AgendaPeace Train

Dialog Keberagaman Bersama Suku Dayak Losarang

Laporan Yaqut Alamnah Peserta PTI-10, Jakarta Cirebon

Setelah ke Pesantren Kebon Jambu, para peserta Peace Train kesepuluh berkunjung ke Kepercayaan Dayak Losarang Indramayu Jawa Barat.

Wardi, Juru Bicara Aliran Kepercayaan Dayak Losarang menjelaskan, kepercayaan ini sudah ada sejak abad ke-18. Dalam perjalanannya, mengalami beberapa kali pergantian nama.

Kepercayaan Dayak murni berasal dari Indramayu. Kata “dayak”, atau dalam bahasa setempat “ngayak” berarti menyaring. Antara yang baik dan yang benar, antara yang dalam dan yang luar, antara bumi dan langit.

Di tengah kuatnya arus globalisasi, mereka tetap teguh menjalankan kepercayaan yang telah dianut. Menjaga harmoni dan keseimbangan.

Kepercayaan Dayak sangat menjaga apa-apa yang dimakan, diucapkan dan dilakukan. Tidak boleh sembarang memakan yang bukan haknya. “Walaupun seorang Dayak menemukan buah yang jatuh di tanah, tidak boleh mengambilnya apalagi memakannya,” ungkap Wardi, Sabtu (24/1).

Kepercayaan ini juga sangat menghargai perbedaan. Mereka merangkul semua agama. Sangat dilarang untuk menyakiti. “Daripada mengaku benar, lebih baik mengaku salah,” ujar Wardi.

Para peserta sangat antusias, bertanya tentang banyak hal. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan baik dan terbuka. Kunjungan dan dialog ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.

Tags
Show More

Kris Hidayat

Bidang Filantropi dan Pengembangan Masyarakat ~ ICRP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close