Kliping Berita

Cagub DKI Harus Komitmen Kendalikan Ormas Radikal

JAKARTABAGUS.Sebagai ibu kota negara, Jakarta harus menjadi contoh yang baik bagi daerah lain. Khususnya soal keharmonisan para penduduk dan relasi antar penduduknya, dan hubungan antar agama. Namun pelbagai konflik dan tindak kekerasan kerap terjadi di tengah masyarakat ibu kota. Untuk itu Pemilukada DKI Jakarta yang sudah di depan mata, siapapun Gubernur DKI nanti, harus dapat mengendalikan organisasi radikal tersebut.

ILUSTRASI KONFLIK/IST

“Siapapun Cagub yang nanti terpilih, harus mengendalikan ormas yang radikal,”  ungkap aktivis dan peneliti Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), M. Mukhlisin, kepada Jakartabagus.com, Kamis (9/2).

Mukhlisin menilai, persoalan disharmonisasi bangsa, konflik antar agama dipicu dengan munculnya organisasi radikal.  Dia beberkan, asal muasal rentan konflik yang ada di Jakarta, karena organisasi tersebut.

“Masalahnya yang menganggu kemajemukan adalah keberadaan organisasi radikal ,”tuturnya.

Ia pun menjelaskan, sebenarnya masyarakat Jakarta relatif akomodatif terhadap isu agama. Namun, keadaan yang harmonis ini bukan berarti akan lepas dari konflik. Lelaki yang juga turut menjadi korban peristiwa kekerasan bermotif agama di Monas tahun 2008 ini juga mengingatkan,  jangan sampai Kasus GKI Yasmin terulang di Jakarta. Menurutnya, potensi konflik yang terjadi di Bogor itu bisa merembet ke daerah terdekat. Khususnya Jakarta, dan jika prediksi itu terjadi, tak ayal akan merembet ke daerah lain yang ada di Indonesia.

“Di Jakarta, Kekerasan yang banyak terjadi justru antar ormas,” tambahnya seraya menunjuk beberapa kekerasan yang kerap terjadi di Jakarta. Misalnya bentrok antara Pemuda Pancasila dengan FBR, dan konflik lain.

Ia pun menyayangkan, RUU Kerukunan Umat Agama (KUB) tidak masuk dalam agenda Prolegnas 2012. Malah beberapa RUU yang dinilai tidak lebih penting dari RUU KUB menjadi agenda, semisal RUU Haji, RUU kesetaraan gender dan RUU Produk halal. [fir]

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close