SKB 3 Menteri: Perlindungan Konstitusional Untuk Hak-hak Sipil

Kamis, 18 Maret 2021

 

Bingung atau marah dengan SKB 3 Menteri tentang pengaturan seragam sekolah? Jangan dong!

Terbitnya SKB ini sangat mendasar menyelamatkan peserta didik dan para pendidik dari tindak intoleransi dan diskriminasi bernuansa agama. Ayo simak secara seksama penjelasan langsung dari 3 Menteri terkait upaya-upaya konstitusionalnya dalam menghormati keberagaman tafsir agama dan memenuhi hak-hak sipil segenap warga, tanpa terkecuali, termasuk di Sumatera Barat dan Aceh (NAD). Hadir juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta tokoh-tokoh penting lainnya.

Baca juga: Meluruskan Distorsi Informasi Tentang SKB 3 Menteri

Kunci segera yuk jadwalnya agar tidak terlewat dan jangan lupa daftar karena Zoom terbatas untuk 500 orang! Acara ini langsung disiarkan di kanal YouTube Kabar Sejuk.

Dialog Nasional “SKB 3 Menteri: Perlindungan Konstitusional untuk Hak-hak Sipil digelar Jumat, 19 Maret 2021, pkl. 09.00-11.00.

Tersedia juru bahasa isyarat (JBI)

#KabarSEJUK #jurnalismekeberagaman
#SKB3Menteri #PendidikanUntukSemua
#PendidikanYangMembebaskan
#JadiEmpatiKalauNgerti

World Interfaith Harmony Week: KONSERFATIF (Konser, Fun, dan Edukatif)

JANGAN LEWATKAN!!!!

Dalam rangka World Interfaith Harmony Week, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), bekerjasama dengan KN-LWF Indonesia, Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (KKC-PGI), dan POLDA PAPUA mengadakan “KONSERFATIF” (Konser, Fun, dan Edukatif).

 

Sabtu, 20 Februari 2021

Pukul 19.00 WIB – Selesai

 

Via aplikasi zoom:

Meeting ID : 507 091 4280

Passcode : icrp4peace

 

Pendoa:

  • Atthasilani Gandhasilani – ASTINDA (Atthasilani Theravada Indonesia)
  • Sohalraj Singh (Pemuda Sikh)

 

Sambutan : JN. Hariyanto, SJ (Sekretaris Umum ICRP)

 

Narasumber Utama

  1. Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw (Kapolda Papua)
  2. Andy Yentriyani (Ketua Komnas Perempuan)
  3. Ulil Abshar Abdalla (Cendikiawan Muslim)

 

Moderator Kece: Pdt. Deasy Wattimena-Kalalo, S.Th., M.A

 

Penampilan Keren:

  1. Sekolah Cerlang
  2. Pesantren Fatihatul Quran
  3. Teater Semut Stital Bangkalan
  4. TK BPK PENABUR Paledang Bogor
  5. SD Nasional Plus BPK PENABUR Sentul Bogor
  6. Richard Riruma dan Pdt. Jimmy Sormin
  7. Imam Syahbandi
  8. Sekolah Damai Indonesia
  9. Kolektif tanpa Nama
  10. Narasi Toleransi Indonesia
  11. Relawan BPR PGI
  12. Hadroh ULUL ALBAB
  13. Yifos Indonesia
  14. Sanggar Bahana Antasari
  15. Sunkiss DC

 

Salam Damai Dan Sehat!

Direktur Eksekutif ICRP

Frangky Tampubolon

World Interfaith Harmony Week: Inspirasi dari Indonesia

Dalam rangka World Interfaith Harmony Week, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), bekerjasama dengan KN-LWF Indonesia, dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengadakan acara “Inspirasi dari Indonesia”

Sabtu, 13 Februari 2021
Pukul: 19.00 WIB – Selesai

Melalui aplikasi zoom meeting
Meeting ID : 870 9943 1921
Passcode : peace

Sambutan:
Pdt. Basa Hutabarat (Sekretaris Eksekutif KN-LWF Indonesia)

Narasumber:

1. Sopian Lubis (Yayasan SAKA)
2. Cici Situmorang (Rumah Inspirasi)
3. Nindia Putri Prameswari SH MKn (Penghayat Kepercayaan)
4. Dona Ollya Khamim (Bahai Indonesia)
5. Yitzhak Benjamin Meijer, S.E., M.M (Pemuda Yahudi)
6. Winston neil Rondo (Komunitas Peacemaker Kupang)
7. Fernando Sitohang (KN-LWF Indonesia)
8. Babardin, Ssi (Pelita Tomohon)
9. Ahmad Annur (Center For Islam and Democracy Studies)
10. Standy Christianto (Borneo Institute)
11. Dr. Mizke (Papua)
12. Richa F. Shofyana (Narasi Toleransi Indonesia)

