Agenda

HUT ICRP 2012 “Spiritualitas Agama dan Komunitas Agama”

Persoalan terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan, seolah selalu menjadi pekerjaan rumah tak akan pernah terselesaikan. Berbagai pihak senantiasa mencermati perkembangannya dari hari ke hari. Perkembangan trend intoleransi dan radikalisme, meski secara prosentase kecil, namun seolah selalu menunjukkan grafik peningkatan. Sedangkan trend kelompok moderat yang nota-bene majoritas, selalu pada posisi silent. Keragaman bangsa yang terbingkai dalam slogan Bhineka Tunggal Ika ini, eksistensinya mendapat ujian serius.

Persoalan serius terkait pengakuan, toleransi, serta penghormatan terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kondisi ini tentu sangat terkait dengan kebijakan politik pluralisme Negara. Meski tak secara tersurat dinyatakan dalam konstitusi, namun kondisi itu berlangsung dalam kebijakan, wacana, dan praktik hubungan antar-agama di Indonesia. Negara seolah selalu absent dalam penanganan berbagai persoalan terkait kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Padahal, para founding-fathers bangsa telah merumuskan adanya jaminan kebebasan beragama dan berekspresi sebagaimana tertuang Pembukaan UUD 1945; yang salah satu tujuannya adalah “melindungi seluruh bangsa Indonesia”. Menurut Jimly Asshiddiqie (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia), kata “seluruh” (segenap) di sini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku, ras, agama, dan perbedaan lainnya yang harus dilindungi. Jadi, sangat jelas bahwa semua agama yang ada di Indonesia itu harus dilindungi sebagai bagian dari melaksanakan tujuan ini nasional.

Namun realitasnya, negara yang seharusnya berada di atas semua golongan, kelompok, dan agama sering (cenderung) berperilaku memihak dan digunakan sebagai alat pemukul. Negara yang seharusnya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola keragaman dan perbedaan malah membuat berbagai hukum dan kebijakan yang tak bisa mengakomodir dan menghargai keragaman tersebut.

Berbagai persoalan untuk menyebut diantaranya, penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyah, Jemaat Syiah, kasus Irsyad Manji, kasus GKI Jasmin, Filadefia, serta berbagai kasus pelarangan pendirian rumah ibadah lainnya. Selain juga persoalan yang tak kalah serius adalah fanatisme sempit, serta radikalisme di kalangan kaum muda.

Fakta-fakta di atas menunjukan bahwa sikap toleransi dan kesadaran akan keberagaman di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh komponen bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, spirit para aktifis serta pejuang pluralisme dan perdamaian tak boleh sedikitpun kendor dalam perjuangannya. Sebab eksistensi bangsa yang jadi taruhannya. Persoalan inilah yang akan menjadi topik utama dalam acara ini. Sehingga diharapkan bisa menjadi modal/spirit baru dalam memperjuangkan pluralisme dan perdamaian di bumi Nusantara tercinta.

TUJUAN

  1. Sebagai forum silaturahmi dan komunikasi internal pendiri, pengurus, staff, stakeholders, serta volunteer ICRP
  2. Sebagai upaya memperkuat spirit perjuangan untuk pluralisme dan perdamaian
  3. Sebagai salah satu wujud perayaan akan kebhinekaan
  4. Memperkuat tali silaturahmi antar ICRP dengan warga sekitar kantor ICRP
  5. Sebagai wujud kepedulian bersama akan nasib dan masa depan bangsa Indonesia yang plural.
  6. Sebagai salah satu wujud implementasi visi serta misi ICRP dalam membangun serta mendorong budaya toleransi dan perdamaian

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Rabu, 1 Agustus 2012.

Waktu             : Pkl 16.00-selesai

Tempat           : Sekretariat ICRP, Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34, Jakarta 10520. Telp  (021) 4280 2349, 4280 2350, fax. (021) 422 7243,

ACARA

1. Pembagian sembako secara simbolis kepada warga

2. Buka puasa bersama

3. Sharing dan Diskusi terbuka, Tema: ”Spiritualitas agama dan komunitas agama”

PEMBICARA

Mengingat bentuk acara adalah talkshow, maka dalam kegiatan ini semua undangan diharapkan berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan tema terkait dengan panduan moderator. Di samping itu, sebagai bentuk kepedulian akan situasi terkini di Jakarta, yang dikatakan sebagai barometer Indonesia, maka dalam kegiatan ini juga direncanakan akan mengundang Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta; Basuki Tjahaya Purnama / Ahok dan Nachrowi Ramli (dalam konfirmasi), untuk sharing bersama ICRP dengan tema: ”Pluralisme Agama di DKI Jakarta”

PERSERTA

Adapun peserta atau audience yang akan terlibat dalam kegiatan ini adalah pendiri, pengurus, staff, stakeholders, dan volunteer ICRP.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close