Menolak Ide Khilafah. Sumber Gambar: Kompasiana

[:id]Menolak Ide Khilafah[:]

[:id]Oleh: Moh Mahfud MD

Buktikan bahwa sistem politik dan ketatanegaraan Islam itu tidak ada. Islam itu lengkap dan sempurna, semua diatur di dalamnya, termasuk khilafah sebagai sistem pemerintahan”. Pernyataan dengan nada agak marah itu diberondongkan kepada saya oleh seorang aktivis ormas Islam asal Blitar saat saya mengisi halaqah di dalam pertemuan Muhammadiyah se-Jawa Timur ketika saya masih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.

Saat itu, teman saya, Prof Zainuri yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, mengundang saya untuk menjadi narasumber dalam forum tersebut dan saya diminta berbicara seputar ”Konstitusi bagi Umat Islam Indonesia”.

Pada saat itu saya mengatakan, umat Islam Indonesia harus menerima sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sistem negara Pancasila yang berbasis pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika, sudah kompatibel dengan realitas keberagaman dari bangsa Indonesia.

Saya mengatakan pula, di dalam sumber primer ajaran Islam, Al Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW, tidak ada ajaran sistem politik, ketatanegaraan, dan pemerintahan yang baku. Di dalam Islam memang ada ajaran hidup bernegara dan istilah khilafah, tetapi sistem dan strukturisasinya tidak diatur di dalam Al Quran dan Sunah, melainkan diserahkan kepada kaum Muslimin sesuai dengan tuntutan tempat dan zaman.

SISTEM NEGARA PANCASILA
Khilafah sebagai sistem pemerintahan adalah ciptaan manusia yang isinya bisa bermacam-macam dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Di dalam Islam tidak ada sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang baku.

Umat Islam Indonesia boleh mempunyai sistem pemerintahan sesuai dengan kebutuhan dan realitas masyarakat Indonesia sendiri. Para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan, negara Pancasila merupakan pilihan final dan tidak bertentangan dengan syariah sehingga harus diterima sebagai mietsaaqon ghaliedzaa atau kesepakatan luhur bangsa.

Penjelasan saya yang seperti itulah yang memicu pernyataan aktivis ormas Islam dari Blitar itu dengan meminta saya untuk bertanggung jawab dan membuktikan bahwa di dalam sumber primer Islam tidak ada sistem politik dan ketatanegaraan. Atas pernyataannya itu, saya mengajukan pernyataan balik. Saya tak perlu membuktikan apa-apa bahwa sistem pemerintahan Islam seperti khilafah itu tidak ada yang baku karena memang tidak ada.

Justru yang harus membuktikan adalah orang yang mengatakan, ada sistem ketatanegaraan atau sistem politik yang baku dalam Islam. ”Kalau Saudara mengatakan bahwa ada sistem baku di dalam Islam, coba sekarang Saudara buktikan, bagaimana sistemnya dan di mana itu adanya,” kata saya.

Ternyata dia tidak bisa menunjuk bagaimana sistem khilafah yang baku itu. Kepadanya saya tegaskan lagi, tidak ada dalam sumber primer Islam sistem yang baku. Semua terserah pada umatnya sesuai dengan keadaan masyarakat dan perkembangan zaman.

Buktinya, di dunia Islam sendiri sistem pemerintahannya berbeda-beda. Ada yang memakai sistem mamlakah (kerajaan), ada yang memakai sistem emirat (keamiran), ada yang memakai sistem sulthaniyyah (kesultanan), ada yang memakai jumhuriyyah (republik), dan sebagainya.

Bahwa di kalangan kaum Muslimin sendiri implementasi sistem pemerintahan itu berbeda-beda sudahlah menjadi bukti nyata bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran baku tentang khilafah. Istilah fikihnya, sudah ada ijma’ sukuti (persetujuan tanpa diumumkan) di kalangan para ulama bahwa sistem pemerintahan itu bisa dibuat sendiri-sendiri asal sesuai dengan maksud syar’i (maqaashid al sya’iy).

Kalaulah yang dimaksud sistem khilafah itu adalah sistem kekhalifahan yang banyak tumbuh setelah Nabi wafat, maka itu pun tidak ada sistemnya yang baku.

Di antara empat khalifah rasyidah atau Khulafa’ al-Rasyidin saja sistemnya juga berbeda-beda. Tampilnya Abu Bakar sebagai khalifah memakai cara pemilihan, Umar ibn Khaththab ditunjuk oleh Abu Bakar, Utsman ibn Affan dipilih oleh formatur beranggotakan enam orang yang dibentuk oleh Umar.

Begitu juga Ali ibn Abi Thalib yang keterpilihannya disusul dengan perpecahan yang melahirkan khilafah Bani Umayyah. Setelah Bani Umayyah lahir pula khilafah Bani Abbasiyah, khilafah Turki Utsmany (Ottoman) dan lain-lain yang juga berbeda-beda.

Yang mana sistem khilafah yang baku? Tidak ada, kan? Yang ada hanyalah produk ijtihad yang berbeda-beda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Ini berbeda dengan sistem negara Pancasila yang sudah baku sampai pada pelembagaannya. Ia merupakan produk ijtihad yang dibangun berdasar realitas masyarakat Indonesia yang majemuk, sama dengan ketika Nabi membangun Negara Madinah.

BERBAHAYA
Para pendukung sistem khilafah sering mengatakan, sistem negara Pancasila telah gagal membangun kesejahteraan dan keadilan. Kalau itu masalahnya, maka dari sejarah khilafah yang panjang dan beragam (sehingga tak jelas yang mana yang benar) itu banyak juga yang gagal dan malah kejam dan sewenang-wenang terhadap warganya sendiri.

Semua sistem khilafah, selain pernah melahirkan penguasa yang bagus, sering pula melahirkan pemerintah yang korup dan sewenang-wenang. Kalaulah dikatakan bahwa di dalam sistem khilafah ada substansi ajaran moral dan etika pemerintahan yang tinggi, maka di dalam sistem Pancasila pun ada nilai-nilai moral dan etika yang luhur. Masalahnya, kan, soal implementasi saja. Yang penting sebenarnya adalah bagaimana kita mengimplementasikannya

Maaf, sejak Konferensi Internasional Hizbut Tahrir tanggal 12 Agustus 2007 di Jakarta yang menyatakan ”demokrasi haram” dan Hizbut Tahrir akan memperjuangkan berdirinya negara khilafah transnasional dari Asia Tenggara sampai Australia, saya mengatakan bahwa gerakan itu berbahaya bagi Indonesia. Kalau ide itu, misalnya, diterus-teruskan, yang terancam perpecahan bukan hanya bangsa Indonesia, melainkan juga di internal umat Islam sendiri.

