BukuPerpustakaan

Ahmad Nurcholish Luncurkan Buku Sebagai Ruang Dialog

Pdt. Albertus Patty: Dialog Simpatik Melalui Buku Kristen Bertanya Muslim Menjawab

Aktivis kebinekaan dan perdamaian Ahmad Nurcholish segera meluncurkan buku terbarunya berjudul Kristen Bertanya Muslim Menjawab. Ini merupakan buku ke-35 yang sudah ia tulis dan diterbitkan. Buku tersebut didedikasikan sebagai ruang dialog antara umat Kristen dan umat Islam, khususnya di .

Menurut Deputy Direktur Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) ini, buku tersebut merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan dari rekan atau sahabat Protestan maupun Katolik yang ditujukan kepadanya selama ini. Baik di forum seminar atau diskusi maupun melalui surat elektronik, bahkan ada yang melalui aplikasi WhatsApp.

“Ada ratusan pertanyaan yang saya terima selama ini. Tapi kemudian saya pilih dan pilah sebanyak 50 pertanyaan saja yang paling sering ditanyakan oleh sahabat-sahabat Kristiani kepada saya,” terangnya.

Buku yang diterbitkan penerbit Elex Media (Kompas Gramedia) ini rencananya akan diluncurkan pada 21 Maret 2020 di Gedung Gramedia Matraman, Jakarta Timur. Sejumlah narasumber dari kalangan Kristen, Katolik maupun Muslim akan membahas buku setebal 590 halaman ini.

Cak Nur, demikian sapaan akrab Ahmad Nurcholish, menjelaskan bahwa buku ini selain menjadi  ruang dialog antara Kristen dan Islam sekaligus untuk membangun kerjasama antarumat beragama. Tujuannya tak lain agar kehidupan harmoni dan damai dalam masyarakat Indonesia dapat diwujudkan bersama.

Sementara itu, direktur program Sekolah Guru Kebinekaan Yayasan Cahaya Guru Jakarta Muhammad Muhlisin menilai bahwa buku karya Ahmad Nurcholish ini merupakan bentuk baru dialog antar-agama.

“Buku Kristen Bertanya Muslim Menjawab ini terasa segar. Bentuk baru dialog antar agama yang sampai kapanpun sangat penting dilakukan. Kita seringkali terjebak pada asumsi dan prasangka terkait kepercayaan atau agama orang lain. Buku ini meretas sekat prasangka itu melalui pertanyaan dan jawaban yang mudah banget dipahami,” terangnya.

Sebelum launching pada 21 Maret 2020, buku ini juga akan didiskusikan di Gereja Protestan di Indonesia Barat (GPIB) Paulus pada 6 Maret 2020.

Pdt. Albertus Patty: Dialog Simpatik Melalui Buku Kristen Bertanya Muslim Menjawab

Atas terbitnya buku Kristen Bertanya Muslim Menjawab (KBMM) karya Ahmad Nurcholish, Pdt. Albertus Patty menyebut bahwa penulis memperlakukan berbagai pertanyaan umat Kristen tentang Islam sebagai sebuah percakapan dan dialog yang simpatik dalam perziarahan bersama pencarian kebenaran.

“Jawaban-jawaban sang penulis mengajak kita menikmati penguasaannya atas tradisi Islam dan atas konteks sosial historis suatu peristiwa. Ada pertanggungjawaban rasional. Jawabannya atas pertanyaan menunjukkan kematangan sang penulis karena diksi yang digunakan mendemonstrasikan penghormatannya pada subyek penanya,” tulisnya di buku tersebut.

Menurut Pendeta di Gereja Kristen Indonesia (GKI) ini, saat masih dipengaruhi teologi yang polaristik,  pertanyaan umat lain tentang agamanya akan  dijawab dengan pendekatan doktrinal dan literalistik, kadang dengan spirit triumphalistik yang berisi kepongahan rohani. Jawaban seperti itu melepaskan agama dari konteks sosial historis dan mengabaikan pengalaman riel manusia masa kini.

“Akibatnya, jawaban ia tidak memuaskan, bahkan menimbulkan puluhan pertanyaan lain. Tanya-jawab pun berubah menjadi debat kusir yang apologetik demi mempertahankan apa yang diklaim sebagai ‘kebenaran’ mutlak. Nah, buku yang berada di tangan Anda ini justru berbeda,” terang Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Periode 2014 – 2019 ini.

Sementara itu, Yustinus Yuniarto menerangkan bahwa sejatinya manusia adalah mahluk yang bertanya. Sehingga wajar mestinya jika antar-umat beragama pun saling melontarkan berbagai pertanyaan terkain dengan ajaran dan keunikan dari masing-masing agama.

“Sehingga buku sahabat saya, Cak Nur, ini menjadi media yang baik untuk semakin menghilangkan peluang adanya prasangka-prasangka tidak baik dalam hubungan antar umat beragama melalui dialog “Kristen Bertanya Muslim menjawab”. Semoga membawa pencerahan bagi para pembacanya, “harap jemaat Gereja Kristen Jawa, Rawamangun, Jakarta Timur ini.

Buku KBMM merupakan karya ke-35 dari aktivis kebinekaan dan perdamaian Ahmad Nurcholish.  Deputy Direktur Indonesian Conference on Religion and Peace Ini mendedikasikan karya terbarunya sebagai ruang dialog sekaligus mendorong adanya kerjasama antar-umat beragama di Tanah Air. 

Tags
Show More

Kris Hidayat

Bidang Filantropi dan Pengembangan Masyarakat ~ ICRP

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close