Menyampaikan Pesan Damai:

1. Benediktus Papa (Ketua Presidium PP PMKRI)
2. Arya Kharisma Hardy (Ketua Umum PB-HMI)
3. Imanuel Cahyadi (Ketua Umum DPP GMNI)
4. Agus Herlambang (Ketua Umum PB PMII)
5. Ari Sutrisno (Ketua Umum HIKMABUDHI)
6. I Kadek Andre Nuaba (Ketua Umum KMHDI)
7. Korneles Galanjinjinay (Ketua Umum PP GMKI)
8. Najih Prasetyo (Ketua Umum DPP IMM)
9. Susanto Triyogo (Ketua Umum KAMMI)
10. Bryna Meivitawanli, S.E., B.Sc.,M.B.A., Ph.D (Pemuda Khonghucu)
11. Komang Juli Agustawan, SH (Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia)

Moderator:
Evi Mala Wijayanti dan Dominggus Sada

Penampil:
Corry Yosephine

#icrpforpeace

Spesial IMLEK / Festival Pecinan

Ayo ikuti Wisata Kreatif Jakarta!

Berikut jadwalnya:

Jumat 12 Feb
09.00 Walking Tour Jelajah Tangerang China Town
Pemandu : Yuliani Kuspambudi

16. 00 Virtual Tour Explore Beijing The Forbidden City
Pemandu : Cindy Tan

19.00 Virtual Session Spesial Imlek : Jelajah Pecinan Jakarta & Up Close and Personal with Agustinus Wibowo
Pemandu : Ira Lathief & Agustinus Wibowo

Sabtu 13 Feb
08.00 Tur Gowes Jelajah 5 Klenteng Kuno
Pemandu : Ira Lathief

09.00 Walking Tour Jelajah Pecinan Pasar Baru
Pemandu : Adjie Hadipriawan

16.00 : Virtual Tour Jelajah Glodok – Pecinan Tertua di Jakarta
Pemandu : Estu Shandy

19.00 : Virtual Tour Jelajah Pecinan Tiga Kota (Tangerang – Bogor- Bandung)
Pemandu : Ira Lathief

Minggu 14 Feb
08.00 : Tur Gowes Jelajah Pecinan Pantai Indah Kapuk
Pemandu : Ira Lathief

09.00 : Walking Tour Jelajah Glodok – Pecinan Tertua di Jakarta
Pemandu : Supry

Segera daftarkan dirimu di https://bit.ly/RegWisataKreatifJKT.
Pendaftaran tiap rute akan kami tutup 12 jam sebelum tur berjalan.
.
Harga Wisata Virtual Rp35,000 untuk Rute Jabodetabek/Nusantara dan dan Rp50,000 untuk Rute Mancanegara . Harga Real Tour adalah Rp 100.000 (Walking Tour) dan Rp 120.000 (Tur Gowes)

Info detail Itinerary jadwal Wisata Virtual dapat kamu lihat tiap minggunya di website www.wisatakreatifjakarta.com dan follow juga Fanpage/ IG Wisata Kreatif Jakarta untuk pantau agenda kami.*

Bincang Buku: Kristen Bertanya Muslim Menjawab

Peluncuran buku Ahmad Nurcholish ini sempat tertunda, karena kita banyak disibukkan dengan penanganan Pendemi Virus Korona. Melalui teknologi seminar online, kegiatan bedah buku dan pembahasannya tetap bisa dilangsungkan.

Pada hari Sabtu, 25 April 2020, pukul 13.00-15.00 wib, kegiatan ini akan digelar dengan pembahas: Pdt. Gomar Gultom, Ketua Umum PGI, Romo Johanes Haryanto, SJ (Sekretaris Umum ICRP) dan Susi Ivvaty founder dari Alif.id akan dilangsungkan dengan moderator Jeirry Sumampow.

Silakan mendaftar, dan pastikan saudara hadir menjadi bincang buku dan peluncuran buku yang fenomenal ini.

Salam perdamaian.

Alamat Pendaftara: https://bit.ly/bedahbukuicrp atau narahubung: kris dan Artika (0852-814814-13 & 0822-5802-0816)

 

Wisata Alam Merajut Kebhinekaan

[dropcap]K[/dropcap]ajian Salam merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi lintas iman di Jakarta, Indonesian Conference on Religion and peace (ICRP) sebagai respon atas ide-ide dan tindakan intoleran yang marak terjadi di Indonesia. Wacana yang dibangun dan hendak dibumikan adalah tentang Islam yang ramah, toleran dan mengayomi semua makhluk Tuhan.

