus Mus dengan semua karyanya, dengan semua sepak terjangnya, keterlibatannya, adalah seorang pejuang hak asasi manusia,” ujar Todung Mulya Lubis, Ketua Yayasan Yap Thiam Hien Award, seperti dilansir kompas.com.

Namun, Gus Mus melalui caranya sendiri secara tidak langsung telah menyemai dan menyuburkan nilai-nilai HAM di masyarakat. Pemikiran dan gagasan Gus Mus soal keberagaman melalui tulisan serta tutur kata yang ia sampaikan ke seluruh santrinya penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan dan HAM.

Yap Thiam Hien award merupakan penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang berjasa besar dalam upaya penegakan HAM di Indonesia. Nama penghargaan ini diambil dari nama pengacara dan pejuang HAM, Yap Thiam Hien.

Proses penentuan peraih Yap Thiam Hien Award 2017 diawali dengan mengumpulkan kandidat yang dihimpun dari jaringan/komunitas dan masyarakat luas sejak Mei 2017.

Ada 5 orang dewan juri Yap Thiam Hien Award pada tahun ini. Mereka adalah Makarim Wibisono (diplomat senior), Siti Musdah Mulia (Ketua Umum ICRP), Yoseph Stanley Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Zumrotin K Susilo (aktivis perempuan dan anak), serta Todung Mulya Lubis.

Dalam acara penganugerahan tersebut hadir Menkumham Yasonna Laoly, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief, Komisioner Komnas HAM Beka Hapsara dan Wakil Ketua Komisi Yudisial Sukma Violetta.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close