Mengapa? Kalau ide khilafah diterima, di internal umat Islam sendiri akan muncul banyak alternatif yang tidak jelas karena tidak ada sistemnya yang baku berdasar Al Quran dan Sunah. Situasinya bisa saling klaim kebenaran dari ide khilafah yang berbeda-beda itu. Potensi kaos sangat besar di dalamnya.

Oleh karena itu, bersatu dalam keberagaman di dalam negara Pancasila yang sistemnya sudah jelas dituangkan di dalam konstitusi menjadi suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia. Ini yang harus diperkokoh sebagai mietsaaqon ghaliedzaa (kesepakatan luhur) seluruh bangsa Indonesia. Para ulama dan intelektual Muslim Indonesia sudah lama menyimpulkan demikian.

MOH MAHFUD MD
Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN); Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode 2008-2013.[:]

Aneka Ragam simbol keagamaan. Sumber: Tempo

[:id]Seribu Warga Jayapura Ikuti Kirab Peduli Kerukunan Beragama[:]

[:id]Seribuan warga Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mengikuti kirab kerukunan umat beragama yang melibatkan berbagai perwakilan agama dan suku, pada Minggu 28 Mei 2017.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menuturkan kegiatan tersebut adalah bukti nyata warga di wilayah tersebut memiliki toleransi antarumat beragama yang tinggi. “Kirab peduli kerukunan merupakan wujud komitmen kami untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan,” ujarnya di Jayapura, Ahad 28 Mei 2017.Ia menyatakan meski beberapa waktu belakangan kerap muncul isu-isu negatif yang berbau SARA, namun warga Jayapura tidak tersulut dan tetap berkomitmen menjaga kerukunan. “Kami akan terus bersatu untuk melawan siapa pun yang merongrong Pancasila, mudah-mudahan semangat ini terus berlanjut,” kata dia.

Ketua panitia Kirab Peduli Kerukunan Marshal Suebu mengungkapkan kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti dengan forum diskusi kelompok (FGD) yang tujuan akhirnya adalah untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Peserta yang ikut kegiatan ini ada 1.500 orang. Setelah kegiatan ini akan ada FGD untuk menyatukan pemikiran dan pemahaman,” tuturnya.

Kirab peduli kerukunan dimulai dari Gereja Ebenhaezer dan diakhiri di Masjid Al-Aqsha Sentani dengan acara buka puasa bersama. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Danlanud Jayapura, Dandim 1701, Danyonif 751, Kapolres Jayapura, dan perwakilan tokoh agama dan suku.

ANTARA[:]

ilustrasi pasangan sejenis. Sumber: Kompas.com

[:id]Akankah Pernikahan Sejenis Jadi Legal di Taiwan?[:]

[:id]TAIPE, KOMPAS.com – Taiwan bisa menjadi tempat pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Rabu (24/5/2017) ini, sebuah persidangan di pengadilan Taipe, akan membuat keputusan penting mengenai apakah negara itu akan mengizinkan pernikahan sesama jenis.

Banyak pegiat yang berkecimpung dalam isu ini mengaku optimistis bahwa keputusan yang bakal keluar nanti akan memenangkan apa yang selama ini mereka perjuangkan.

Selain itu, saat ini pun ada dukungan berupa momentum yang berkembang untuk mendorong hak perkawinan sesama jenis di negara itu.

Namun, bukan berarti wacana ini akan berjalan mulus. Kelompok konservatif telah mengadakan demonstrasi massal demi melawan perubahan undang-undang yang mengatur tentang hal ini.

Warga peserta kampanye untuk dan melawan wacana legalisasi pernikahan gay akan berkumpul di pusat Kota Taipe, pada sore ini.

Keputusan resmi baru akan diumumkan secara online, pada pukul 16:00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB.

Sebuah panel yang terdiri dari 14 hakim agung akan membuat keputusan yang bakal menentukan apakah undang-undang yang berlaku di Taiwan saat ini tidak konstitusional.

Perintis gerakan hak asasi perempuan Taiwan, Chi Chia-wei, adalah salah satu pemohon yang membawa kasus ini ke pengadilan konstitusi.

Setelah 30 tahun berjuang, perempuan berusia 59 tahun itu mengatakan kepada AFP, dia sangat yakin bahwa keputusan hari ini akan menguntungkannya.

Dia pun mendesak para hakim untuk mengizinkan pasangan gay mendaftar pernikahan mereka pada hari berikutnya, jika mereka menyetujui perubahan dalam undang-undang.

Menurut dia, hal itu akan berdampak lebih baik dari pada harus menunggu pemerintah penerapkan peraturan perundang-undangan baru.

Kendati demikian, sebagian besar aktivis dan ahli hukum memperkirakan akan ada penundaan antara keputusan dan terbitnya undang-undang dari parlemen.

Inti dari peninjauan atas UU ini adalah tentang klausul dalam KUH Perdata Taiwan yang menyebut kesepakatan untuk menikah harus dilakukan antara pria dan wanita.

Chi mengaku ingin pengadilan menafsirkan apakah itu bertentangan dengan unsur-unsur dalam konstitusi Taiwan yang menjamin persamaan dan kebebasan untuk menikah.

Selanjutnya, keputusan pengadilan tersebut akan berlaku mengikat. Sehingga, keputusan yang menguntungkan akan membuka jalan bagi para kaum pecinta sesama jenis, untuk berhubungan secara legal dan diakui negara.

Pihak lain yang membawa kasus ini adalah Pemerintah Kota Taipe, yang menolak aplikasi perkawinan oleh pasangan sesama jenis dan mencari klarifikasi hukum.

Untuk mendapatkan suara mayoritas, paling sedikit 10 hakim harus menyetujui keputusan tersebut.

 [:]

Mengenal apa itu scientology

[:id]Mengenal Apa Itu Scientology? [:]

[:id]

Anggota Scientology dilampung belajar tentang dianetik. Sumber: Ady

Anggota Scientology dilampung belajar tentang dianetik. Sumber: Ady

Oleh: Ady and Friends*

Scientology , gerakan keagamaan asal Amerika Serikat ini sempat dikenal oleh masyarakat indonesia paska beredarnya gosip  kabar perceraian antara Tom Cruise dan Katie Holmes pertengahan tahun lalu  yang katanya diakibatkan oleh campur tangan Scientology dirumah tangga mereka, memang Tom Cruise dan katie holmes sendiri sebelum mereka bercerai adalah artis yang tergabung dalam Scientology namun belakangan  beredar kabar jika Katie Holmes hengkang dari Scientology dan para penganut Scientology pun meanggapnya sebagai musuh akibat perilakunya yang katanya tidak sopan.