Kali ini Kelompok Kajian Salam mengadakan edutrip ke Banten (7/03). Para peserta tidak hanya dari kelompok kajian, tetapi terbuka untuk siapa saja yang tertarik mengikuti. Lintas golongan,usia dan juga keyakinan.

Diawali dengan kunjungan ke Museum Multatuli di daerah Rangkas Bitung, para peserta mengenal dan melihat jejak Multatuli, seorang tokoh Belanda yang menentang kolonialisme pada masa penjajahan. Karyanya yang terkenal dan banyak mempengaruhi tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia adalah Max Havelaar.

Setelah dari Rangkas Bitung, kami bertolak menuju Malingping untuk menikmati makanan khasnya, yaitu Ceu Bay. Bakso ikan tenggiri dengan kuah yang khas. Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju desa Sawarna, desa yang cukup terkenal akan keindahan pantainya.

Selain jalan-jalan, yang tidak kalah penting dari acara ini adalah sesi tausiyah keagamaan yang diisi oleh Musdah Mulia, pembina ICRP. Para peserta menyimak dengan seksama.

Musdah menyampaikan tentang misi penciptaan manusia. Bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah fil ardh, yakni leader dan manager untuk kehidupan di bumi. Misi utamanya adalah amar ma’ruf nahi munkar, yakni melakukan upaya-upaya transformasi untuk menyebarkan spirit kebaikan, memanusiakan manusia dan semua dimulai dari diri sendiri.

Pada akhirnya, perjalan ini membawa harapan, bahwa keindahan pantai Sawarna dan kekayaan alam Banten mampu mengingatkan kita semua akan Tuhan yang Maha Indah, Maha Penyayang. Menjadi tugas kita bersama untuk merawatnya. Para peserta pulang dengan hati yang damai dan penuh suka cita. (Amna)

Bedah Buku Kristen Bertanya Muslim Menjawab

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus, Jakarta bekerjasama dengan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) akan menggelar bedah buku Kristen Bertanya Muslim Menjawab, Jumat, 6 Maret 2020 mendatang. Bedah buku karya Ahmad Nurcholish ini diprakarsai oleh Komisi Germasa GPIB Paulus, Menteng, Jakarta.

Selain menghadirkan sang penulis Ahmad Nurcholish, dalam acara tersebut juga akan menghadirkan narasumber pembahas, yakni Romo Dr. Al. Andang Binawan (Keuskupan Agung Jakarta), Pdt. Dr. Abraham Silo Wilar (Dosen STFT Jakarta), dan Dr. Neng Dara Affiah (Intelektual Muslimah NU). Bertindak sebagai moderator Ketua Komisi Germasa GPIB Paulus Jeirry Sumampow.

Secara spesifik acara akan dihelat pada pukul 16.00 – 20.00 WIB., bertempat di Gedung Pertemuan GPIB Paulus, Jl. Sunda Kelapa No. 12, Menteng, Jakarta Pusat.

“Diskusi ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Komisi Germasa GPIB Paulus Jakarta dan dalam rangka HUT ICRP ke-20, sekaligus bagian dari kontribusi gereja untuk menumbuhkan sikap toleransi dan kerukunan hidup antarumat beragama,” tutur Jeirry Sumampow.

Ahmad Nurcholish menyambut baik acara ini. Menurutnya, pelaksanaan diskusi ini dapat dijadikan sebagai ruang dialog bagi umat Kristen serta Katolik dengan umat Muslim di Jakarta dan sekitarnya. “Dialog harus terus kita lakukan sebagai langkah awal bagi upaya saling mengenal satu sama lain. Dari situ pula diharapkan antar-umat beragama dapat berlanjut untuk bekerjasama mewujudkan perdamaian dan membangun peradaban kemanusiaan,” terang Deputy Direktur ICRP ini.

Terkait dengan buku Kristen Bertanya Muslim Menjawab, Luciana Siahaan menilai bahwa Negara kita tercinta memiliki beragam suku, agama dan ras. Ketidakmengertian sering kali menimbulkan perpecahan. Saling memahami satu sama lain sangat dibutuhkan.

“Syukurlah ada orang seperti Cak Nur yang tidak pernah lelah membangun jembatan antara Muslim dan agama lainnya. Buku ini banyak bicara hal-hal praktis yang sering menjadi pertanyaan teman-teman Kristen tentang Islam. Sangat membantu membuka wawasan. Karya ini melengkapi  buku Islam Bertanya Kristen Menjawab karya  Christian W. Troll yang terbit sebelumnya,” terang Ketua Teruna Sinode GPIB ini. 

