Kliping Berita

Ketua PBNU: Toleransi Beragama Harga Mati

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus intoleransi di Indonesia tengah mendapat sorotan dunia internasional, terutama terkait dengan kebebasan beragama. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menegaskan toleransi harus diwujudkan oleh semua agama.

“Toleransi beragama itu perlu,” ujar Said Aqil kepada wartawan seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (29/5).

Tidak hanya kasus yang banyak disorot karena terjadi beberapa pelarangan pembangunan gereja. Namun juga Said mencontohkan, sulitnya ketika umat Islam yang minoritas di Papua atau Kupang, Nusa Tenggara Timur, hendak membangun masjid. Begitu juga ketika akan ada pembangunan gereja di wilayah di mana umat kristiani menjadi minoritas.

“Jadi sebaiknya semua kumpul, buka-bukaan. Mari kita bangun betul semangat nation building ini,” tutur Said.

Presiden, lanjutnya, meminta NU untuk mengambil peran dalam membangun nation dan character building. Said lantas menyebutkan contoh peran NU dalam kasus Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing, Bekasi.

Dia menegaskan penolakannya aksi-aksi yang menggunakan kekerasan. “NU sudah jelas antikekerasan, baik muslim terhadap non muslim, maupun sebaliknya. Bom Bali saya kutuk, penyerangan WTC saya kutuk,” tegas Said.

Dalam kesempatan ini, Said yang didampingi Sekjen PBNU Marsudi Syuhud dan Ketua Munas NU Dedi Wahidi menyampaikan undangan kepada presiden untuk menghadiri Munas NU yang akan dihelat di Cirebon, 13-17 September, mendatang.(MI/BEY)

Sumber: metrotvnews.com

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close