Memang Scientology sangat berkaitan erat dengan kehidupan banyak artis Hollywood dan seperti tipikal kehidupan artis apapun yang melekat dengan kehidupan artis tersebut termasuk hal personalnya dalam hal ini agama turut ikut diberitakan.beberapa artis Hollywood yang merupakan bagian dari Scientology adalah Tom Cruise, John Travolta, Christiane Alley, Will smith, dan belakang Justin bieber dikaitkan dengan Scientology selain itu masih banyak lagi artis Hollywood lainnya yang sedikit kurang dikenal di ranah publik indonesia yang juga bergabung dengan Scientology bahkan di Hollywood didirikan Celebrity center, sebuah pusat spiritual khusus bagi pekerja hiburan dijantung Hollywood.

Nama Scientology yang dikenal melalui gosip para artinsya ini  membuat  beberapa Televisi lokal mengulas tentang gerakan keagamaan yang satu ini kemudian disusul dengan artikel yang diupload banyak blog baik pribadi maupun kelompok tentang Scientology , namun seperti biasanya tipikal masyarakat indonesia yang cenderung lebih banyak mengetahui sesuatu tidak dari sumber langsungnya banyak dari pemberitaan tersebut hanyalah Hoax semata, seperti anggapan jika Scientology mempercayai alien, menculik orang, hanya untuk selebrity  ,ataupun anggapan jika Scientology adalah pecahan dari gereja kristen.

Saya katakan disini adalah Hoax karena sebagai individu yang sudah mengetahui tentang Scientology dari interaksi saya langsung dengan anggotanya, berkerja bersama dengan anggotanya, dan membaca buku serta informasi yang benar dari situs yang netral sejak tahun 2016 bahkan menjadi bagian keanggotaan Scientology sendiri membuat saya harus meluruskan kesalahpahaman yang selama ini dituliskan dan disebarkan lewat dunia maya tentang Scientology sendiri.

Scientology didirikan oleh penulis science fiksi terkenal asal Amerika serikat bernama L.Ron Hubbard kisahnya bermula pada tahun 1929 saat L.Ron Hubbard muda memulai studinya tentang pikiran dan jiwa manusia, kemudian menghasilkan karya pertamanya berjudul “ Excalibur”, ditahun 1938. Dalam karya yang tidak dipublikasikan inilah, kata Scientology pertama kali muncul untuk menggambarkan apa yang disebut Mr. Hubbard sebagai “studi tentang mengetahui bagaimana cara mengetahuinya.” Dia memutuskan untuk tidak menerbitkan bukunya karena fakta, “‘Excalibur’ tidak mengandung terapi apapun. Tapi hanya diskusi tentang komposisi kehidupan. Akibatnya L ron Hubbard berkata dalam Autobiograpinya berjudul Ron series ,” saya memutuskan untuk melangkah lebih jauh. ”

Dan langkahnya tersebut membuat terciptanya Dianetics, subjek yang diperkenalkan ke dalam bidang yang lebih luas dari Scientology untuk memberikan terapi sebenarnya yang mudah  diaplikasikan oleh orang diseluruh duni. Jadi, pada tahun 1947, dia menulis sebuah manuskrip yang merinci penemuan-penemuan inti dari Dianetics. Meski tidak terbit saat itu, manuskrip tersebut beredar di kalangan teman dan kolega, yang menyalinnya dan menyebarkannya kepada orang lain. (Karya ini akhirnya diterbitkan pada tahun 1951 sebagai Dianetics: Original Thesis.)

Ketika salinan manuskrip itu terus beredar, Mr. Hubbard mulai menerima banyak surat yang meminta informasi lebih lanjut.kemudian  dia segera menyadari jika  dirinya menghabiskan seluruh waktunya untuk menjawab surat-surat yang ditujukan kepadanya  sehingga kemudian dia  memutuskan untuk menulis teks komprehensif tentang masalah ini yang berjudul Dianetics : Ilmu pengetahuan modern tentang kesehatan mental.

Diluncurkan pada tanggal  9 Mei 1950, buku tersebut memicu badai antusiasme populer, dan segera masuk kedalam daftar buku terlaris dunia versi  New York Times dan berada didaftar  iselama 28 minggu berturut-turut. Dengan demikian, buku itu merupakan buku penjualan terbesar yang pernah ada dalam sejarah  dan tetap demikian sampai sekarang. Yang terkandung di dalamnya adalah penemuan pikiran reaktif – sumber mimpi buruk yang tersembunyi, ketakutan yang tidak masuk akal, gangguan dan ketidakamanan.

Namun L. Ron Hubbard tidak pernah menganggap Dianetics sebagai akhir dari penelitiannya, namun, sebuah batu loncatan untuk menemukan dan mengisolasi sumber kehidupan lama yang ilusif. Dan memang, teknik-teknik Dianetik menyediakan sarana yang dengannya para praktisi segera menemukan kehidupan lampau. Menekankan aplikasi dan penelitian lebih jauh lagi, pencapaian dari apa yang dikenal sebagai eksteriorisasi – menunjukkan jika Roh yang didalam Scientology disebut Thetan  memang terpisah dari  tubuh dan pikiran: disinilah Aliran Spiritual  Scientology lahir.

Cara kerja dianetik sendiri sangat unik, Dalam Dianetics: Ilmu Kesehatan Mental Modern, L. Ron Hubbard menulis: “Sumber penyimpangan telah ditemukan sebagai sub-pikiran yang sampai sekarang tak terduga, yang lengkap dengan rekamannya sendiri, mendasari apa yang dipahami oleh Manusia kemudian ‘sadar’ akan  pikirannya . Konsep akal bawah sadar digantikan oleh Dianetika oleh penemuan bahwa ‘pikiran bawah sadar’ adalah satu-satunya pikiran yang selalu sadar. Dalam Dianetik, sub-pikiran ini disebut pikiran reaktif. ”

Pikiran reaktif tidak menyimpan kenangan seperti yang kita kenal. Ini menyimpan beberapa jenis gambar – gambar mental yang disebut engrams. Engram adalah rekaman lengkap, sampai ke detail akurat terakhir, dari setiap persepsi yang hadir pada saat sebagian atau keseluruhan “ketidaksadaran” akibat pengalaman menyakitkan. Menurut dianetik manusia tidak bisa berpotensi bukan karean apa yang dia lakukan tapi apa yang sudah dilakukan terhadapnya.

ketidaksadaran bisa disebabkan oleh kejutan,  kecelakaan, anestesi yang digunakan untuk operasi, rasa sakit karena luka atau penyakit yang serius . Selama masa-masa ini, pikiran analitis dimatikan secara utuh atau sebagian dan pikiran reaktif terpotong, seluruhnya,  atau sebagian. Sebuah engram ada di bawah tingkat kesadaran individu namun dapat diaktifkan sehingga dapat memaksakan isinya dan dapat menyebabkan ketakutan, emosi, rasa sakit dan penyakit psikosomatik yang tidak diketahui,tidak di inginkan , dan tidak dapat dinilai.

