Harian

Ketidakpuasan Pelajaran Agama, Awal Terorisme

Seorang terduga teroris, Davit Ashari (19), yang ditangkap di Palmerah, Sabtu (27/10/2012), tercatat sebagai pelajar di Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Tri Arga 1 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Davit terdaftar sebagai siswa kelas tiga sekolah tersebut. Davit ditangkap Densus 88 di kediamannya di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat bersama kakak kandungnya, Herman.

Terduga teroris yang masih pelajar ini kemungkinan kurang puas terhadap pelajarana agama yang diajarkan dikelas. Sehingga dia mencari pengetahuan kegamaan diluar untuk memuaskan dirinya. Hasrat yang kuat untuk menggali ilmu agama ini terkadang malah memberikan jalan yang salah. Demikian pendapat Pengamat Pendidikan Universitas Paramadina, Abduhzen.

“Pendidikan agama disekolah mungkin tidak memuaskan secara intelektual. Jadi kalau ada tawaran yang lebih memuaskan, mereka akan cari tahu di luar sekolah,” kata Abduhzen, dalam Kompas.com, Selasa (30/10/2012).

Menurutnya, dalam beberapa penelitian juga membuktikan perkumpulan agama disekolah tak dipungkiri terkadang menyiratkan ajaran radikal yang terkadang menyeret siswa ke tindakan terorisme.

Kasus terorisme yang melibatkan pelajar dan anak muda memang memprihatinkan, oleh sebab itu perlu upaya yang serius dari berbagai fihak untuk menindaklanjutinya. Keluarga, masyarakat, guru, sekolah dan pemerintah hendaknya saling bahu membahu untuk mencegah berkembangnya terorisme dilingkungan masyarakat.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close