Kader Hizbul Wathan Lakukan Penguatan Pancasila Melalui Pendidikan

Yogyakarta – Ketua Umum Kwartir Pusat Hizbul Wathan (Kwarpus HW) Endra Widyasarno menyampaikan bahwa Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah merupakan sebuah kesepakatan para founding father dan tidak perlu dibahas lagi asal-usulnya, apalagi ada pengurangan dan penambahan menjadi trisila atau dwisila.

Diberitakan situs resmi PP Muhammadiyah, penguatan nilai pancasila di kalangan generasi muda terutama anggota HW harus dilaksanakan secara simultan melalui pendidikan.

“Mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat, harus ada sinergi untuk mengkokohkan nilai-nilai Pancasila yang mana nilai itu digali dari budaya adiluhung  bangsa Indonesia,” paparnya, seperti dikutip muhammadiyah.or.id  (21/2).

Di dalam kepanduan, lanjut Endra, pendidikan dilakukan secara kreatif dengan metode bermain, bernyanyi, bercerita dan berpetualang. Metode ini dipilih apabila subjek ajar tidak merasa diajar. Oleh sebab itu dilaksanakan dalam suasana menggembirakan serta menyenangkan.

Maka dari itu, HW sebagai organisasi gerakan kepanduan akan terus bergerak dan menggerakan sekaligus memandu sebagai ujung tombak Persyarikatan dalam memahami Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah. Hal itu seiring dengan tekadnya menghadirkan Islam berkemajuan dalam menyebarkan islam rahmatan lil alamin melauli amaliah nyata.

 

Jembatan Penyelamat Pancasila

Dalam kesempatan yang sama, Endra juga mengatakan permasalahan pendidikan untuk generasi muda tidak hanya terletak pada pendekatan yang dilakukan, namun juga pada konten yang disampaikan.

“Permasalahan yang kita hadapi di dunia pendidikan saat ini ialah, banyak guru hanya mentranformasikan pengetahuan, bukan nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila,” kata dia dalam diskusi yang dihelat secara daring itu.

Sementara Ahmad Kanedi, mengatakan Persyarikatan sudah menerima dan sudah memberikan semuanya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Muhammadiyah menjadi garda terdepan. Tokoh-tokoh Muhammadiyah juga pencetus menjadi bagian yang melahirkan Pancasila. Tentunya tidak dapat dipungkiri dalam perjalanananya, saya merasakan sebagai senator tentunya menjadi hal yang memprihatinkan di masyarakat,” terang Ketua Kwarwil HW Bengkulu ini seperti dikutip muhamadiyah.or.id (22/2).

Ahmad yang juga Anggota DPR ini mengatakan generasi muda tentunya generasi paling dibutuhkan menjadi jembatan yang bisa menghubungkan dengan kondisi kekinian. Generasi muda sebagai titik tumpu harapan, supaya generasi muda diajak untuk menjadi generasi penyelamat nilai-nilai pancasila.

“Nilai-nilai pancasila yang semakin pudar telah menjadi kekhawatiran kita bersama. Maka oleh sebab itu Gerakan Kepanduan HW terus turun ke masyarakat untuk membumikan nilai-nilai pancasila melalui pendidikan yang menggembirakan,” sambungnya dalam diskusi bertema “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila untuk Generasi Penerus Bangsa” ini. [AN/muhamadiyah.or.id]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.