Dalam prosedur Dianetics, individu tersebut menceritakan sebuah kejadian “ketidaksadaran” dari awal sampai akhir sampai engram dikurangi  yang berarti semua tuduhan atau penderitaan diambil dari sebuah insiden, atau terhapus, yang berarti kejadian tersebut telah lenyap selamanya. Bagaimanapun, individu bebas dari efek merugikan dari  kejadian tersebut dan dapat mengalami kelegaan yang luar biasa dan naiknya skala emosi.prosesnya sendiri disebut “Auditing” seperti konseling namun dalam teknik auditing,terapis hanya mendengerkan dan bertanya untuk memunculkan pengalaman ketidaksadaran ke individu yang di audit yang disebut Preclear berdasarkan buku panduan .

Prosedurnya sendiri bukanlah seperti hipnotis karena Preclears ( orang yang diaudit) sadar 100 % ,dan perlu diketahui pula jika individu yang menggunakan teknik Dianetik tidak disebut sebagai pasien karena L.Ron Hubbard dalam rekaman wawancara pribadinya di rhodesia tahun 1965 berjudul Introduction dianetik , mengatakan jika “ Pasien identik dengan mereka yang memiliki penyakit, kami tidak menangani mereka yang memiliki penyakit kami hanya membantu individu lepas dari bayang-bayang masa lalunya dan mampu meningkatkan potensinya”.

Mengambil bentuk sebagai sebuah gereja kadang membuat Scientology  selalu  disalahpahami sebagai perpanjangan misi dari gereja kristen umumnya namun jika menurut para Scientologist ( Sebutan anggota scientology)  yang saya temui, menjelaskan jika Kata gereja berasal dari kata Yunani kyrios yang berarti “tuan” dan basis kewarganegaraan Indo-Eropa, “menjadi kuat.” Arti kata yang ada saat ini meliputi “sebuah kongregasi,” “kekuatan gerejawi yang dibedakan dari sekuler” dan “aliran bidah lainnya”.

Kata gereja tidak hanya digunakan oleh organisasi Kristen. Ada gereja sepuluh ribu tahun sebelum ada orang Kristen, dan agama Kristen sendiri merupakan pemberontakan melawan gereja mapan. Dalam penggunaan modern, orang berbicara tentang gereja Budhis atau Yahudi, merujuk secara umum ke seluruh tubuh orang-orang percaya dalam ajaran agama tertentu. Gereja adalah sebuah komunitas orang percaya yang memiliki kesamaan sistem keyakinan dan praktik keagamaan yang dikuduskan dimana mereka berusaha untuk mengatasi masalah akhir kehidupan.

Kembali kepada sejarah ketika pada tahun 1950an, Scientologists menyadari bahwa teknologi L. Ron Hubbard hasilnya sangat sukses   metode berhasil  membebaskan manusia dari masalah , dan kesadaran spiritual secara bertahap dapat diraih .pada saat itu tidak ada pertanyaan di benak mereka bahwa mereka terlibat dalam praktik keagamaan. Jadi, di awal tahun 1950an, mereka memutuskan bahwa sebuah gereja dibentuk untuk melayani kebutuhan spiritual mereka dengan lebih baik. Gereja Scientology yang pertama kemudian didirikan pada tahun 1954. Sejak saat itulah Scientology dikenal sebagai Gereja Scientology.

Setelah sukses besar pencapaian pribadinya dan makin besarnya Gereja Scientology ,membuat  Ron Hubbard menggali lebih jauh ke dalam sifat spiritual Manusia melalui buku-buku lanjutannya dan kemudian mendokumentasikan penemuannya dalam ribuan rekaman ceramah, film, artikel dan buku. Untuk lebih jauh memperkenalkan ajarannya Beliau  mengelilingi dunia dan kemudian membuka Church of Scientology di 4 Benua  – berkantor pusat pada awal mulanya  di kediamannya di Inggris selatan bernama Saint Hill Manor, yang terletak tepatnya di sussex East Grinstead, Inggris raya.

Melalui tahun-tahun berikutnya, L. Ron Hubbard terus memajukan subjek sampai dia wafat pada tahun 1986, Warisannya terdiri dari puluhan juta kata yang diterbitkan, rekaman ceramah dan film, sementara lebih dari 250 juta salinan buku dan ceramahnya beredar, dia telah mengilhami sebuah gerakan yang mencakup semua benua dan semua kebudayaan.

Kenapa Scientology bisa disebut agama? Pihak Church of scientology didalam rilis resminya melalui situs resminya www.scientology.org menyebutkan jika Scientology sudah  memenuhi ketiga kriteria yang umumnya digunakan oleh para ilmuwan agama di seluruh dunia untuk menentukan religiusitas: (1) kepercayaan akan beberapa Realitas tertitinggi, seperti kebenaran tertinggi ataupun keabadian yang melampaui dunia sekuler saat  ini; (2) praktik keagamaan yang diarahkan pada pemahaman, pencapaian atau komunikasi dengan Realitas Tertinggi ini; Dan (3) sebuah komunitas orang percaya yang bergabung bersama dalam mewujudkan  pencapaian hingga ke Realitas Tertinggi ini.

Pandangan Scientology tentang Realitas Tertinggi yang melampaui dunia material mencakup konsep tentang thetan dan dinamika yang mencakup dunia spiritual (Dinamika Ketujuh) dan Yang Mahakudus (Dinamika Kedelapan), perlu diketahui juga Scientology membagi kehidupan berdasarkan dalam 8 dinamika asumsi jika semua  aktivitas dalam kehidupan seseorang tidak hanya dapat dipahami sesuai keinginan mereka, tapi masing-masing harus diselaraskan dengan yang lain untuk meningkatkan pertahananan hidup.

Pembagian dinamikanya sendiri terdri dari Dinamika diri sendiri, Dinamika kreatifitas dimana didalamya mencakup soal membangung kelurga dan membesarkan anak, Dinamika  Group, Dinamika Spesies atau dinamika kelompok manusia yang lebih besar, Dinamika Makhluk hidup mencakup seluruh kehidupan, Dinamika universalitas fisik yang didalam Scientology disebut sebagai mest (matter, energy, space,and time ), Dinamika dunia spiritual, dan dinamika Mahakudus.

