Kliping Berita

Agama Tak Penting pada Pilpres AS

WASHINGTON, (PRLM).- Selama ini banyak orang menganggap agama menjadi faktor penting dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan berlangsung 6 November mendatang.

Kenyataannya,dalam hasil survei terbaru yang dilakukan Pusat Penelitian Pew sebagaimana dilansir AP, Rabu (10/10), agama tidak lagi menjadi faktor yang memengaruhi warga Amerika Serikat dalam memilih presiden mereka pada pemilu mendatang.

Ini pula yang menyebabkan warga Amerika tidak peduli jika capres dari Partai Republik beragama Mormon (salah satu sekte Kristen yang dianggap sesat). Soal ini, sebelumnya Pew juga pernah mengadakan kajian khusus pada Juli 2012.

Hasilnya, 81 persen responden menilai faktor agama yang dianut Romney tidak menjadi masalah sama sekali. Tidak heran, jika Mitt Romney akhirnya memenangi pemilihan pendahuluan Partai Republik dimana saat itu dia sempat bersaing ketat dengan Rick Santorum. Jika masyarakat Amerika masih mementingkan faktor agama, tentunya yang dipilih bukan

Romney melainkan Santorum yang dikenal sebagai penganut Kristen Protestan. Faktanya, Santorum kalah dari Romney.

Dalam sejarah pilpres Amerika, belum pernah ada kandidat capres dari Mormon. Apalagi di kalangan Partai Republik yang paradigma politiknya konservatif.

Dalam artian, politisinya masih menganggap nilai-nilai agama masih penting. Berbeda dengan Partai Demokrat yang landasan politiknya lebih mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan. Ini pula yang membuat Partai Demokrat, dalam sejumlah isu seperti perkawinan sejenis dan aborsi, memiliki pandangan bertolak belakang dengan Partai Republik. Demokrat melegalkan aborsi dan pernikahan sejenis, sedangkan Republik sangat menentang itu. (A-133/A-26).***

 

Sumber: Pikiran-rakyat.com

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close