Jaduk, Glenn, Didi Pemusik Patriot

Selang waktu nyaris beruntun
Kalian bertiga satu per satu pergi untuk kembali
Ke haribaan damai sejati
Kesanalah sang khalik merindu

Karya bukan sekadar kerja
Senandung bukan sekadar menghibur
Lirik bukan sekadar percik kata
Tarian bukan sekadar aliran rasa
Ada belarasa
Ada perjuangan
Ada kegerakan
Ada spirit pembebasan
Di setiap relung bebunyian nada
Di setiap hembusan baris syair
Di setiap penghayatan makna

Kalian bertiga patriot pejuang musik bangsa
Jaduk dengan sinten remen Satire nya
Glenn dengan belarasa Timur nya
Didi dengan Ambyar nya
Sungguh surga akan makin ceria

Bumi yang sedang berduka
Mengantar kalian dengan kedalaman jiwa
Serasa dinamika lara bertara
Akhirnya berakhir jua

Masa demi masa
Lalu, kini dan yang akan tiba
Terus berjingkat merambat keramat
Kalian bertiga kini bersama
Dan kamipun menatap Mega
Seolah jadi saksi kenaikanNya ke Sorga

Komitmen, kesetiaan, ketekunan, kejujuran
Menjadi pilihan insan terpilih
Bukti nyata jiwa terus membara
Kalian adalah legenda
Kalian adalah pejuang
Kalian adalah teladan
Bermusik tidak lain adalah jiwa raga

Kalian telah tiada
Warna kalian terus kan ada
Menggores kalbu dan nurani pecinta
Baik sungguh bila kalian mementaskan suka
Jauh dari pandemi corona.


[dropcap]S[/dropcap]igit Triyono ingin memberikan apresiasi dan hormat tinggi kepada tiga orang seniman ini (Jaduk Ferianto, Glenn Fredly, dan Didi Kempot) yang sudah berkarya untuk sesama dan semesta. Mereka tidak berkarya untuk dirinya. Tapi sungguh untuk kebaikan bersama. Mereka pecinta kehidupan yang layak mendapatkan penghargaan dari semua warga bangsa. Dan semangat mereka sungguh layak kita teladani. Rukun dan damailah di Sorga.

Dr. Sigit Triyono, saat ini menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Alkitab Indonesia, sebuah lembaga yang menyediakan Alkitab bagi umat kristen dan katholik di Indonesia.

 

Doa Bagi Bangsa

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus,

Sahabat Alkitab, mari bersama meluangkan waktu sejenak untuk bertelut di hadapan Tuhan bagi pergumulan bangsa kita dalam menghadapi pandemi covid 19 melalui voice note Doa Bagi Bangsa ke 59.

Form layanan doa, link podcast, dan informasi di seputar layanan LAI dapat dilihat : https://linktr.ee/alkitab

Terima kasih
Tuhan Yesus memberkati
LEMBAGA ALKITAB INDONESIA

Tembang dan Doa untuk Pahlawan Inspirasi Kemanusiaan

[dropcap]dr[/dropcap] Rahmi Nur Alam, melantunkan sepotong doa, di Sekretariat JIC, dalam kesempatan bertemu para tokoh agama. Doa Kesatuan dipilih untuk mengemas pertemuan yg juga sekaligus menandai penyerahan bantuan masker medis dari ICRP kepada para pemuka agama. Hadir dalam kesempatan ini Romo Hariyanto, Sekretaris Jendral ICRP yang menyerahkan secara simbolis 100.000 masker medis kepada dr. Rahmi Nur  Alam dari Bahai, Bapak Peter Lesmana Sekretaris Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, dan Bapak Astono Chandra Dana dari Parisada Hindu Dharma Indonesia yang mewakili penerima bantuan lintas agama (9/5). Rumah Perdamaian – Kantor ICRP, saat ini juga menjadi Sekretariat Jaringan Lintas Iman Tanggap Bencana Covid-19 (JIC).

Dalam kesempatan ini dilantunkan doa kesatuan, sebagai bentuk penghormatan dan juga mengenang jasa penyanyi Didi Kempot yang telah berpulang pada tanggal 5 Mei 2020. Ibu dr. Rahmi dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kesempatan ini sangat baik, kesempatan bersama untuk menghayati kesatuan umat antar agama dan menaikkan doa permohonan tidak saja bagi almarhum Didi Kempot, tetapi juga bagi kita yang ditinggalkan agar dapat menghayati spirit kemanusiaan yang telah diteladankan oleh Didi Kempot.

 

Dr. Rahmi mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Didi Kempot, “Hari ini sangat bagus, JIC dengan segala upaya almarhum Didi Kempot, hari ini kita bersatu menyelaraskan segala doa dan upaya kita, untuk bersama-sama memberhentikan mata rantai covid-19.” 

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bekerjsa bersama-sama. Kita bagaikan jari-jari di tangan berguna ketika bersatu, mengenggam dan mendirikan persatuan umat manusia. Ikaatan lintas iman ini sangat bagus, karena kita tidak lagi bertanya apa bangsamu, apa agamamu, tetapi kita bersatu untuk tolong menolong bagi teman-teman yang membutuhkan, kita ada bantuan masker dan sembako, dan lain-lain. Kita sangat terinspirasi oleh pahlawan inspirasi kemanusiaan yang baru saja berpulang, mas Didi Kempot. Semoga teman-teman bergerak, tetaplah berbuatlah baik menolong sekitar, tiap kebaikan membawa pada kebaikan yang lebih besar,” demikian jelas dr. Rahmi.

Didi Kempot berpulang pada hari yang bersamaan dengan dimulainya kerja-kerja jaringan untuk membagikan bantuan paket PeduliSobatAmbyar di 28 Posko di Jabodetabek. Mengingat hal ini, dr. Rahmi, melantunkan sebuah tembang yang mengingatkan siapakah sumber pengharapan ketika kita dilanda kesukaran. 

 

Perempuan Ulama di Masa Nabi dan Sahabat

[dropcap]P[/dropcap]rof. Dr. Musdah Mulia mengapresiasi kegiatan Generasi Literat yang menyelenggarakan Pesantren Hari Sabtu. Gerakan generasi literat sangat tepat, karena menurut Musdah Mulia, persoalan kebangsaan dan kemanusiaan dan juga keagamaan yang muncul belakangan ini disebabkan oleh rendahnya literasi di masyarakat kita, dalam kehidupan bersama ini juga termasuk juga rendahnya literasi agama.

Apa yg dimaksud dengan perempuan ulama?

Banyak bertanya mengapa perempuan ulama, dalam bahasa indonesia. Kita mengikuti kaidah bahasa Indonesia, kita memakai pola buku baru, karena itu dipakai istilah Perempuan Ulama.

Ulama dari bahasa arab, kata tunggalnya berasal dari kata alim, artinya orang yang memiliki pengetahuan – dalam konteks ini memiliki pengetahuan keagamaan.  Kata jamaknya adalah ulama. Karena menggunakan bahasa Arab yang seksis, maka kata alim itu laki-laki, ulama itu konotasinya laki-laki yang alim. Lalu sekumpulan orang memunculkan istilah alimah, alimatun untuk tunggal dan kalau jamak alimat, yang menunjukkan sekelompok perempuan mumpuni yang memiliki kemampuan seperti ulama yang disebut alimat.  Tetapi istilah ini tidak populer, setiap menyebut ulama selalu konotasinya adalah laki-laki, tidak pernah untuk perempuan.

Ini semua menunjukkan adanya tantangan bagi kita semua untuk mensosialisasikan makna ulama yang sesungguhnya.