Sementara unsur kedua dapat ditemukan dalam upacara upacara ritual Scientology seperti penamaan, perkawinan dan layanan pemakaman, namun terutama dalam dinas keagamaan dalam audit dan pelatihan dimana Scientologists meningkatkan kesadaran spiritual mereka dan mencapai pemahaman tentang dunia spiritual dan akhirnya , Yang Mahatinggi. Mengenai elemen ketiga, sebuah komunitas orang percaya yang sangat penting dapat ditemukan di setiap Church of Scientology hampir setiap saat sepanjang hari.

Menurut L.Ron Hubbard dalam Buku New Slant of life menuliskan jika “ Scientology meneruskan tradisi keagamaan sepuluh ribu tahun dan mencakup kebenaran yang ditemukan dalam teks suci tertua Hindu Veda dan kebijaksanaan Buddhisme. Scientology memiliki kesamaan dengan semua agama besar yaitu adanya harapan untuk mencapai  perdamaian di Bumi dan keselamatan bagi Manusia. Apa yang baru tentang Scientology adalah bahwa ia menawarkan jalan yang tepat untuk mewujudkan perbaikan spiritual di sini dan sekarang dan cara untuk mencapainya dengan kepastian yang mutlak”.

Namun meskipun disebut agama ,Scientology bukan sebuah agama tertutup yang keanggotaannya sangat ekslusif. L.Ron Hubbard menjelaskan jika Scientology adalah filosofi religius terapan yang berbeda dari praktik keagamaan pada umumnya. Scientology tidak mengganggu kepercayaan atau keyakinan religius seseorang dengan cara apa pun. Seseorang dari agama manapun bisa menjadi Scientology. Scientology akan memberi seseorang pemahaman yang lebih baik tentang agamanya sendiri. Dalam Scientology, wilayah Dinamis ke-8, Yang Mahakuasa atau Tuhan, tidak saling terkait. Scientology tidak mengevaluasi individu di daerah ini dan membiarkan ini sepenuhnya tergantung pada pilihan individu. Dalam Scientology kita menemukan orang-orang dari semua agama, termasuk Kristen, Budha, Muslim, Yahudi dan banyak lainnya.

Berkenaan dengan Filosofi religus terapan L.Ron Hubbard menjelaskan jika “ Scientology adalah filsafat agama yang diterapkan. “Filosofi adalah sesuatu yang membantu Anda kesulitan  dalam hidup. Filsafat: Definisi – Mengejar pengetahuan. Pengetahuan tentang penyebab dan hukum segala sesuatu. Filosofi terapan adalah hubungan yang harus dilakukan dengan melakukan dan bertindak. Salah satu yang berlaku untuk hidup – bukan hanya sebuah teori, tapi teori yang dapat digunakan untuk membantu Anda mencapai kehidupan yang lebih baik. “” Ada sesuatu yang perlu dipelajari, diketahui dan digunakan dalam Scientology. “( (HCOB 4 March 1965 – MATERIALS – STUDY MATERIALS FOR HAS, LESSON 1, issued by L. Ron Hubbard)

Bahkan Scientology memiliki kredo yang menjelaskan dan mendukung pertanyaan ini yang ditulis pada tanggal 18 februari 1954 di phoniex arizona, Setelah Mr. Hubbard menerbitkan kredo ini dari kantornya di Phoenix, Arizona, Church of Scientology mengartikannya sebagai kredo karena secara ringkas mengemukakan apa yang diyakini oleh para Ilmuwan.  “

Kami gereja percaya

Bahwa semua orang dari ras, warna atau kepercayaan apa pun diciptakan dengan hak yang sama.

Bahwa semua orang memiliki hak yang tidak dapat dicabut atas praktik keagamaan dan penampilan mereka sendiri.

Bahwa semua orang memiliki hak yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka sendiri.

Bahwa semua pria memiliki hak yang tidak dapat dipisahkan dari kewarasan mereka.

Bahwa semua orang memiliki hak yang tidak dapat dicabut atas pembelaan mereka sendiri.

Bahwa semua pria memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk memahami, memilih, membantu atau mendukung organisasi, gereja dan pemerintahan mereka sendiri.

Bahwa semua orang memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk berpikir bebas, berbicara dengan bebas, untuk menulis pendapat mereka sendiri secara bebas dan untuk melawan atau mengucapkan atau menulis berdasarkan pendapat orang lain.

Bahwa semua orang memiliki hak yang tidak dapat dicabut untuk penciptaan jenis mereka sendiri.

Bahwa jiwa manusia memiliki hak juga .

Bahwa studi tentang Pikiran dan penyembuhan penyakit akibat mental seharusnya tidak terasing dari agama atau dimaafkan di bidang nonreligius.

Dan bahwa tidak akan ada kelompok yang bisa menolak ini  karena kami percaya  Tuhan yang memiliki wewenang untuk menunda atau menyisihkan hak-hak ini, terang-terangan atau terselubung.

Dan kami gereja percaaya

Manusia itu pada dasarnya baik.

Bahwa dia berusaha untuk Bertahan Hidup.

Bahwa kelangsungan hidupnya bergantung pada dirinya sendiri dan pada rekan-rekannya dan pencapaian persaudaraannya dengan alam semesta.

Dan kita dari Gereja percaya bahwa hukum-hukum Allah melarang Manusia

Untuk menghancurkan sesamanya sendiri.

Menghancurkan kewarasan orang lain.

Menghancurkan atau memperbudak jiwa orang lain.

Menghancurkan atau mengurangi kelangsungan hidup teman seseorang atau kelompok seseorang.

Dan kami gereja percaya

Bahwa roh itu bisa diselamatkan.

Dan roh itu sendiri bisa menyelamatkan atau menyembuhkan tubuh.

 

Doktrin Scientology percaya bahwa pada dasarnya “ Manusia itu baik”, kejahatan dalam diri manusia terjadi karena manusia tersebut tidak bisa menyelesaikan masalahnya dan lingkungan disekitarnya tidak membantunya, Scientology percaya jika pada dasarnya “ manusia itu berpotensi “, dan memiliki hak untuk kebebasan memilih apapun kepercayaannya.

Lalu Kemudian apakah Scientology mempunyai kitab suci ? ya , tentu Kata-kata yang diucapkan tertulis dan direkam dari L. Ron Hubbard tentang Ilmu Scientology secara kolektif merupakan kitab suci agama tersebut. Dia mengemukakan teologi dan teknologi Scientology dalam puluhan juta kata, termasuk ratusan buku, sejumlah film dan hampir 2.500 rekaman ceramah.namun bukan sebagai kitab suci  dalam pengertian yang sakral yang didewakan mulai dari kertasnya, hurufnya, atau pun cara peletakannya tapi lebih kepada sebuah buku biasa yang terpenting dari semuanya itu harus diterapkan dan dibagikan kepada orang lain dengan niat untuk saling tolong menolong.

