Siaran Pers

Dukungan Leuweung Leutik sebagai Kawasan Resapan Air

Rahayu!

Salam sejahtera kami haturkan, semoga Bapak Bupati Kuningan selalu dalam keadaan sehat wal’afiat dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan daerah.

Dewan Musyawarah Pusat (DMP), Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) adalah lembaga tingkat nasional yang mewadahi seluruh penghayat kepercayaan di seluruh Indonesia, yang dibentuk tahun 2014 dan diremikan oleh Wakil Menteri Bidang Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta tercatat di Kementerian Hukum dan HAM dengan Nomor AHU00554.60.10.2014.

DMP MLKI telah menerima permohonan dari Saudari Santi Chintya Dewi, S.H., sebagai Kuasa Hukum dari Pangeran Gumirat Barna Alam, Jabatan Pupuhu/Kepala Adat, Masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan (Akur) Cigugur Paseban Tri Panca Tunggal, yang pada pokoknya menjelaskan bahwa Masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan (Akur) Cigugur Paseban Tri Panca Tunggal telah mengirimkan surat permohonan agar Bupati Kuningan memberikan kepastian hukum melalui Surat Keputusan (SK) sehingga Hutan Leuweung Leutik mendapatkan pengakuan dan legalitas yang jelas atas komitmen dan eksistensi masyarakat adat dalam menjaga dan
melestarikan hutan untuk kepentingan umum.

MLKI sudah mempelajari informasi mengenai fungsi dan catatan dari leluhur komunitas AKUR Sunda Wiwitan Cigugur yang mengamanatkan agar Leuweung Leutik tetap terjaga kelestariannya karena memiliki peran yang sangat penting sebagai daerah resapan air, sehingga daerah yang berada di hilir Leuweung Leutik seperti daerah kampung Cipager dan Cisengkol kelurahan Cigugur terdapat banyak mata air yang menjadi sumber penghidupan masyarakatnya, yang hingga sekitar tahun 1970an mata air itu masih ada dan berfungsi dengan baik sehingga sawah – sawah di wilayah Cigugur tidak pernah kesulitan air. Namun semenjak Leuweung Leutik ini mengalami pengrusakan, Leuweung Leutik sekarang menjadi gundul sehingga sumber – sumber mata air ini mulai berkurang hingga akhirnya hilang sama sekali. Tidak ada lagi air jernih yang mengaliri selokan selokan, yang tersisa hanya selokan – selokan kering. Saat ini sawah – sawah yang ada disekitar kampung Cipager Kelurahan Cigugur mengalami kesulitan air, bahkan disaat musim penghujan pun, para petani di wilayah tersebut mengeluh karena kesulitan air untuk mengairi sawahnya.

Dengan ini MLKI mendorong dan mendukung agar Bapak Bupati Kuningan :

1. Menerbitkan Surat Keputusan Bupati Kuningan mengenai Hutan Leuweung Leutik sebagai Kawasan Resapan Air;

2. Mengembalikan fungsi Hutan Leuweung Leutik sebagai kearifan lokal karena fungsinya memiliki dampak yang besar terhadap aspek ekologi, sosial dan ekonomi bagi hajat hidup orang banyak;

3. Menjaga, memelihara, memulihkan dan melindungi aset-aset Masyarakat Adat seperti Hutan dan Cagar Budaya secara berkelanjutan dengan tanggungjawab;

4. Dengan bijak segera memberikan dasar dan kepastian hukum terhadap perjuangan Masyarakat Adat AKUR Sunda Wiwitan Cigugur dalam penyelmatan aset-aset sejarah.

Demikian keprihatinan kami, mohon kiranya Bapak Bupati Kuningan untuk dapat menyelesaikannya secara adil dan bijaksana.

Jakarta, 30 Juli 2020

Sumber :

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close