thumb

ICRP Peduli Dirikan Dapur Umum untuk Warga Kupang Korban Bencana Siklon Tropis Seroja

 

Kupang I Masih dalam rangkaian program Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) peduli, saat ini ICRP tengah berkolaborasi dengan Komunitas Peace Maker Kota Kupang (Kompak) mendirikan dapur umum untuk masyarakat Kota Kupang yang terkena bencana siklon tropis seroja.

Menurut Yuliana  Nenotek, Ketua Dapur Umum Posko 1, Kampuang Amanuban, Kupang, Nusa Tenggara Timur, sejak pertama kali bencana datang rumah dan tembok semua sudah patah dan rusak, bahkan jalanan pun terbelah. Saat itu masyarakat kebingungan untuk mencari tempat tinggal, karena hujan angin badai melanda hingga dini hari.

“Dari pemerintah kota kupang itu tidak ada bantuan yang diberikan kepada kami, yang ada itu bantuan dari Luar, ada yang dari mahasiswa Papua, Mahasiswa sukabumi dan kota kupang. Dari Kompak berutungnya kami diberi bantuan dari ICRP ini.” ujar Yuliana mengeluhkan pemerintah yang tidak cepat tanggap, saat diwawancarai, Rabu (5/5/2021).

Yuliana juga menjelaskan bahwa, masyarakat meskipun merasakan sedih kembali terhibur mengingat meskipun harta benda lenyap, nyawa mereka masih bisa terselamatkan.

Kembali menambahkan Yuliana menyampaikan harapannya melalui Kompak, “”Harapan kami, untuk makan dan minum cukup. Saya berharap, kapan kita terlepas dari kesulitan ini karena besok tanggal 5 ini sebenarnya  sudah satu bulan belum ada kejelasan yang pasti kapan mereka bisa pergi dari sini dan kapan mereka bisa mendapatkan tempat tinggal.”

Di Posko 1 sendiri beredar ada isu-isu dari luar bahwa pemerintah sudah menyiapkan tempat dan sebagainya, dan menyiapkan uang tunggu satu bulan. Namun kepastiannya kapan masih belum ada informasi jelas yang diberikan oleh pemeritah.

“Untuk tempat tinggal, Kost ini paling rendah itu 200 ribu paling besar itu yang kamar mandi dalam itu 500 ribu jadi mungkin harapan saya adik Mahasiswa dan ICRP sebagai perpanjangan tangan suara dari kami bisa menyampaikan keluh kesah dari masyarakat ini kepada pemerintah agar mereka bisa secepat mungkin mengeluarkan berita yang jelas agar masyarakat mendapat kepastian,” papar Yuliana.

Jeremias Taek Ketua RT 14, Posko 1 menambahkan, “Bencana tersebut mulai terjadi pd tgl  4 April sampai 5 mei 2021, merupakan bencana yang sangat menyedihkan dan sangat parah. Di RT saya yang terkena dampak berjumlah 21 Kepala Keluarga, baik yang rusak berat, yang rusak sedang atau ringan 37 Kepala Keluarga.”

Selain itu, Jeremias juga berpesan pemerintah dapat menyalurkan bantuan maupun sumbangan, atau memberi perhatian dalam bentuk Lahan, rumah, sembako, Fasilitas Kesehatan. Juga segera mengevakuasi warga ke tempat yang layak.

Warga setempat  juga berterima kasih untuk dapur umum yang disediakan oleh ICRP dengan berkolaborasi dengan Kompak, yang sudah mau melayani mereka warga yang masih mengungsi.

ICRP Peduli sendiri merupakan program yang berkelanjutan. Saat ini ICRP Peduli tengah mengumpulkan beragam kitab suci untuk daerah yang terdampak bencana. Kitab suci yang terkumpul sejumlah 500 Al-Qur’an dari Yayasan Muslim Sinar Mas, 500 Alkitab dari Kabten Boedi Suhardi, 100 Alkitab dari Penerbit Andi Jogja, dan 50 Kitab Dhammapada dari Shangha Theravada.

Jumlah donasi yang disalurkan untuk Posko 1, Kampuang Amanuban, Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebanyak 50.000.000 rupiah. Sebelumnya ICRP juga telah memberikan donasi untuk minoritas terdampak bencana melalui IMOF komunitas LGBT di NTT. Selain itu ICRP peduli juga telah berbagi makanan untuk buka puas abagi kaum Dhuafa.

Penulis: Ai Siti Rahayu