Harian

Indonesia Ratifikasi Konvensi Perlindungan Pekerja Migran

Indonesia akhirnya meratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya. Ratifikasi ini berhasil digolkan setelah melalui perhelatan disidang paripurna DPR RI, Kamis (12/04/2012) siang tadi. Sedikitnya 381 anggota DPR RI menyetujui ratifikasi tersebut dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Pramono Anung.

Dengan ratifikasi ini perlindungan hak-hak pekerja migran akan terjamin. Seperti diungkapkan Komisioner Komnas Perempuan, Agustinus Supriyanto dalam siaran pers yang diterima ICRP. “Dengan meratifikasi konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan Hak-hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (Konvensi Pekerja Migran 1990), berarti pemerintah Indonesia memiliki standar baku bagi perlindungan hak-hak pekerja migran. Konvensi ini seharusnya juga membuka cara pandang baru terhadap pekerja migran, tidak hanya dilihat sebagai entitas khusus tenaga kerja, namun sebagai manusia utuh dan bermartabat, termasuk anggota keluarganya,” demikian ungkap Agustinus Supriyanto.

Konvensi Pekerja Migran telah lama disahkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 18 Desember 1990. Pengesahan yang termaktub dalam Resolusi Nomor 45/158 tersebut kemudian disambut baik oleh masyarakat internasional terutama oleh negara-negara pengirim tenaga kerja migran, sebagai kerangka perlindungan internasional yang lebih solid bagi pekerja migran beserta keluarganya. Konvensi Pekerja Migran mulai berlaku efektif tanggal 1 Juli 2003 dan telah diratifikasi oleh 20 neqara pada bulan Maret 2003 dan merupakan perjanjian dengan kekuatan hukum mengikat. Sampai dengan tahun 2011, Konvensi tersebut telah diratifikasi oleh 45 negara sedangkan 16 negara lain termasuk Indonesia telah menandatangani, namun belum meratifikasi konvensi tersebut.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI Rieke Dyah Pitaloka pengesahan ini merupakan sejarah dalam ketengakerjaan di Indonesia. Setelah menunggu 13 tahun lamanya akhirnya ratifikasi konvensi pekerja migran disahkan juga. Dia berharap dengan hal ini akan memantapkan perlindungan tenaga kerja Indonesia.

Seperti dilansir kontan.co.id Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa berpandangan positif dengan disahkanya konvensi pekerja migran ini. Menurutnya hal ini akan memperkuat langkah perlindungan buruh migran Indonesia ke depannya. Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Migrant Care Anis Hidayah.  Menurutnya, ratifikasi ini akan membuat pemerintah memiliki posisi tawar dengan negara pengguna tenaga kerja Indonesia. [Mukhlisin]

Show More

Related Articles

Check Also

Close
Close