Menuju Indonesia Maju dan Bebas Radikalisme

Prof. Siti Musdah Mulia memberikan Kuliah Umum dengan tema, “Menuju Indonesia Maju dan Bebas Radikalisme” di Aula Kampus President University, Cikarang Jawa Barat (5/1).
Hadir di kegiatan tersebut rektor dan civitas akademia President University, khususnya mahasiswa dan pengajar dari Fak. Humaniora.

Radikalisme merupakan musuh besar yang sering tidak disadari keberadaannya, terutama radikalisme yang bersembunyi dibalik jubah agama.

Mengapa radikalisme berbahaya? Paling tidak, karena dalam radikalisme diajarkan kebencian terhadap demokrasi, pluralisme, feminisme, nasionalisme dan Pancasila.

Dengan menggunakan topeng agama yang selalu terkesan suci, para radikalis ini menyebarkan virus kebencian dan permusuhan kepada yang berbeda dan tidak sejalan dengan ideologi mereka. Mudah sekali mereka menuduh orang lain yang berbeda dengan tuduhan sesat, murtad dan kafir.

  1. Perempuan seringkali menjadi sasaran dan target utama dalam gerakan radikalisme. Sebab bagi mereka, upaya permunian agama harus dimulai dengan mensucikan perempuan. Perempuan disucikan dengan busana yang tertutup, jika perlu seluruh tubuhnya, termasuk mata pun harus ditutup. Disucikan dengan mengontrol pikiran agar perempuan tidak lagi menggunakan akal sehatnya sebagai manusia utuh. Disucikan dengan menjadikan tubuh perempuan sebagai mesin reproduksi agar melahirkan anak sebanyak mungkin untuk menyiapkan jundullah, tentara Tuhan. Kelompok radikalis aktif mengampanyekan haram Keluarga Berencana (KB), menganjurkan perkawinan anak, wajib poligami, menerapkan sunat perempuan dan hal lain yang merusak tatanan sosial masyarakat.

Negara, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dengan kuat membendung arus radikalisme yang sudah menyeruak ke seluruh sendi kehidupan bangsa dan negara. Yang pasti, radikalisme merupakan hambatan nyata bagi kemajuan Indonesia.

Kaprodi Pendidikan Keagamaan Sekolah Tinggi Agama Budha Nalanda Berkunjung ke Kantor ICRP

Kegiatan anjangsana merupakan kunjungan yang dilakukan untuk memperkuat persaudaraan atau bersilahturahmi. Kegiatan anjangsana ini dilakukan oleh Kaprodi Pendidikan Keagamaan Budha Sekolah Tinggi Agama Budha Nalanda (Dian Tika Sujata) ke kantor ICRP pada hari Selasa (04/02/20).

Selain Kaprodi Dian yang berkunjung, ada juga mahasiswa dari Vihara Dharma Suci yaitu Keni dan Sugi.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka membicarakan kerjasama untuk membangun budaya damai di Indonesia.

Dian menyampaikan bahwa mahasiswa/i di Sekolah Tinggi Agama Budha Nalanda sangat pasif dan kurang dalam kegiatan-kegiatan. Hal tersebut pun direspons oleh Direktur ICRP (Franky Tampubolon) bahwa sikap anjangsana para mahasiswanya harus ditingkatkan. Dian pun selaku Kaprodi tertarik dengan program yang selama ini ICRP rancang dan jalankan dan turut menjadi bagian dari ICRP.

Mahasiswa Keni dan Sugi, yang hadir berkunjung menjelaskan mereka aktif di internal Budhis untuk melaksanakan kegiatan atau program mereka sendiri yaitu berkunjung ke beberapa tempat di Indonesia. Menanggapi hal ini, Direktur ICRP, Frangky Tampubolon mengatakan bahwa “STA Budha Nalanda mesti menjadi lembaga inklusif, tidak cukup berfokus pada komunitas sendiri saja,” ujarnya. Ia pun menunjukkan video program Peace Train Indonesia yang telah dilakukan oleh ICRP sebanyak sepuluh kali. Setelah selesai menonton video tersebut ia pun mengatakan, “Mahasiswa Budhis sebaiknya dapat terlibat dalam kegiatan seperti ini, Peace Train ini adalah salah satu contoh konkrit anjangsana yang telah dilakukan ICRP.”

Akhirnya merekapun tertarik untuk dapat bekerja sama, mengambil bagian, dan ikut serta dalam kegiatan untuk melestarikan budaya damai di Indonesia ini.

Editor: Kris Hidayat