Harian

[:id]Kostum Agnez Dituduh Melecehkan Islam, Putri Gus Mus : Tuduhan yang Menggelikan[:]

[:id]Penampilan Agnez Mo di ulang tahun Indosiar dua hari lalu ternyata menjadi topik hangat di media sosial. Bukan karena suaranya, tapi bajunya memantik perbincangan. Pasalnya, di kostum yang dikenakan Agnez pada acara itu, Senin (11/1) ada tulisan berbahasa Arab. Sontak, sebagian umat Islam menuding biduan asal Indonesia yang sudah melanglang buana itu menghina Islam.

Menanggapi tudingan pada Agnez Mo, putri Gus Mus, Ienas Tsuroiya punya komentar. Dalam akun facebooknya Ienas menilai tudingan tersebut menggelikan. “Tuduhan yang menggelikan, karena menunjukkan kurangnya wawasan sang penuduh,” tulis Ienas, Rabu (13/1).

Ienas pun menjelaskan bahwa tulisan yang tertera di baju Agnez tidak menyinggung sama sekali Islam. Pasalnya, kata Ienas, tulisan di baju itu jika diterjemahkan artinya adalah persatuan.

Ienas menduga masih banyak yang tak yang salah kaprah dalam memahami hubungan antara Islam dan Arab. “Ternyata banyak saudara kita yang belum bisa membedakan antara Arab dan Islam,” kata Ienas.

Istri Ulil Abshar Abdalla itu tidak menyangkal bahwa Islam berhubungan dengan Arab. Namun, Ienas memaparkan,  tidak semua yang bertuliskan Arab semuanya “Islami”. “Betul, agama Islam memang diturunkan di Timur Tengah, yang berbahasa Arab, jadi kitab suci panutan umat Islam pun berbahasa Arab. Tapi jangan dibalik dong, menganggap semua yang bertulisan Arab itu “Islami”, suci, jadi nggak boleh dipakai di sembarang tempat,” tuturnya.

Selain membahas kostum sang biduan, Ienas pun menyinggung mengenai fenomena lain yang beberapa waktu lalu sempat heboh juga. Salah satu yang Ienas bahas adalah mengenai kasus perempuan diduga mengenakan pakaian “muslimah” tapi juga mengalungkan salib di lehernya. Ienas mengaku sedih dengan tudingan-tudigan yang dialamatkan kepada perempuan tersebut di sosial media.

“Andai mereka mau menggunakan smartphone-nya untuk browsing, tentunya akan tahu kalau tuduhan itu sama sekali tidak berdasar. Baju yang menutup aurat semacam itu–dengan berbagai istilah berbeda (hijab, jilbab, kerudung, mantila) digunakan oleh perempuan dari berbagai latar belakang agama sejak jaman dahulu kala,” papar Ienas.

 

 [:]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close