thumb

Testimoni Peserta Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama Angkatan I

Sabtu, 04 Maret 2022

Jakarta | Indonesian Conference on Religion and Peace | Dalam kurun waktu 20 tahun belakangan, Indonesia mengalami krisis kepemimpinan khususnya di kalangan muda yang berkarakter inklusif-pluralis, menghargai kemajemukan bangsa, toleran, dan mengedepankan terwujudnya perdamaian.

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)  menghelat Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas-Agama yang didedikasikan sebagai wadah pembelajaran bagi mereka yang ingin tampil sebagai pemimpin bagi komunitas masing-masing, bagi bangsa dan Negara di masa mendatang. Para peserta dari angkatan pertama, yang telah menyelesaikan seluruh kelas dan pembelajaran, lalu memberikan testimoni mengenai Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama.

Harkirtan Kaur, Pemuda Sikh

SKLPA ini bener-bener membuka wawasan aku sebagai kaum muda dalam hal leadership, bagaimana aku sebagai calon pemimpin mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang ada didepan. Selain itu, kegiatan SKLPA ini juga memperluas jaringan yang aku miliki karena aku bisa berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia!

Junior Franata Ananda Tarigan, Pemuda Katolik

Hallo teman-teman!!
Teman-teman pernah mendengar ga tentang kegiatan “Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama” sebelumnya?? Apa belum??

Nah kebetulan saya disini ingin berbagi sedikit ni tentang apa yang saya rasakan selama mengikuti kegiatan “Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama” tersebut.
Jadi teman-teman awalnya pemikiran saya tentang Indonesia itu masih sangat kecil, contoh nya saja saya kira agama yang ada di Indonesia itu hanya ada 6 agama saja teman-teman.

Baca Juga: Belajar Menjadi Pemimpin yang Inklusif dan Pluralis bersama Alissa Wahid

Tapi ketika awal mengikuti kegiatan “Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama” ini saya langsung dikagetkan ternyata ada 8 agama yang mengikuti kegiatan ini, agama nya itu seperti: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, Yahudi, dan Sikh. Nah dari situ rasa keingintahuan saya tentang Keberagaman di Indonesia ini menjadi semakin besar.

Lalu di kegiatan “Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama” ini juga kita diajarkan tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik untuk orang banyak dan terlebih untuk diri kita sendiri teman-teman. Di samping itu pembimbing-pembimbing nya juga sangat ramah-ramah kok teman-teman, seperti keluarga sendiri hehehe. Terus dengar-dengar bentar lagi akan dibuka “Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama jilid II” Lo teman-teman, jadi jangan sampai ketinggalan ya teman-teman!

 

Putu Eka Darmayanti, Pemuda Hindu

Saya ingin sedikit cerita ya, awal saya kenal SKPLA itu dari ibu asuh saya. Nah saya di suruh nih ikutan katanya biar bisa nambah-nambah ilmu dan juga teman sih. Dan saya meng iya kan dong, yah walaupun saya belum tahu betul SKPLA tuh kayak apa. Kata ibu saya sih asik. Jadinya saya pengen ngerasain seasik apa sih di SKPLA itu. Jadi saya daftar dong dan saya lolos tes nya😁

Di awal pertemuan saya kira yang ikut hanya 6 agama saja ternyata ada banyak sekali teman-teman perwakilan dari agama-agama yang berbeda bahkan ada pula agama yang belum pernah sama sekali syaa dengar sebelumnya seperti dari Yunani, Sikh, Kepercayaan dan yang lainya dan jujur saya kaget ternyata negara kita ini tidak hanya punya 6 agama saja tetapi masih ada yang lainnya yang seperti saya sebutkan tadi.

Dan parahnya lagi, SKPLA ini selalu mengundang Narasumber yang sangat luar biasa untuk setiap pertemuan kelas kita. Narasumbernya tuh tidak membosankan malahan kita semua semakin semangat. Apa lagi materi-materi yang di berikan itu bukan hanya tentang perbedaan agama melainkan untuk memperkuat dan mempersatukan kita semua dan kita juga di latih untuk mendalami karakter atau jati diri kita sendiri untuk ke depannya.

Sedikit tambahan sih ya😁 Kakak-kakak panitianya juga tuh gak kalah asiknya juga dan merak juga ramah banget dan peduli pada kita semua

 

Jihan Fauziyah, Pemuda Muslim

Berkenalan dengan teman-teman lintas agama di SKPLA membuat saya memahami bahwa keberagaman menghadirkan agenda kebersamaan; saling dukung bukan saling singgung, saling rangkul bukan saling pukul, saling menenangkan bahkan ketika terlihat saling bertentangan.

 

Willy Febrisella Putri, Pemuda Khonghucu

Hai, Saya Willy Febrisiela peserta Kelas Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama, perwakilan dari Pemuda Agama Konghucu.

Banyak sekali ilmu, pengalaman dan yang pasti teman-teman dari berbagai agama. Ini sedikit cerita yang ingin saya bagikan. Sebelum saya mengikuti kelas ini, saya berpikir bahwa saya akan memiliki banyak teman dari 6 agama saja. Tapi, pada pertemuan pertama, saya semakin excited mendengar bahwa ternyata ada banyak sekali teman2 perwakilan dari agama² yang bahkan baru pertama kali saya dengar. Seperti dari agama Yahudi, Sikh, Kepercayaan dan masih banyak lagi.

Selain itu, narasumber yang dihadirkan selalu sukses membuat para peserta menjadi semakin semangat. Materi yang diberikan pun tidak hanya tentang perbedaan atas masing² dari kita. Justru kita semakin dipersatukan, semakin dilatih untuk mendalami karakter dan ciri khas diri kita sendiri.

Masih banyak cerita² yang menarik, tapi sepertinya butuh waktu yang panjang untuk menceritakan semua keseruan² itu. Pokoknya buat teman-teman yang masih ragu sekarang ga perlu ragu lagi. Nanti setelah ada pendaftaran kelas berikutnya, teman-teman wajib langsung daftar dan share info ini. Karena ga akan ada kata kecewa setelah join di kelas ini.

So, see you on next class 😊👋🏻