HarianUncategorized

Kemajemukan Versi Pemuda

Jum’at (24/02/2012) ICRP kembali menggelar Sekolah Agama. Tetapi ada yang berbeda dengan Sekolah Agama sebelumnya. Sekolah agama kali ini mengundang beberapa anak muda dari Kampus Orang Muda Jakarta (KOMJAK). Mereka akan memaparkan hasil penelitian mereka terkait beberapa ormas keislaman di Jakarta.

KOMJAK merupakan wadah perkumpulan anak muda Katolik yang mendapatkan beasiswa pengembangan diri di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). KOMJAK mewadahi arena pembelajaran dan pengembangan diri bagi orang muda Katolik baik dalam bidang intelektual, olah rasa, sikap, perilaku dan ketrampilan. Termasuk didalamnya adalah program pengembangan ilmu pengetahuan keagamaan seperti hasil penelitian yang mereka paparkan.

Sisil, Hery, Jeanne dan Fredy adalah beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas KOMJAK, bersama dengan teman-teman KOMJAK lainnya mereka melakukan penelitian terkait karakteristik ormas keislaman di Jakarta. Diantara ormas yang diteliti adalah Yayasan Wakaf Paramadina, HTI, dan Majelis Rasulullah.

Sebagai pemuda mereka sadar betul bahwa pengetahuan dan pengalaman mereka belum terlalu tinggi jika dibandingkan dengan peneliti-peneliti keagamaan lain. Tetapi keinginan yang kuat dan tujuan yang luhur menjadi semangat tersendiri bagi mereka untuk melakukan penelitian ini. seperti diungkapkan Jeane, “Kami turun kelapangan berbekal pengetahuan yang minim soal ini, tetapi dengan begitu kami menjadi mengerti seperti apa mereka dan pola-pola gerakan mereka.”

Dari hasil penelitian mereka mengungkap fakta-fakta yang serupa dengan penelitian-penlitian yang sudah ada. Semisal timbulnya faham dan gerakan anti NKRI dari ormas-ormas keislaman seperti HTI. Selain itu mereka juga mengemukakan arogansi dan sikap eksklusif dari ormas semisal Majelis Rasulullah. Dari pengamatan mereka bahwa arogansi-arogansi yang timbul itu seringkali menyebabkan keresahan masyakat lain. Seperti kemacetan dan pemblokiran jalan disaat pengajian atau kegiatan lain.

Meskipun begitu, tidak semua ormas dan gerakan keagamaan mempunyai citra negatif. Masih banyak yang mempunyai sifat ramah, pluralis, damai dan mengedapankan kesalehan sosial. Dengan penelitian seperti ini, setidaknya bisa memilih dan memilah mana organisasi yang berkarakter sosial baik dan sebaliknya. Dan bagaimanapun juga kesadaran terhadap perbedaan ini menjadi penting untuk generasi-generasi pemuda masa depan. Seperti yang dilakukan teman-teman muda KOMJAK. [Mukhlisin]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close