Harian

Agama Bukan Paksaan

Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) yang terletak di bilangan Bintaro Jakarta Selatan Selasa (06/November/2012) kemarin menggelar kuliah agama bersama Ketua Umum ICRP Musdah Mulia. Dalam kuliahnya, Musdah Mulia menyatakan bahwa negara telah melewati batas dengan mendefinisikan agama berdasarkan perspektif pemerintah saja.

“Imbasnya banyak agama di Indonesia yang tidak mendapatkan pengakuan negara” tegas Musdah Mulia. Beberapa diantaranya adalah agama Tolotang, agama Kaharingan, Sunda Wiwitan, Kejawen, dll . Mereka tidak mendapatkan legalitas sebagai agama oleh pemerintah. Padahal keberadaan mereka lebih dahulu lahir di nusantara dibandingkan agama-agama pendatang semisal Islam dan Kristen.

Oleh sebab itu tak jarang jika agama-agama nusantara ini saat ini banyak yang bergabung dengan agama-agama yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Seperti Tolotang yang telah bergabung dengan agama Hindu. Tidak ada pilihan lain. Namun mereka tetap beribadah sebagai Tolotang.

“Agama adalah kebutuhan bukan paksaan” tegas Musdah.

Kuliah agama ini merupakan rangkaian program kerjasama antara UPJ dan ICRP. Kerjasama ini dijalin untuk mengembangkan program pendidikan yang berwawasan multikulturalisme dan pluralisme.

Sebelumnya, UPJ dan ICRP telah menggelar kunjungan kerumah-rumah ibadah yang berada disekitaran Jakarta. Diantara lain adalah Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, GPIB Imanuel, Vihara Dammacaka, Sikh Temple, dan Pure Rawamangun.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close