 

 

* Tulisan ini ditulis langsung oleh penganut Scientology di Indonesia. Untuk menghormati orisinalitas, tulisan ini tidak melalui proses editing[:]

Pernyataan Sikap Bersama di Peringatan 19 Tahun Tragedi Mei 98. Sumber: Komnas Perempuan

Komnas Perempuan Peringati 19 Tahun Tragedi Mei ‘98

[:id]

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bersama komunitas korban, organisasi pendamping korban, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperingati 19 tahun Tragedi Mei 98 di komplek Makam Massal Korban Tragedi Mei 98, TPU Pondok Ranggon, Senin (08/05/2017). Peringatan ini bertujuan untuk merawat ingatan kolektif tentang Tragedi Mei ‘98, guna mencegah tragedi serupa berulang kembali di masa yang akan datang.

B.J. Habibie, presiden RI ke-3 hadir dalam peringatan ini. Selain beliau, hadir pula Djarot Syaiful Hidayat (Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta), Saparinah Sadli (Ketua Komnas Perempuan pertama sekaligus tokoh Masyarakat Anti Kekerasan), keluarga korban Tragedi Mei ‘98, organisasi pendamping korban, serta siswa-siswi SMA di Jakarta.

Azriana (Ketua Komnas Perempuan) dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Tragedi Mei ‘98 bukanlah seremonial tahunan belaka, tetapi merupakan bagian dari proses pemulihan dan pengakuan korban.

Bagi kami, peringatan Tragedi Mei 98 bukanlah sekedar ritual tahunan untuk mengingatkan tentang tragedi kemanusiaan yang terjadi dalam kerusuhan di sejumlah kota pada bulan Mei tahun 1998, tetapi juga ruang untuk mendukung proses pemulihan korban dan memperkuat rekonsiliasi antar komunitas yang menjadi korban dari tragedi tersebut,” tegas Azriana.

Djarot Syaiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengingatkan pentingnya mengamalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan berbangsa dan bernegara.

Banyak warga yang berpesan agar dalam Pilkada DKI Jakarta, jangan terulang Tragedi Mei 98! Pilkada kemarin membuka mata kita, bahwa kita belum Indonesia. Kita belum bisa menjadi bangsa Indonesia yang seutuhnya, karena masih membedakan agama dan etnis. Kita rangkul semua menjadi Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia, negara yang berideologikan Pancasila. Kita pernah luka, tapi jangan pernah luka itu meruntuhkan kita.” tegas Djarot.

Dalam pidatonya B.J. Habibie menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak melupakan Tragedi Mei ‘98.

“Kita tidak boleh melupakan kejadian 98 itu. Itu adalah suatu fakta yang sudah terjadi. Ada yang mengatakan itu hanya beberapa orang, hanya seratus orang dari 250 juta, tapi itu adalah ujung tombak dari ketidakadilan, ” tegas B.J. Habibie

Peringatan 19 Tahun Tragedi Mei 98. Sumber: Komnas Perempuan

Peringatan 19 Tahun Tragedi Mei 98. Sumber: Komnas Perempuan

Dalam kesempatan tersebut, Sumarsih, Ibu yang anaknya menjadi korban penembakan Semanggi I menagih ke B.J. Habibie agar berkas penyelidikan segera ditindaklanjuti oleh Jaksa Agung. Sumarsih juga meminta dibuatkan taman reformasi di kawasan Semanggi sebagai situs pengingat.

Peringatan  ditutup dengan doa bersama dan tabur bunga di atas Makam Massal Korban Tragedi Mei ’98.

[:]

Call For Proposal Pundi Perempuan

[:id]Call-For-Proposal-Pundi-Perempuan[:]

FPI selama ini kerap berseberangan dengan Komnas HAM. ROBERTUS PUDYANTO/GETTY IMAGES

Pantaskah anggota FPI menjadi komisioner Komnas HAM?

[:id]

Lolosnya seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) dalam seleksi awal untuk menjadi komisioner Komnas HAM menjadi kontroversi, menjelang dimulainya tahap ketiga seleksi.

Adapun seleksi tahap ketiga akan melibatkan penelusuran rekam jejak dan hubungan para kandidat dengan partai politik atau organisasi kemasyarakatan tertentu sebelum digelarnya dialog untuk umum pada 17-18 Mei.

Tercatat 199 orang yang mendaftar untuk menjadi komisioner Komnas HAM, yang menjalani saringan berdasarkan faktor administratif maupun tes tertulis. Dan sampai tahap kedua, panitia seleksi (pansel) tidak mengetahui nama kandidat yang terpilih selain nomor bersangkutan.

Dan di antara 60 calon yang lolos hingga seleksi tahap tiga termasuk Zainal Abidin alias Zainal Petir, yang menjabat Ketua Budang Advokasi FPI Jawa Tengah.

Masuknya nama Zainal dalam daftar calon komisioner Komnas HAM memicu kontroversi karena FPI selama ini justru kerap berseberangan dengan Komnas HAM.

Tuduhan FPI atas Komnas HAM

FPI tercatat pernah menuntut Komnas HAM dibubarkan pada tahun 2000 dan juga menuding lembaga penegakan HAM itu melakukan praktik diskriminasi serta tidak memperjuangkan hak-hak umat Islam yang terlanggar, baik pada kasus Maluku, Poso, Aceh, maupun Tanjungpriok.

Kemudian pada 2008 dan 2011, FPI bersama Ormas Islam lain meminta Komnas HAM tidak melindungi kelompok Ahmadiyah dan sekaligus menuntut pembubaran Ahmadiyah karena dianggap sesat dan menyimpang dari ajaran islam.

Di sisi lain, Ketua Komnas HAM, Imdadun Rahmat, balik mengkritik FPI dengan mengatakan daerah-daerah tempat organisasi itu eksis kerap menjadi titik rawan bagi toleransi beragama.

Sementara pemimpin FPI, Rizieq Shihab, telah dua kali divonis penjara, pada 2003 terkait kasus sweeping tempat hiburan di Jakarta dan pada 2008 terkait penyerangan terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Monas.

Saat ini Rizieq, yang dilaporkan sedang berada di luar negeri, tengah menghadapi tujuh gugatan hukum pidana, antara lain dugaan penodaan Pancasila, penistaan agama, dan pelecehan budaya Sunda.

Bagaimanapun wakil ketua Pansel Komnas HAM, Harkristuti Harkrisnowo, menegaskan informasi tentang afiliasi Zainal dengan FPI menjadi bagian dari proses penelusuran rekam jejak para kandidat.

“Semua itu akan kami check and re-check, kami verifikasi sejauh mana,” kata Harkristuti kepada BBC Indonesia.

