HAM

Masyarakat Adat Menuntut Tindakan Tegas Pemerintah

Sikap intoleransi mencederai nilai-nilai kemanusiaan

Peristiwa kekerasan antaragama atau intoleransi masih terjadi di Indonesia. Seperti yang telah banyak diberitakan dan beredar di masyarakat, belum lama ini telah terjadi penganiayaan terhadap kelompok minoritas Syiah di Solo, Jawa Tengah dan polemik makam sesepuh Sunda Wiwitan, Kabupaten Kuningan.

Pupuhu Kabuyutan Nusantara (Kabuyutan Dayeuh Luhur Gegerkalong), Budi Hermansyah merasa prihatin dan sedih atas peristiwa yang terjadi pada masyarakat adat. Menurut Budi, tindakan tersebut bukan kejahatan biasa, hal tersebut merupakan kejahatan kemanusiaan karena sikap intoleransi telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Karuhun Kabuyutan Gegerkalong, Abah Yusuf Bahtiar pun menyampaikan kekecewaannya atas ketidakadilan yang telah terjadi pada masyarakat adat. Beliau berharap kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan, oleh karena itu dituntut tindakan tegas dari penegak hukum terkait persoalan ini.

Peristiwa kekerasan antaragama dalam bentuk apapun, seperti yang telah terjadi yaitu melakukan intimidasi kepada masyarakat adat harus segera dituntaskan. Pemerintah dan aparat hukum diminta untuk segera mengambil tindakan hukum yang cepat dan tegas terhadap siapapun, perorangan maupun kelompok masyarakat yang melakukan tindakan kekerasan atau intimidasi tersebut. Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun negeri ini dengan hidup damai dan menghargai perbedaan yang ada.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close