Kliping Berita

Antisipasi Penyimpangan Ajaran Agama, Ulama akan Distandarisasi

Oleh : Alam Rantjatan | 25-Aug-2010, 01:11:08 WIB
KabarIndonesia – Untuk mengantisipasi penyimpangan ajaran agama di masyarakat, pihak pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengoptimalkan peranan ulama di masyarakat. Menurut Gubernur Jawa Barat, penyimpangan ajaran agama muncul manakala tidak ada ulama atau peranan ulama sudah tidak dirasakan oleh masyarakat. Inisiatif ini berangkat dari mulai maraknya berbagai penyimpangan ajaran agama di masyarakat, khususnya yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Demikian disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc., di sela-sela acara Safari Ramadhan Polda Jawa Barat yang bertempat di Mapolres Subang, Senin (23/8).
Karena perkampungan ulama yang akan dikirim nantinya dipersamakan dahulu mengenai pandangannya terhadap ajaran agama dan dibekali tentang pengetahuan tentang pengenalan sosial budaya umat yang akan dihadapi. Selanjutnya dikirim ke wilayah-wilayah yang kosong atau kurang tenaga ulamanya sehingga masyarakat bisa menerima dan merasakan kembali peranan ulama secara optimal.
Gagasan yang dikemukakan oleh Heryawan ialah dengan cara melakukam pembinaan kepada ulama-ulama muda melalui MUI yang bekerja sama dengan Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat.
“Kita akan bina ulama-ulama muda melalui MUI yang bekerja sama dengan Kanwil Kementrian Agama untuk membina lulusan pesantren, lulusan aliyah, kemudian kita standarisasi untuk dikirim ke wilayah-wilayah yang kosong atau melakukan pembinaan ulama-ulama yang sudah ada tentang pamahaman keulamaannya, dipertajam dan dipertegas,” jelas Heryawan.
Pada saat yang sama dipikirkan juga bidang ekonominya. diberdayakan sesuai kemampuan yang dimiliki. Baik di bidang peternakan, perikanan atau pertanian. Mengenai permodalannya, diupayakan lewat perbankan atau bantuan.
Selanjutnya Gubernur mengajak kepada warga Jawa Barat untuk meningkatkan kembali semangat toleransi di kalangan kaum Muslimin khususnya dan Rakyat Jawa Barat pada umumnya. Secara umum disampaikan Gubernur, pihaknya sangat bersyukur atas semangat toleransi warga Jawa Barat yang telah mulai mengalami kemajuan. Berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Perbedaan khilafiyah sering menimbulkan perselihan yang tidak produktif.
Kemudian Heryawan menceritakan perjuangan Ulama Hassan Al-Banna ketika menghadapi kaum muslimin di Mesir yang memperselisihkan masalah Sholat Tarawih antara 8 raka’at dan 20 raka’at. Atas kebijaksanaannya, ulama dalam menanamkan toleransi, akhirnya kedua pihak bisa berdamai dan bisa menjalankan sholat tarawih sesuai keyakinannya. Begitu pula dengan umat lain, keyakinan harus tetap dijaga karena saat ini telah memiliki kesepakatan dalam bentuk SKB 3 menteri yang harus ditaati. Dengan begitu keharmonisan antar umat beragama tetap terjaga.
Safari Ramadhan di Mapolres Subang tersebut dihadiri juga oleh Jajaran Pejabat Muspida Jabar lainnya seperti Ketua DPRD Jabar, Pangdam III Siliwangi, dan Kapolda Jabar. Hadir pula pejabat Muspida Kabupaten Subang berserta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang lainnya. (*)
http://www.kabarindonesia.com//berita.php?pil=26&jd=Antisipasi+Penyimpangan+Ajaran+Agama,+Ulama+akan+Distandarisasi&dn=20100825003702

Oleh : Alam Rantjatan | 25-Aug-2010, 01:11:08 WIB

KabarIndonesia – Untuk mengantisipasi penyimpangan ajaran agama di masyarakat, pihak pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengoptimalkan peranan ulama di masyarakat. Menurut Gubernur Jawa Barat, penyimpangan ajaran agama muncul manakala tidak ada ulama atau peranan ulama sudah tidak dirasakan oleh masyarakat. Inisiatif ini berangkat dari mulai maraknya berbagai penyimpangan ajaran agama di masyarakat, khususnya yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Demikian disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan, Lc., di sela-sela acara Safari Ramadhan Polda Jawa Barat yang bertempat di Mapolres Subang, Senin (23/8).

Karena perkampungan ulama yang akan dikirim nantinya dipersamakan dahulu mengenai pandangannya terhadap ajaran agama dan dibekali tentang pengetahuan tentang pengenalan sosial budaya umat yang akan dihadapi. Selanjutnya dikirim ke wilayah-wilayah yang kosong atau kurang tenaga ulamanya sehingga masyarakat bisa menerima dan merasakan kembali peranan ulama secara optimal.

Gagasan yang dikemukakan oleh Heryawan ialah dengan cara melakukam pembinaan kepada ulama-ulama muda melalui MUI yang bekerja sama dengan Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat.

“Kita akan bina ulama-ulama muda melalui MUI yang bekerja sama dengan Kanwil Kementrian Agama untuk membina lulusan pesantren, lulusan aliyah, kemudian kita standarisasi untuk dikirim ke wilayah-wilayah yang kosong atau melakukan pembinaan ulama-ulama yang sudah ada tentang pamahaman keulamaannya, dipertajam dan dipertegas,” jelas Heryawan.

Pada saat yang sama dipikirkan juga bidang ekonominya. diberdayakan sesuai kemampuan yang dimiliki. Baik di bidang peternakan, perikanan atau pertanian. Mengenai permodalannya, diupayakan lewat perbankan atau bantuan.

Selanjutnya Gubernur mengajak kepada warga Jawa Barat untuk meningkatkan kembali semangat toleransi di kalangan kaum Muslimin khususnya dan Rakyat Jawa Barat pada umumnya. Secara umum disampaikan Gubernur, pihaknya sangat bersyukur atas semangat toleransi warga Jawa Barat yang telah mulai mengalami kemajuan. Berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Perbedaan khilafiyah sering menimbulkan perselihan yang tidak produktif.

Kemudian Heryawan menceritakan perjuangan Ulama Hassan Al-Banna ketika menghadapi kaum muslimin di Mesir yang memperselisihkan masalah Sholat Tarawih antara 8 raka’at dan 20 raka’at. Atas kebijaksanaannya, ulama dalam menanamkan toleransi, akhirnya kedua pihak bisa berdamai dan bisa menjalankan sholat tarawih sesuai keyakinannya. Begitu pula dengan umat lain, keyakinan harus tetap dijaga karena saat ini telah memiliki kesepakatan dalam bentuk SKB 3 menteri yang harus ditaati. Dengan begitu keharmonisan antar umat beragama tetap terjaga.

Safari Ramadhan di Mapolres Subang tersebut dihadiri juga oleh Jajaran Pejabat Muspida Jabar lainnya seperti Ketua DPRD Jabar, Pangdam III Siliwangi, dan Kapolda Jabar. Hadir pula pejabat Muspida Kabupaten Subang berserta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang lainnya. (*)

http://www.kabarindonesia.com//berita.php?pil=26&jd=Antisipasi+Penyimpangan+Ajaran+Agama,+Ulama+akan+Distandarisasi&dn=20100825003702

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close