Mengenai rekam jejak organisasi tersebut, Harkristuti mengatakan hal itu juga menjadi bahan pertimbangan.

“Kami kan tidak bekerja dalam vakum. Kami bekerja dengan memperhatikan kondisi di Indonesia, suasana kebatinan, kami perhatikan semuanya.”

‘FPI yang humanis’

Bagi Zainal Abidin, tidak ada masalah dalam pencalonan dirinya sebagai anggota Komnas HAM karena dilakukan atas nama pribadi sementara FPI -dalihnya- merupakan ormas yang keberadaannya dijamin oleh konstitusi.

Menurutnya, FPI dipandang sebagian masyarakat sebagai ormas yang keras dan anarkis karena media lebih banyak memberitakan ‘ekses negatifnya’ daripada kegiatan positifnya, seperti kerja bakti dan membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

Zainal mengaku bergabung dengan FPI untuk memoles FPI menjadi organisasi yang dibutuhkan dan dikagumi masyarakat dalam rangka menegakkan amar ma’ruf nahi munka,r dan selaku koordinator bidang advokasi hukum FPI Jawa Tengah, ia juga sudah berupaya selama dua tahun belakangan untuk membangun yang disebutnya sebagai ‘FPI yang humanis’.

“FPI yang humanis, yang memahami hukum-hukum positif. Jadi kalau mau bertindak itu harus berdasarkan hukum positif,” tegas Zainal.

Sebagai buktinya, dia menegaskan ia pernah melarang anggota FPI melakukan sweeping bahkan mengancam akan memecat mereka. Selain itu Zainal juga mengaku tidak pernah ikut serta dalam tindakan yang melawan kelompok minoritas atau keberagaman.

“Kalau saya mau menjadi anggota Komnas HAM kok saya tidak sependapat dengan keberagaman dan perlindungan minoritas… berarti saya terlalu ngawur kan.”

Mengandung kontradiksi?

Namun pengakuan ‘FPI yang humanis itu’ dibantah keras oleh seorang pegiat HAM dari Semarang, Yunantyo Adi, yang yakin jargon tersebut tidak pernah terbukti.

Ia memberi contoh dua peristiwa yang terjadi pada tahun lalu.

Yang pertama adalah tindakan intoleransi dan bullying atau gertakan atas silaturahmi lintas agama yang diselenggarakan Shinta Nuriyah Wahid di Semarang pada bulan Ramadan.

Sementara insiden kedua berupa penolakan atas acara peringatan 10 Muharam atau Asyura yang diselenggarakan penganut Syiah di Jawa Tengah.

Yunantyo menilai bahwa dalam dua peristiwa tersebut Zainal ternyata ‘tidak bisa berbuat apa-apa’.

“Menjadi kontradiksi, Komnas HAM yang selalu melindungi minoritas dengan FPI yang di berbagai daerah selalu (melakukan) kekerasan semacam itu, baik kekerasan fisik maupun ujaran.”

“Sehingga wajar apabila muncul kecurigaan dari publik terhadap anggota FPI, siapapun itu, yang ingin menjadi anggota Komnas HAM,” tegas Yunantyo.

Terlepas dari rekam jejak Zainal di Semarang, peneliti SETARA Institute Ismail Hasani menilai Zainal ‘tidak tepat’ menjadi anggota Komnas HAM karena keterkaitannya dengan FPI, yang tidak mendukung prinsip non-diskriminasi dan anti-kekerasan.

“Tugas yang akan diemban komisioner Komnas HAM di antaranya adalah penghapusan diskriminasi dan kekerasan atas nama apapun,” ujarnya.

Ismail menghimbau agar panitia tidak mempertaruhkan proses seleksi.

“Bagian-bagian yang potensial melemahkan Komnas HAM di masa depan saya kira harus dihindari, salah satunya dengan memilih komisioner yang memang memiliki integritas, kredibilitas, juga keberpihakan pada penghapusan diskriminasi dan kekerasan.”

Publik dapat menguji

Bagaimanapun, khalayak dapat menguji sendiri kemampuan dan integritas para calon anggota lembaga penegakan HAM dalam dialog publik yang digelar pada 17-18 Mei di Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan.

Wakil ketua panitia seleksi Harkristuti mengatakan pada acara tersebut setiap calon diminta menyampaikan visi dan misi mereka untuk Komnas HAM, lalu para hadirin diberi kesempatan mengajukan pertanyaan atau komentar atas paparan calon.

Berdasarkan hasil dialog publik dan penelusuran rekam jejak, maka para calon akan lolos ke tahap keempat yang mencakup tes kesehatan, tes psikologi, dan wawancara terbuka.

Dengan demikian panitia akan memperoleh 14 nama calon untuk diajukan ke DPR, yang memiliki kata akhir untuk memilih tujuh komisioner Komnas HAM baru.

“Kami berharap pada bulan Agustus kami sudah serahkan ke DPR,” pungkas Harkristuti.

Sumber: bbc.com/indonesia[:]

Siaran Pers Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Pasal Penodaan Agama Ancaman Bagi Demokrasi

[:id]Selasa (9/5), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis dua tahun terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mejalis hakim menetapkan Basuki Tjahaja Purnama terbukti melanggar Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Putusan majelis hakim ini berbeda dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang sebelumnya menuntut 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun dengan Pasal 156 KUHP.

Menanggapi hal tersebut, kami Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Pasal Penodaan Agama (156a) merupakan ancaman bagi demokrasi, bertentangan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan, serta hak atas kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat seperti  dalam Pasal 28E UUD 1945, UU No. 12 tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik dan aturan hukum lainnya.
  2. Pada tahun 2000 ICRP bersama NGO HAM lain telah mengajukan Judical Review UU Nomor 1/PNPS/1965, tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama tersebut. Kami menganggap bahwa UU ini akan dimanfaatkan untuk mengekang kebebasan beragama kelompok minoritas dan dimanfaatkan untuk kepentingan politis. Oleh sebab itu, kami mendesak pemerintah untuk segera meninjau kembali pasal penodaan agama ini karena tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia
  3. Mengajak semua lapisan masyarakat untuk menghormati keputusan hukum. Mendorong pihak-pihak baik pro maupun kontra  untuk menjaga ketenteraman serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku
  4. Mendorong lembaga peradilan di Indonesia untuk mengedepankan independensi dan tidak terintimidasi oleh kelompok-kelompok ormas tertentu yang memaksakan kehendaknya. Lembaga Yudikatif harus berjalan sesuai dengan prinsip kepastian hukum, demokrasi, keadilan, dan Hak Asasi Manusia.
  5. Mengecam berbagai pihak yang secara sengaja menjadikan perbedaan suku agama, keyakinan, dan ras sebagai alat politisasi pemecah belah bangsa. Serta mendorong aparat penegak hukum untuk segera menindak para pelaku tersebut sesuai hukum yang berlaku
  6. Mengajak seluruh masyarakat untuk selalu arif dan bijaksana dalam menyikapi keadaan ini. Jangan sampai terprovokasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan selalu mengedapankan kerukunan dan perdamaian

Demikian pernyataan ini dibuat. Semoga misi perdamaian, misi suci agama-agama, masih menjadi spirit kita semua dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri tercinta ini.

