Kegiatan Kami

FoodCycle Indonesia Berbagi – ICRP Peduli, Menyambung Kehidupan Warga

Kesaksian Ema Mukarramah Relawan Tanggap Bencana Covid-19

Semenjak pandemi Covid-19 mulai mengemuka dan pemberlakuan physical distancing untuk mencegah penularan secara masif dilakukan, kesulitan ekonomi terutama pada kelompok yang mengandalkan penghasilan harian menyeruak. Saya mengetahui beberapa orang yang mulai mengeluhkan kesulitan itu, baik dalam pembicaraan saya pribadi atau bersama pihak-pihak lain.

Ema Mukarramah Relawan ICRP Peduli

Antara lain, di sekitar kantor ICRP ada orang-orang yang mencari nafkah dengan membuka jasa percetakan. Dengan adanya pelarangan resepsi perkawinan yang mengumpulkan orang banyak, order cetak surat undangan pun menghilang. Demikian pula dengan order lain yang berskala besar. Seorang ibu yang berprofesi sebagai juru rias pun mengeluh karena mata pencaharian satu-satunya, yakni merias tidak dapat lagi diandalkan. “Padahal bu, saya kan tetap butuh makan,” katanya.

Seorang kawan yang belum lama memilih jalan perceraian atas peristiwa KDRT yang dialaminya juga mencemaskan ketidaksiapannya untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dua orang anaknya. Selama perkawinan, ia dilarang bekerja oleh suami karena harus mengasuh anak, walaupun ia juga sempat berjualan demi menutupi kebutuhan keluarga. Setelah berpisah, ia kembali mencoba berjualan makanan kecil yang dijual melalui beberapa warung di sekitarnya. Penghasilan yang sekedarnya itupun harus terhenti saat memasuki bulan puasa karena sepi pembeli.

Saya sendiri bukan seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membantu kebutuhan mereka, sekalipun saya tahu mereka sangat membutuhkan bantuan. Dan saya pun tidak menduga, akhirnya jalan untuk membantu mereka pun menjadi terbuka melalui bantuan FoodCycle  Indonesia dan ICRP.

Dari Pak Pendeta Frangky Tampubolon, Direktur ICRP, saya memperoleh informasi bahwa ICRP sedang menyelenggarakan kegiatan penyaluran paket sembako. Di antaranya, yang didonasikan oleh FoodCycle Indonesia yang bekerja sama dengan Panin Asset Management. Selanjutnya saya pun terlibat sebagai relawan dalam penyaluran bantuan ini. Pertama kali, saya menyalurkan 30 paket bantuan FoodCycle pada pertengahan Mei 2020, yang merupakan bantuan Tahap III di ICRP. Bantuan ini saya salurkan kepada warga di lokasi sekitar saya tinggal. Lingkungan sekitar saya merupakan daerah padat penduduk, yang cukup bersih dan tidak ada kesan kumuh. Namun, kemiskinan di sekitar saya tampak nyata. Suatu rumah berukuran 3×4 meter persegi, misalnya, dapat dihuni oleh 2 sampai 3 Kepala Keluarga. Bagi anggota keluarga yang sedikit beruntung, mereka kemudian memilih tinggal di rumah kost walaupun tetap tidak mampu kalau harus mengontrak rumah.

Saat melakukan pendataan, sekaligus saya menjelaskan kepada mereka, bahwa bantuan dari FoodCycle ini dilakukan bekerjasama dengan ICRP, sebuah organisasi yang bergerak dalam dialog lintas iman dan mendorong penghormatan dan toleransi antarumat beragama. Saat itulah sekaligus saya dapat melihat tanggapan warga di sekitar saya, bahwa merekatidak bersikap antipati terhadap perbedaan agama.

Saat pendistribusian bantuan, raut wajah lega dan ungkapan terima kasih mendalam tetap terpancar, sekalipun mereka menggunakan masker. Benar kata orang, body language itu tidak bisa ditutupi. Beberapa di antaranya tak henti mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar dilancarkan rejeki.

Pada tahap IV bantuan FoodCycle Indonesia, ICRP kembali mempercayakan kepada saya untuk menyalurkan bantuan sebanyak 100 paket bantuan. Saya membaginya ke dua lokasi, pertama, di wilayah Parungpanjang Bogor, dan kedua, di RW 05 Cempaka Putih Barat dan sekitarnya.

Di Parungpanjang Bogor adalah wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang. Di daerah yang sangat terpencil dari pusat kabupaten ini, belum pernah ada bantuan turun, baik dari pemerintah maupun swasta. Sebanyak 40 paket bantuan yang didistribusikan di daerah ini disambut dengan sukacita oleh warga yang sudah didata sebelumnya. Di antara mereka ada guru ngaji yang sudah tidak lagi beraktivitas karena pengajian libur panjang, ada penerima bantuan orang tua tunggal yang berdagang keliling namun pendapatan menurun karena sepi pembeli. Lalu ada tukang ojek yang makin tak menentu menunggu penumpang, beberapa warga usia lanjut dan disabilitas yang bergantung kepada belas kasihan anak atau keluarga yang juga punya tanggungan, merekalah orang-orang yang menjadi penerima bantuan.  

Di wilayah RW 05 Cempaka Putih Barat, keadaan tidak jauh berbeda dari wilayah-wilayah di atas.  Saya melihat suasana suka cita pada waktu pembagian bantuan dilaksanakan. Misalnya, seorang bapak yang rambutnya sudah memutih, saat diminta membubuhkan tandatangan penerimaan bantuan terlihat sangat bersuka cita. Ia makin tidak dapat menutupi rasa bahagianya setelah menerima paket sembako beserta 1 tray telur. “Wah, banyak banget ya telurnya,” katanya. Ia pun berulangkali mengucapkan terima kasih dan berucap syukur, “Alhamdulillah…”

Terima kasih kepada Panin Asset Management dan FoodCycle Indonesia, yang melalui ICRP telah memberi secercah harapan kepada warga yang terdampak pandemi untuk kembali menyambung kehidupan.

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Close