Jakarta, 11 Mei 2017

Mengetahui,

Musdah Mulia

Ketua Umum ICRP[:]

Prosesi Pindapatta dalam rangkaian Waisak 2571 BE/2017 di Jalan Pemuda, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (10/5/2017).(Kompas.com/Ika Fitriana)

Pesan Waisak 2017: Cinta Kasih Penjaga Kebhinekaan

[:id]Peringatan Tri Suci Waisak 2561 BE/2017 telah berlangsung di altar utama zona I Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (11/5/2017) dini hari.

Ribuan umat Buddha dan masyarakat umum, hingga turis asing, khidmat mengikuti setiap prosesi mengenang peristiwa suci Sidharta Gautama itu.

Mereka membaur menjadi satu. Tidak peduli mereka berasal. Bahkan sejak rangkaian Waisak dimulai, akhir pekan lalu.

Banyak relawan membantu kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis Walubi hingga rela ikut berjalan kaki mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, Rabu (10/5/2017).

Ada doa dan harapan untuk bangsa Indonesia setiap perayaan Hari Raya Waisak nan sakral itu. Seperti tertuang dalam tema Waisak tahun ini yakni  Cinta Kasih Penjaga Kebhinekaan.

Ketua umum Sangha Theravada Indonesia, Bikkhu Subhapanno Mahathera menuturkan, cinta kasih adalah suatu kekuatan untuk memelihara menyatukan umat manusia, khususnya di Indonesia, dalam sebuah keberagaman yang sesungguhnya.

Ia mengatakan, dengan cinta kasih maka terciptalah kebahagiaan hidup, kehidupan menjadi lebih cerah dan lebih luhur. Cinta kasih merupakan suatu pengharapan kesejahteraan dan kedamaian lahir batin, bagi semua makhluk hidup, tanpa adanya sekat apapun.

“Hal terpenting adalah menerima perbedaan, karena merupakan kebutuhan bersama. Perbedaan yang ada, bukanlah penghalang untuk hidup dalam persaudaraan dan persatuan. Selama ini, persaudaraan retak, karena disebabkan perbedaan yang dipermasalahkan,” ungkapnya.

Perbedaan itu sejatinya telah dijunjung tinggi oleh Mpu Tantular pada masa pemerintahan Hayam Wuruk di kerajaan Majapahit abad ke-14 silam. Mpu Tantular sebagai pujangga sastra Jawa ternama, yang begitu menghargai perbedaan.

“Sebagai bukti, salah satu syair memuat kalimat “Bhineka Tunggal Ika’ yang kini menjadi semboyan NKRI. Semboyan ini adalah pemelihara kebersamaan rakyat Indonesia sejak ratusan tahun lalu, hingga masa kini,” sebutnya.

Perbedaan adalah keniscayaan

Bante Panyavaro Mahathera, tokoh Buddhist Indonesia, menuturkan kebhinekaan tidak hanya dijaga dengan undang-undang dan toleransi belaka, namun perlu cinta kasih. Cinta kasih yang keluar dari hari nurani manusia, tidak hanya menghargai perbedaan tapi menerima dengan tulus perbedaan itu sendiri.

“Tidak sesuatu yang sama di dunia ini. Anak kembar saja ada bedanya. Perbedaan adalah the truth, kasunyatan (kenyataan), keniscyaan. Karena itu, hargai perbedaan tapi juga menerima perbedaan,” ucap Panyavaro, di Borobudur.

Ia melanjutkan, Buddh selalu memandang, apapun gejolak-gejolak yang muncul sebenarnya berasal dari mental manusia. Pada saat mental, pikiran, tidak bisa dikendalikan maka akan muncul sikap yang menimbulkan masalah sosial.

“Sebagai contoh, jika saya membenci sesorang, tapi saya bisa menyadari pikiran kebencian, me-manage, dan mengeliminasi kebencian itu maka akan timbul gejolak sebentar lalu lenyap. Tapi kalau rasa tidak suka itu sudah terpatri di mental dan hati saya, lalu itu keluar, maka timbul gejolak tidak hanya kepada orang itu tapi juga kelompok mereka, lingkungan, masyarakat dan sebagainya,” paparnya.

Panyavaro mengingatkan, bahwa sebelum manusia memberikan penilaian keluar dan menanggapi kondisi di luar, sebaiknya melihat ke dalam diri manusia itu sendiri. Sehingga keserakahan, kebencian, iri hati, arogansi itu dikurangi dahulu.

“Apalagi sebagai pemimpin, masing-masing lihat ke dalam dulu. Dengan ketulusan hati, menghargai dan menerima perbedaan, jauhilah perbuatan yang buruk,” sebutnya.

Sumber: kompas.com[:]

Ilustrasi: HTI dibubarkan. Sumber: detik.com

[:id]Bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, HTI Dibubarkan Pemerintah[:]

[:id]Jakarta, ICRP – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebuah organisasi yang berdiri pada 1953 di Palestina. Mereka menyebut organisasi sebagai partai politik berideologi Islam. Keberadaan HTI di Indonesia sendiri tercatat sudah ada sejak 1980-an.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, sebagaimana diatur dalam UU Ormas. Oleh sebab itu, pemerintah mengambil langkah hukum untuk membubarkan HTI untuk menjaga NKRI.

“Aktivitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat, yang dapat mengancam kemaanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI,” ujar Wiranto.

“Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UU nomor 17 tahun 2013 tentang ormas,” ujarnya.

“Keputusan ini diambil bukan berarti pemerintah anti terhadap ormas Islam, namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI,” Wiranto menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan proses selanjutnya adalah pemerintah melalui salah satu lembaganya, akan menindaklanjuti pembubaran HTI melalui proses hukum, dan sesuai dengan aturan yang ada. (Lihat: Tribunnews.com)

Berikut lima poin alasan pembubaran HTI yang dibacakan Wiranto ;

  1. Sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.
  2. Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tenang Ormas.
  3. Aktifitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat, yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.
  4. Mencermati berbagai pertimbangan di atas, serta menyerap aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengambil langkah-langah hukum secara tegas untuk membuubarkan HTI.
  5. Keputusan ini diambilbukan berart pemerintah anti terhadap ormas Islam, naun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

 

 [:]